Toko Serba Serbi

Toko Serba Serbi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Toko Serba Serbi, Indramayu.

Seringkali nyinyir anti asing, mau debat aja nyewa orang Asing. 😂😂😂
16/01/2019

Seringkali nyinyir anti asing, mau debat aja nyewa orang Asing. 😂😂😂




Perubahan 10 Tahun Indonesia : Malu bilang sayang KMP pada Jokowi.KMP. Koalisi Merah Putih begitu mereka menamakan dirin...
16/01/2019

Perubahan 10 Tahun Indonesia : Malu bilang sayang KMP pada Jokowi.

KMP. Koalisi Merah Putih begitu mereka menamakan dirinya. Koalisi yang sebetulnya tidak Merah Putih, tidak mewakili semangat kebangsaan, dan tidak merepresentasikan Indonesia yang majemuk.

Buktinya mereka hanya mengatasnamakan 'umat islam'. Umat Islam dengan tanda kutip, sebagai penegasan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia tidak merasa diwakili mereka. 'Umat islam' yang merasa diwakili mungkin kelompok HTI dan kelompok-kelompok berhaluan ngotot lain yang sejenis. Ini jelas klop dengan semangat 'Indonesia Bubar' ala pemimpin tertinggi mereka, yaitu Prabowo Subianto.

KMP. Bagi yang berakal waras mendefinisikan KMP menjadi KaMPret. Apa itu Kampret? Ia adalah anak kelelawar dalam istilah Jawa, satwa unik yang berpola hidup terbalik. Kampret memiliki indera sonar (gelombang suara) sebagai alat navigasi atau 'penglihatan', sementara indera penglihatan (mata) kampret tidaklah mampu memerinci seksama. Kampret s**a menempatkan kepala dibawah kaki diatas ketika bergelantungan dan bersarang dengan nyaman di kegelapan.

Agaknya cocok bila KMP diasosiasikan atau malah sekalian saja disebut kampret. Selain memiliki kesamaan yang sama-sama 'terbalik', sama-ama s**a menyerap kebisingan berita tanpa dilihat seksama (verifikasi), dan sama-sama s**a 'kegelapan', KMP juga tidak merasa hina dibilang mirip satwa. Bagi para pendukungnya, kampret dianggap pujian karena menyama-nyamakan dengan Batman, tokoh fiktif yang dibuat untuk tujuan hiburan.

Bahkan dari frasa "kampret" mereka bikin singkatan: KAMI Prabowo Elite Terhormat, lengkap dengan logo Batman. Dari kecenderungan ini orang waras bisa menilai: pantaslah bila hoax dan ilusi-ilusi palsu selalu meluncur deras dari kelompok ini, karena yang fiktifpun diafirmasi, dijadikan favorit bahkan dijadikan kebenaran tanpa ragu.

Pemerintah Jokowi banyak memiliki prestasi. Catatan-catatan positif tentangnya banyak. Muncul dari berbagai lembaga ternama dan para pakar. Selama kepemimpinannya, Indonesia bertransformasi ke arah yang lebih baik, lebih maju, lebih optimis. Dengan kerja nyata, Jokowi juga menyeselaikan program-program para pendahulu yang tidak mereka selesaikan, oleh sebab keterbatasan atau masalah-masalah lain yang pada pemerintah terdahulu tidak dapat mengatasinya.

Kemampuan Jokowi menyeselaikan apa yang tertunda, bukan berarti menampik peran dan prestasi pemerintah sebelumnya. Masa SBY memerintah juga masa menapaki jembatan emas yang para founding fathers kita cita-citakan. Jangan dipandang sebelah mata, SBY juga memiliki prestasi yang patut diapresiasi (https://m.detik.com/news/berita/3174289/sby-beberkan-keberhasilan-pimpin-indonesia-10-tahun-ini-detailnya). Terlalu arogan mengatakan bahwa masa sebelum Jokowi adalah era gelap, lost decade, sementara kita bukanlah Kampret yang s**a kegelapan dan hilang dalam kesepian.

10 tahun bila dilihat kebelakang, Indonesia masihlah bertransformasi menyempurnakan diri. Di era kini titian jembatan emas kemerdekaan dan persatuan bangsa haruslah dijaga, jangan sampai dirusak dengan semangat negatif. Kita adalah bangsa yang belajar dari sejarah, sudah terlalu lama kita terkungkung dalam negativitas dan mental fatalistik yang menganggap siapapun pemerintahnya, tak mampu membawa perubahan yang lebih baik terhadap rakyatnya.

Pakde Jokowi telah memecahkan kebuntuan sejarah itu. Dengan tulus, beliau telah membuktikan perubahan menuju arah yang lebih baik menjadi nyata. 10 tahun transformasi Indonesia kita, memberi pencerahan bahwa negativitas yang selama ini bersarang dalam sanubari terdalam buruk untuk kesehatan mental.



INJURY TIME-------------------Debat capres adalah suatu moment dimana kualitas berdiplomasi dan isi kepala Capres dan Wa...
15/01/2019

INJURY TIME
-------------------
Debat capres adalah suatu moment dimana kualitas berdiplomasi dan isi kepala Capres dan Wakilnya di uji dalam forum terbuka. Ibarat pertandingan sepak bola, dalam 2x45 menit kedudukan sama kuat ada tambahan waktu (injury time). Debat Capres di akhir masa Kampanye senantiasa menghadirkan adu mental dan konsistensi individu.

Seperti debat Capres di 2014 lalu, dengan elegan, Jokowi-JK sukses meyakinkan publik bahwa dialah yang lebih berkualitas. Dua sosok calon yang berdiri sejajar tanpa juru bicara, pembisik, atau referensi bacaan beradu argumentasi tentang negara hari ini dan ke depannya. Masih jelas teringat saat itu istilah Drone dan Tol Laut mendadak viral mengalahkan "keseleo otak" Hatta Rajasa menyebut bentuk penghargaan kota. Bagaimana Prabowo menjawab persoalan dosa HAM masa lalunya dengan jawaban yang bukan HAM. Pemenang debat yang menyedot simpati jutaan penonton adalah mereka yang sedikit menyampaikan kesalahan.

Kemenangan Jokowi di 2014 lalu tak lepas dari "kemenangan" di debat Capres. Jokowi berhasil menarik massa mengambang yang senantiasa menentukan pilihannya di detik detik terakhir. Sukses meyakinkan para Golput yang meski cuek dengan Pilpres tapi paling rajin menyimak diam diam. Prabowopun tidak lantas berkurang pendukungnya yang tiba tiba berubah Jokower, tapi Prabowo gagal menyedot "suara mengambang" demi menambah perolehan suaranya.

Jadi dalam matematika politik, masing masing pasangan punya pendukung fanatik 40% dari total pemilih. Ada 20% masa mengambang berbaur dengan Golputer yang wajib diperebutkan demi memenangkan hasil akhir. Jokowi sukses memutar balikkan fakta lembaga survei paling netral sekalipun. Sedangkan Prabowo lupa bernarasi siapa dirinya sebenarnya.

Oke lah itu sekedar teori, pada prakteknya akan banyak dinamika dan kejutan. Namun kecenderungan dalam Debat Capres 2019 nanti tetap menjadi kunci pemenangan yang sesungguhnya. Mereka akan beradu gagasan dengan cara yang sama, saling menyerang visi dan misi sesekali berseloroh tentang berisiknya pendukung masing masing. Orasi berapi api dari mantan jendral seolah mengalahkan kerendahan hati seorang tukang kayu. Possesivenya bos oke oce akan berbanding terbalik dengan tauziah damai ulama Abah Ma’ruf.

Sekali lagi, seorang Jokowi bukan sosok yang lihai berkata kata. Jokowi hanya lebih realistis melihat persoalan bangsa dari kaca mata seorang rakyat, bukan dari sosok pengusaha ketua partai dan komisaris puluhan konglomerasi.



MAKSUD HATI MENYERANG JOKOWI DENGAN PERTANYAAN, TAPI DITERTAWAKAN PENONTON(Yang Unik pada Debat Capres-Cawapres 2014)Dal...
15/01/2019

MAKSUD HATI MENYERANG JOKOWI DENGAN PERTANYAAN, TAPI DITERTAWAKAN PENONTON
(Yang Unik pada Debat Capres-Cawapres 2014)

Dalam debat, adalah lumrah mengajukan pertanyaan dengan tujuan menyerang lawan debat dengan bentuk-bentuk pertanyaan yang mengandung serangan ke titik jantung kelemahan lawan, sehingga diharapkan sang lawan mati kelu. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga diluncurkan pada debat capres-cawapres 2014. Namun bukannya kandidat mati kelu atas pertanyaan-pertanyaan yang menyerang, justru pertanyaan itu malah mengundang tawa penonton debat. Pasalnya, pertanyaan menyerang itu tidak didasarkan pada data yang benar dan pengetahuan yang mumpuni.

Pada salah satu segmen debat capres-cawapres 2014, Prabowo Subianto dengan sangat yakin bertanya kepada capres Joko Widodo mengenai pernyataannya saat kampanye bahwa koperasi tidak penting bagi petani. "Saya agak kaget saat kampanye di Indramayu 17 Juni, Bapak mengatakan petani tidak perlu koperasi. Padahal kita tahu koperasi menjadi soko guru ekonomi. Apa maksud Bapak?" tanya Prabowo.

Jokowi bangkit berdiri dan menjawab jangan-jangan Pak Prabowo salah mendengar atau salah membaca. "Mungkin bapak salah baca atau salah dengar, saya kira semua orang tahu koperasi adalah soko guru ekonomi. Tidak mungkin seorang Jokowi menyatakan hal itu," Jokowi. Sontak pendengar pun tertawa geli menyaksikan dagelan yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau saja Prabowo Subianto memiliki referensi yang cukup sebelum bertanya.

Selain Prabowo, Hatta Rajasa juga melakukan hal yang sama dengan pasangannya. Hatta Rajasa malah melakukan blunder yang memalukan. Hatta sepertinya tidak paham apa perbedaan Kalpataru dan Adipura. Padahal, Hatta Raja 13 tahun menjadi menteri atau pejabat negara. Hatta bertanya kepada Jokowi-JK soal DKI Jakarta dan Kota Solo, dua wilayah yang pernah dipimpin Jokowi, belum pernah mendapatkan Kalpataru. Pertanyaan Hatta Rajasa ini jelas sekali ingin mengeritik dan mungkin mengejek soal kinerja Jokowi sebagai walikota dan gubernur.

Soal KALPATARU. "Bentuk penghargaan itu bukan sesuatu yang terlalu prinsip, tapi lebih merupakan refleksi keberhasilan dari sebuah kota yang bersih, hijau dan sehat. Apakah itu dapat atau tidak, itu konsekuensi. Mengapa misalkan DKI yang sebelumnya selalu dapat, tahun ini tidak dapat. Atau misalkan Solo, belum pernah dapat sampai saat ini," ujar Hatta.

Jusuf Kalla langsung berdiri menjawab ketika moderator mempersilakan. "Kalau kota itu bukan Kalpataru, tapi Adipura," kata JK. Jusuf Kalla menjawab pendek, mengoreksi pernyataan Hatta Rajasa. JK memastikan bahwa penghargaan untuk sebuah kota madya adalah Adipura, bukan Kalpataru seperti yang disampaikan Hatta. Karena waktu masih ada, Jokowi pun menanggapi pertanyaan Hatta Rajasa itu. Menurut dia, Solo pernah mendapatkan penghargaan lain, langsung dari pemerintah pusat. "Kalau Kota Solo pernah dapat green city, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan," jawab Jokowi.

Ketika diberikan waktu kepada Jusuf Kalla, mantan wakil presiden itu mengatakan, "Kalau saya tidak menanggapi. Orang itu salah. Adipura bukan Kalpataru.” Penonton pun tertawa geli mendengar jawaban JK.

Kira-kira hal-hal lucu seperti ini bakal muncul lagi gak ya di debat capres-cawapres pada 17 April lusa?




Keluarga Cemara, Puisi yang paling Indah? Adalah keluarga.
15/01/2019

Keluarga Cemara, Puisi yang paling Indah? Adalah keluarga.




SANDINOMICS VS PIDATO PRABOWOSemalam tadi, Prabowo menyampaikan visi-misi nya dalam pidato kebangsaan yang berlangsung d...
15/01/2019

SANDINOMICS VS PIDATO PRABOWO

Semalam tadi, Prabowo menyampaikan visi-misi nya dalam pidato kebangsaan yang berlangsung di JCC. Acara ini diliput oleh banyak stasiun tv nasional, dan dari Timses mereka sendiri, acara ini dibuat live streaming lewat kanal-kanal internet. Dalam pidato kebangsaan tersebut, Prabowo mengumbar ucapan-ucapan klise yang biasa diulang-ulang oleh politisi ambisius: rakyat sengsara, lapangan kerja susah, harga-harga mahal, ekonomi kurang nasionalistik, dan lalaland.. netizen riuh menyambut 'pidato kebangsaan' yang tidak mengerti masalah bangsa itu: pidato kok hoaks?

Kami tidak menemukan hoaks dalam pidato Prabowo. Dia tidak berbohong, melainkan lebih dari pada berbohong. Berbohong itu diniatkan, sementara apa yang diucapkan Prabowo bukan berasal dari niat tetapi memang begitulah dirinya yang menenggelamkan akal pikirannya dalam delusi tak bertepi. Prabowo bicara soal sosialisme dalam pemerataan ekonomi? Dirinya sendiri tak mencerminkan sikap sosialistik, ia adalah salah satu konglongmerat mahakaya di negeri ini. Kudanya saja miliaran, apalagi aset bergerak dan lahan perkebunannya? Wah jangan ditanya. Bisa termangu-termangu meratapi nasib nanti.
Bicara konsep sosialistik yang diangkat dalam gagasan ekonomi Prabowo rupanya ini bertentangan dengan ide-ide ekonomi sang cawapresnya, Sandiaga Uno.

'Sandinomics' kita menyebutnya. Lewat 'Sandinomics', Sandiaga berseloroh mampu memperbaiki ekonomi negara dalam jangka waktu 3 tahun. Dalam suasana kampanye, gagasan ini biasa ditemui. Tetapi Sandiaga membandingkan jangka waktu 3 tahun versi dirinya dengan jangka waktu 7 tahun Nabi Yusuf dalamperbaikan ekonomi. Seorang nabi suci yang sejatinya dibimbing langsung oleh Tuhan Yang Mahakuasa, Tuhan Mahapenentu, sementara Sandiaga hendak membanding-bandingkan dirinya lebih hebat daripada nabi???
Pemikiran Prabowo, sebagaimana dalam bukunya "Membangun Kembali Indonesia Raya" dan "Paradox Indonesia", menunjukkan pandangan ekonomi nasional-sosialistik yang sangat kuat, dimana Indonesia harus berdikari dalam mengelola ekonomi.

Prabowo mengkritik dan membenci ketimpangan sosial yang disebabkan oleh ketimpangan penguasaan aset-aset produktif negara, baik oleh asing maupun konglomerat lokal. Pandangan ekstrim ini mirip-mirip pandangan Donald Trump di Amerika, atau bahkan pandangan dinasti Kim Korea Utara yang cenderung mendorong ekonomi tertutup. Jika pandangan Prabowo berkompromi dengan Sandinomics, maka akan muncul jalan tengah yang di mana hak kepemilikan, pasar bersahabat dan kebijakan sosial berjalan bersamaan, atau yang disebut pembangunan inklusif. Ini merupakan hal yang umum ditemui di negara-negara berkembang. Tidak ada yang baru dan menawan dalam konsep tersebut.

Namun jika pandangan sosialistik Prabowo tetap dominan, maka Sandinomics kehilangan akan maknanya. Pertanyaan penting dari kami soal konfigurasi ekonomi yang umum ditemui di banyak negara: apakah konsep ini nantinya hanya melibatkan kroni-kroni sejawat dalam pencapaiannya? Ini penting mengingat mereka berdua adalah pebisnis besar, dari golongan taipan. Tentu saja pertimbangan untung rugi atas dasar hitungan profit belaka, bukan atas dasar kepentingan khalayak umum, yang menjadi fokus utama dalam pemikiran mereka. Lah tambang Tumpang Pitu di Jawa Timur yang bermasalah dengan ekologis dan kehidupan warga di sekitarnya dengan nyata perusahaan Sandiaga turut ambil bagian kok. (https://indonesiana.tempo.co/read/122072/2018/01/29/firdaus_c/antara-budi-pego-sandiaga-uno-dan-hancurnya-tumpang-pitu) Bagaimana mau mikir kemashalatan umum? Dari contoh kecil yang terkuak, jelas bagaimana Sandiaga tidak 'bersih' berinvestasi. Lalu bagaimana dengan Panama Paper yang sangat kental 'melarikan uang keluar negeri' dan usaha-usaha gelap Sandiaga lain yang tak terdeteksi?

Bila kita telaah Sandinomics memiliki konsep kesejahteraan ditanggung negara. Upah tinggi harga rendah. Ini tampak luar biasa. Bagaimana mungkin menerapkan harga murah dengan upah tinggi sementara para usahawan tidak mau merugi? Untuk mengatasi defisit laba perusahaan-perusahaan privat, negara mensubsidi barang-barang pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat. Di titik ini, akal sehat kita menanyakan kembali: bagaimana kalau anggaran negara tidak mencukupi untuk subsidi segala keperluan pokok rakyat Indonesia yang sejumlah 250 juta itu?
Apakah itu akan dipenuhi lewat hutang yang semakin lama semakin menumpuk ala zaman Orde Baru atau bagaimana?

Sandinomics juga memfokuskan pada penciptaan lapangan kerja lewat wirausaha yang dijalankan masyarakat. Contohnya Oke Oce. Tetapi kita tahu Oke Oce tidak berjalan baik. Waralaba besutan Sandi ini merugi. Di youtube, Sandiaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakberesan Oke Oce yang digadang-gadang memperbaiki kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Program perumahan DP 0% yang dikampanyekan sebagai solusi atas perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata tidak sesuai harapan masyarakat. Apakah Sandinomics = Hoaxnomics?

Sandiaga Uno yang berlatarbelakang pengusaha kelas berat (taipan) pastilah memercayai bahwa 'good capitalism' (kapitalisme baik) adalah sumber-sumber kesejaterahaan rakyat. Mana ada kapitalisme yang baik sekarang ini? Secara keseluruhan, kapitalisme sangat bertentangan dengan asas sosialistik Prabowo, terlebih lagi Pancasila yang memandang kesejahteraan ekonomi adalah hak sosial rakyat Indonesia, bukan bagian dari pasar bebas sarat riba kemaruk untung khas kapitalisme. Para kapitalis, biar bagaimanapun, memandang kesejahteraan rakyat hanya baik dalam dukungan filantropi (dana-dana amal). Sandiaga Uno ternyata gagal dalam memahami kesejahteraan rakyat Indonesia seperti apa. Apakah dengan mempertebal ukuran tempe yang anda bilang setipis ATM?

Ingatlah baik-baik bro Sandi, posisi rakyat dalam perekonomian Indonesia adalah sentral substansial (inti perekonomian), posisi kaum pemodal (the market forces) adalah menjadi penyangga kewajiban ekonomi yang sangat bersahabat kepada rakyat dan negara, bukan kepada pemodal.

15/01/2019

Address

Indramayu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Serba Serbi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share