KSEI Jazirah Polines

KSEI Jazirah Polines Kelompok Studi Ekonomi Islam merupakan badan semi otonomi dari Unit Kegiatan Mahasiswa Jazirah Politeknik Negeri Semarang.

SHARIA ECONOMIST CAMP "Kuatkan Ekonomi Islam Jalin Kebersamaan". Ajang belajar ekonomi Islam dan silaturahmi antar KSEI....
27/03/2015

SHARIA ECONOMIST CAMP "Kuatkan Ekonomi Islam Jalin Kebersamaan". Ajang belajar ekonomi Islam dan silaturahmi antar KSEI. Tanggal 4-5 April 2015, bertempat di Sekolah Alam Ar-Ridho Meteseh Tembalang smile emotikon AYOOOO IKUTAAN :D

Mampukah negeri kita untuk menyinergikan antara pembayaran zakat dan pajak ?Adakah kebijakan yang saling melengkapi satu...
15/03/2015

Mampukah negeri kita untuk menyinergikan antara pembayaran zakat dan pajak ?
Adakah kebijakan yang saling melengkapi satu sama lain untuk membantu menyejahterakan rakyat dan mengurangi angka kemiskinan di negeri ini ?
Bagaimana sebenarnya peran Perpajakan Nasional, BAZNAS, dan Kementrian Keuangan dalam pengelolaan keuangan negara ? Temukan jawabannya hanya di "SEMINAR NASIONAL SINERGITAS ZISWAF & PAJAK DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA" Senin 13 April 2015 di Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang. Segera daftarkan diri Anda, KUOTA KURSI TERBATAS :)

07/03/2015

Apakah Persamaan dan Perbedaan Antara Zakat dan Pajak?

Masyarakat sering membuat persamaan bahwa zakat adalah pajak tidak resmi yang diberlakukan oleh agama Islam kepada setiap muslim. Anggapan demikian memang tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Pajak dan zakat memiliki sejumlah persamaan dan perbedaan yang wajib Anda ketahui.

Persamaan Zakat dan Pajak

Zakat dan pajak memiliki persamaan karena perintah mengeluarkan sebagian harta ini dijalankan menurut aturan tertentu yang menaungi sebuah kelompok masyarakat. Zakat dibayar berdasarkan syariat Islam, sedangkan pajak dibayarkan menurut undang-undang perpajakan yang berlaku dalam sebuah negara.

Persamaan pajak dan zakat berikutnya adalah besarnya pembayaran ditentukan menurut prosentase tertentu dan berlaku untuk orang-orang yang memenuhi syarat. Keduanya juga berperan dalam membangun kesejahteraan kelompok masyarakat tertentu.

Perbedaan Pajak dan Zakat

Perbedaan zakat dan pajak adalah dalam hal penerimanya. Zakat dibayarkan melalui amil zakat (lembaga penyalur dan pengelola zakat) maupun dibayarkan langsung kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Manfaat zakat dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat.

Sedangkan pajak negara merupakan kewajiban yang dibayarkan kepada kantor pelayanan pajak dan lembaga-lembaga lain yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai tempat pembayaran pajak. Manfaat pajak negara tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat suatu negara.

Perbedaan pajak dan zakat yang kedua adalah waktu pembayarannya. Zakat fitrah dibayarkan hanya pada bulan Ramadhan, lalu zakat harta dibayarkan pada saat telah mencapai nisab dan dimiliki selama setahun. Sedangkan waktu pembayaran pajak negara adalah satu tahun pembukuan. Misalnya tenggang waktu pembayaran pajak setiap akhir bulan Maret.

Perbedaan pajak dan zakat yang ketiga adalah benda yang digunakan sebagai alat pembayaran. Pajak negara umumnya dibayar menggunakan uang tunai. Sementara itu zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk uang tunai maupun bahan makanan pokok seperti beras dan gandum.
- See more at: http://zakat.or.id/apakah-persamaan-dan-perbedaan-antara-zakat-dan-pajak/ .1t5vofA5.dpuf

Stay tune on us :)
24/01/2015

Stay tune on us :)

24/01/2015

Bagaimana sih redistribusi harta melalui wakaf poduktif itu?
Ada yang tau ?
Nah baca artikel dibawah ini ya, formatnya memang dibuat terpisah perkalimat, seperti yang sudah diupdate di twitter ksei di :) Simak yaaa :)

1. Surah Al Hasyr: 7 menekankan mengenai konsep distribusi dalam pandangan Islam, agar kekayaan yang melimpah bisa didistribusikan dengan merata.
2. Melalui distribusi tersebut pun diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara kaum kaya dan miskin.
3. Islam telah memiliki instrumen zakat yang berfungsi sebagai transfer pendapatan dari orang kaya ke orang miskin di masyarakat.
4. Melalui zakat, setiap individu dalam masyarakat menjadi terjamin pemenuhan sarana minimumnya.
5. Namun selain zakat, ada p**a instrumen wakaf.
6. Berbeda dengan zakat yang target penyalurannya telah ditetapkan kepada delapan ashnaf dan wajib dikeluarkan setelah mencapai nishab
7. Wakaf tidak memiliki nishab karena bersifat sukarela dan penyaluran hasil wakaf sesuai keinginan wakif.
8. Zakat juga wajib langsung disalurkan kepada mustahik, sedangkan wakaf harus dijaga pokok asetnya agar tidak berkurang nilainya.
9. Karakteristik wakaf yang harus dijaga pokoknya ini membuat aset wakaf harus diberdayakan, sehingga dapat menghasilkan suatu manfaat kepada penerima hasil wakaf.
10. Keuntungan dari pengelolaan wakaf ini kemudian baru didistribusikan ke penerima hasil wakaf sesuai keinginan wakif.
11. Distribusi kekayaan Islam juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan hasil kelolaan wakaf produktif.
12. Dinamika zaman turut memperkaya pengembangan wakaf menjadi semakin produktif.
13. Bentuk wakaf pun tak lagi terbatas pada tanah dan bangunan, tetapi juga wakaf uang atau dikaitkan dengan pengembangan produk keuangan Islam lainnya.
14. Pada pendekatan produktif aset wakaf dikelola untuk menghasilkan keuntungan dan menjadi sumber untuk pengelolaan aset wakaf non produktif.
15. Di beberapa negara Islam wakaf berperan dalam pengembangan ekonomi umat.
16. Di perkotaan bentuk wakaf bisa berupa pusat bisnis, sedangkan di pedesaan wakaf berbentuk tanah perkebunan dan pertanian yang produktif.
17. Keuntungan dari pengelolaan wakaf produktif tersebut dapat dimanfaatkan untuk penerima hasil wakaf dengan tetap mempertahankan nilai pokok aset wakaf.
18. Penyaluran hasil wakaf ini tidak mengurangi nilai dari pokok wakaf.
19. Sebaliknya, harta wakaf justru dapat berkembang karena dimanfaatkan pada usaha produktif. 20. Jika wakaf dikelola secara seksama dan produktif akan mampu memberikan multiplier effect bagi kehidupan masyarakat.
21. Wakaf pun dapat menjadi modal dana bergulir yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan.
sumber : mysharing.co

27/12/2014

MEA 2015 sudah di depan mata, apa saja kiraya kendala pada masa depan keuangan syariah kita ?

Pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan Asean kini sudah di depan mata. Ada yang optimis Indonesia bakal menguasai MEA 2015, tetapi tidak sedikit p**a yang pesimis merespons diterapkannya liberalisasi pasar Asean ini. Sebab, ketika MEA 2015 resmi diberlakukan, maka pasar Indonesia akan dibanjiri oleh tenaga kerja asing yang berasal dari negara-negara Asean.

Kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini akan memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perekonomian Indonesia tak terkecuali industri keuangan syariah. Memang tidak mudah mengembangkan keuangan syariah Indonesia untuk dapat bersaing dan beroperasi lintas negara Asean mengingat industri keuangan syariah Indonesia merupakan pendatang baru jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah lebih dulu mengembangkan keuangan syariah. Apalagi keuangan syariah di negeri ini masih menghadapi berbagai kendala yang bisa menjadi penghambat pengembangan keuangan syariah ke depan.

Tiga Kendala
Setidaknya ada tiga kendala keuangan syariah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Pertama, pangsa pasar yang masih kecil. Market share perbankan syariah Indonesia yang masih kecil akan menjadi penghambat dalam menghadapi MEA 2015. Perbankan syariah per Maret 2013 mencapai pertumbuhan sebesar 37,8 persen dengan total aset mencapai Rp 214,5 triliun. Namun, market share industri perbankan syariah baru menembus 4,9 persen dari total aset industri perbankan hingga Maret 2013.

Pangsa pasar perbankan syariah ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pangsa pasar industri perbankan konvensional yang sudah mencapai 95,1 persen. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan market share perbankan syariah adalah dengan memperkuat permodalan dan melakukan konversi Bank Umum Milik Negara (BUMN) menjadi bank syariah. Terobosan ini diyakini akan mendorong pangsa pasar perbankan syariah menjadi lebih besar.

Kedua, pengembangan produk. Tidak sedikit masyarakat yang beropini bahwa produk-produk yang ditawarkan oleh keuangan syariah sama saja dengan produk keuangan konvensional. Menurut mereka tidak ada bedanya produk keuangan syariah dengan produk yang ada di keuangan konvensional. Anggapan ini telah menimbulkan stigma negatif di kalangan masyarakat akan keberadaan industri keuangan syariah yang tidak lain adalah konvensional yang dibungkus dengan kata syariah. Pesimistis masyarakat muncul karena produk yang ditawarkan keuangan syariah kurang inovatif dan juga terbatas.

Padahal untuk mendorong keuangan syariah dalam pengembangan produk Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2011 telah mengeluarkan regulasi kepada bank syariah berupa aturan di mana bank syariah boleh meluncurkan produk baru. Dalam regulasi ini bank lain tidak boleh meniru produk yang dikeluarkan bank tersebut selama dua tahun. Regulasi dari BI ini merupakan peluang besar bagi keuangan syariah untuk mempromosikan produk-produk unggulannya. Dengan aturan ini diharapkan keuangan syariah di Tanah Air bisa bersaing, baik di dalam maupun di tingkat Asean.

Ketiga, krisis SDM yang berkualitas. Problem SDM khususnya di tubuh keuangan syariah sebenarnya merupakan masalah klasik yang hingga kini belum sepenuhnya bisa teratasi. Padahal masa depan industri keuangan syariah sangat bergantung pada pemenuhan SDM yang benar-benar berkualitas. Fakta di lapangan menyebutkan, setiap tahunnya industri keuangan syariah membutuhkan SDM kurang lebih 11.000. Sementara lembaga pendidikan saat ini hanya mampu menutupi kebutuhan SDM itu sekitar 3.750 per tahun.

Di sini terjadi ketimpangan antara permintaan pasar dengan SDM yang tersedia. Akhirnya, untuk memenuhi SDM sebesar 11.000 itu dilakukan dengan cara memberikan training kepada SDM konvensional yang kemudian mereka disalurkan ke lembaga-lembaga keuangan syariah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total sumber daya manusia (SDM) bank umum syariah (BUS) serta unit usaha syariah (UUS) pada akhir Juni 2013 mencapai 34.726 karyawan, meningkat 9.972 karyawan atau 40 persen dari tahun lalu. Peningkatan SDM ini belum seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang melebihi 10.000 per tahun.
Karenanya, krisis SDM ini perlu mendapatkan penanganan yang serius dari semua pihak terutama pemerintah dan kalangan lembaga pendidikan untuk menciptakan SDM-SDM yang siap pakai, kreatif da inovatif. SDM yang berkualitas adalah faktor kunci bagi masa depan keuangan syariah di Indonesia. Di era pasar bebas Asean yang akan berlaku 2015 mendatang, SDM yang berkualitas akan menjadi penentu apakah keuangan syariah kita mampu bersaing atau tidak di tingkat Asean.

Untuk melahirkan SDM yang siap pakai sesuai kebutuhan pasar, calon karyawan atau bankir harus menguasai dua disiplin ilmu sekaligus. Di samping paham akan ilmu ekonomi konvensional, para calon karyawan atau praktisi bank syariah harus memiliki pengetahuan syariah yang memadai. Jika dua keilmuan tersebut tidak bisa dipadukan, perkembangan industri perbankan syariah bisa menemui kendala yang sangat serius.
Dengan demikian, berbagai peluang dan tantangan dalam pengembangan keuangan syariah di era pasar bebas Asean 2015 harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah, akademisi, praktisi, ulama’ dan masyarakat perlu bersatu dan bergandengan tangan memperbaiki berbagai kendala yang dihadapi keuangan syariah. Jika hal ini bisa dilakukan, Indonesia tidak perlu pesimis mengahadapi MEA 2015. Penulis optimis industri keuangan syariah Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asean dan bisa menjadi pemain utama di pasar tunggal Asean.

sumber : http://www.luwuraya.net/2014/08/mea-2015-dan-masa-depan-keuangan-syariah-kita/

13/12/2014

Bahasan Kajian Rutin Mingguan( ) kali ini mengenai Kisah Sahabat Nabi: Abdurrahman bin Auf, "Manusia Bertangan Emas". Monggo disimak :)

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang m***i yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup.
Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.
Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari.

Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!"

Sa'ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya.

"Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW.

"Emas seberat biji kurma," jawabnya.

Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'.

Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya."

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?"

"Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan."

"Berapa?" tanya Rasulullah.

"Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah."

Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?"

"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas.

Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar."

Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar p**a kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu." Amin.

Materi kajian tentang Perbankan Syariah di kampus Polines :)
06/12/2014

Materi kajian tentang Perbankan Syariah di kampus Polines :)

Agenda terdekat kita ada Gema Ramadhan ft KSEI dengan tema "Satukan Hati dalam indahnya Berbagi"Kegiatan :-Sahur on the ...
02/07/2014

Agenda terdekat kita ada Gema Ramadhan ft KSEI dengan tema
"Satukan Hati dalam indahnya Berbagi"
Kegiatan :
-Sahur on the road
-Bakti sosial
-Buka bersama kaum dhuafa di Desa deliksari, kelurahan sukorejo, Kec. Gunungpati, Semarang
*Kami juga membuka pendaftaran volunteer Ramadhan *
Caranya ketik : nama_kelas_CP
kirim ke 085775720844 (ikhwan) 085727111392 (akhwat)
HTM : GRATISS..
InsyaAllah berpahala, berkah dan bermanfaat :)

Ada yang tertarik mau tau lebih tentang KSEI Jazirah Polines ? Baca Buletin Arafah berikut yuk :)
02/07/2014

Ada yang tertarik mau tau lebih tentang KSEI Jazirah Polines ? Baca Buletin Arafah berikut yuk :)

02/07/2014

Assalamualaykum, ini merupakan akun page KSEI Polines yang baru semoga bisa terus mengupdate agenda - agenda kami dan terus menebar kebaikan

Address

Semarang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KSEI Jazirah Polines posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share