Pesantren PayTren

Pesantren PayTren SEMUA BISA JADI PENGUSAHA

Bagi yg sedang mencari :
• Peluang usaha
• Bisnis sampingan
• Persi

Siapa sangka jika Guru Ngaji Putri Imam Masjidil Haram Ini Ternyata Orang Indonesia. Jika tidak bertemu secara langsung ...
17/04/2019

Siapa sangka jika Guru Ngaji Putri Imam Masjidil Haram Ini Ternyata Orang Indonesia. Jika tidak bertemu secara langsung atau melihat gambar wajahnya, mungkin tidak ada yang menyangka bahwa pembimbing hafalan Al Qur’an bagi putri Imam Besar Masjidil Haram ternyata orang Indonesia. Ya, hafidzah berwajah anggun ini memang asli orang Indonesia.

Namanya Nabilah Abdul Rahim Binti Bayan, Ia lahir di Makkah pada tanggal 15 April 1992. Sejak usia 4 tahun, Nabilah memang sudah dibimbing oleh orang tuanya untuk menghafal Alquran sehingga pada umur 17 tahun, ia sudah hafal Alquran 30 juz secara lengkap dan tartil.

Usai menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Umm Alqura Makkah, Nabilah mulai berdakwah dengan mengajar Alquran di sebuah lembaga tahfidz Quran. Disanalah, ia membimbing putri Imam Masjidil Haram Syekh Mahir al-Muaiqily.

Ini Salah satu yang bikin Paytren membawa keberkahan untuk semua yang berada didalam komunitas nya..Betapa banyak kebaji...
08/04/2019

Ini Salah satu yang bikin Paytren membawa keberkahan untuk semua yang berada didalam komunitas nya..
Betapa banyak kebajikan yang akan anda dapatkan dari Bisnis ini. Jadi jangan kaget kalau Paytren yang pertumbuhan anggotanya 1.000 orang yang daftar perhari..
Yakin kamu masih mau jadi Penonton sekarang tinggal pilih Mau Sukses bersama kami atau tidak?

Info dan Pendaftaran :

Website : http://www.my.trenmillionaire.com
Landing Page : http://www.trenbisnis2019.com/my
Whatsapp : http://wa.me/6283862100200

Mau liburan kapanpun? Bisa... Pas liburan dapat penghasilan? Juga Bisa  Itulah PAYTREN... Fleksibel kerjanya,  Banyak ma...
08/04/2019

Mau liburan kapanpun? Bisa...
Pas liburan dapat penghasilan? Juga Bisa

Itulah PAYTREN...

Fleksibel kerjanya,
Banyak manfaatnya,
positif komunitasnya,
Komplit legalitasnya,
Gede penghasilannya,

Hehehe.. Alhamdulillah...

Yuk kawan, siapkan diri berjuang bareung kita. InsyaAllah kita siap memandu...

Info dan Pendaftaran :

Website : http://www.my.trenmillionaire.com
Landing Page : http://www.trenbisnis2019.com/my
Whatsapp : http://wa.me/6283862100200

Ini makam Ibunda Nabi saw yang oleh Wahabi dikafir-kafirkan. Kata Alamah Habib Umar bin Hafid, sambil terisak menangis"J...
07/04/2019

Ini makam Ibunda Nabi saw yang oleh Wahabi dikafir-kafirkan. Kata Alamah Habib Umar bin Hafid, sambil terisak menangis"Jika Aminah kafir, dan masuk neraka, maka tidak ada satu orangpun dimukan bumi ini layak masuk surga".

Bagaimana mungkin Nabi saw lahir dari rahim seorang perempuan yang tidak beriman kepada Allah. Para ulama sepakat, para Nabi lahir dari rahim yang suci.

Umat macam apa yang tidak punya kelembutan hati menjaga perasaan Rasulullah saw. Kata Syeikh Ibn Al-Arabi, "أذى النبي صلى الله عليه وسلم من اكبر الكبائر يكاد ان يكون كفرا كما ورد فى القران " او كما قال

"Melukai hati Nabi saw adalah dosa besar paling top, bahkan bisa kufur sebagaimana ayat al-Quran". Kata Ibn Arabi, apa ada yang lebih melukai Nabi saw daripada tuduhan Ibu Nabi saw kafir? Tidak beriman. Apa kalian lebih berhak untuk mendapat hidayah Iman daripada ibunda Nabi saw yang melahirkan seorang putra penerang manusia sepanjang masa.

Iman yang tidak berdiri tegak diatas pondasi yang kuat dan sehat, ia mudah terseok-seok sesuai bisikan kepentingan duniawi. Seperti kata Syekh Azhar, terlihat memperjuangkan agama Allah padahal memperjuangkan hawa nafsunya.

Jika wanita suci seperti Aminah kafir, jika seorang wanita Agung yang melahirkan Nabi seperti Aminah masuk neraka, maka tidak ada seorang ibu yang pernah melahirkan dan yang dilahirkannya layak masuk surga Allah سبحانه وتعالى.

Siap-siap TIKET KA TAMBAHAN Mudik Lebaran akan dibuka mulai dari Pukul 00.00 WIB, 6 APRIL 2019.Pesan tiket KA di Paytren...
05/04/2019

Siap-siap TIKET KA TAMBAHAN Mudik Lebaran akan dibuka mulai dari Pukul 00.00 WIB, 6 APRIL 2019.

Pesan tiket KA di Paytren secepatnya, sebelum kehabisan...!!!

Pasang alarm dari sekarang ya 😊...

Bagi sahabat2 yg blm Update Aplikasi PayTren silakan update dulu di playstore ya...

Klik : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.co.paytren.user

Klik Update...

Demikian ya....

Info dan Pendaftaran :

Website : http://www.my.trenmillionaire.com
Landing Page : http://www.trenbisnis2019.com/my
Whatsapp : http://wa.me/6283862100200





Alhamdulillah... ini nih yg asyiknya di PayTren, sudah bisa langsung gerakk dr bulan pertama... Dan hasilnya kerennnn......
02/04/2019

Alhamdulillah... ini nih yg asyiknya di PayTren, sudah bisa langsung gerakk dr bulan pertama... Dan hasilnya kerennnn.....

Kuncinya praktekkan aja secara istiqomah, panduan2 yg kita share ya... potensinya besarrr..

Tp walaupun potensinya besar, ada yg jauh lebih besar dr hanya sekedar potensi penghasilan...

Sahabat2 sudah merapat blm? Bagi yg blm yuk mulai belajar dan berbisnis dr skrg... InsyaAllah semua bisaaa... Aamiin Ya Robbal 'aalamiin.

Info dan Pendaftaran :

Website : http://www.my.trenmillionaire.com
Landing Page : http://www.trenbisnis2019.com/my
Whatsapp : http://wa.me/6283862100200

*PROMO TERAKHIR HARI INI!*Semangattt Pagiiii Sahabat... Reminder ya... Hari ini promo terakhir...Batas aktivasinya sampa...
30/03/2019

*PROMO TERAKHIR HARI INI!*

Semangattt Pagiiii Sahabat...

Reminder ya... Hari ini promo terakhir...

Batas aktivasinya sampai jam 17.00, pastikan jika ingin dapat bonus promonya, usahakan transfer maksimal jam 15.00 y... supaya ada waktu untuk aktivasinya...

Lebih cepat lebih baik... InsyaAllah peluang lebih dahsyattt...

Setelah aktif, langsung kita masukkan ke group belajar baik di WA maupun di FB...

Sampai jumpa di forum ya..

Info dan Pendaftaran :

Website : http://www.my.trenmillionaire.com
Landing Page : http://www.trenbisnis2019.com/my
Whatsapp : http://wa.me/6283862100200

AHMAD BIN MISKIN dan NAFSU TERSEMBUNYIAhmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak pernah be...
30/03/2019

AHMAD BIN MISKIN dan NAFSU TERSEMBUNYI

Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak pernah bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun,
sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak.
Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain.
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku.
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata:
“Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit.
Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya,
dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku.
“Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki.
Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku,
sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...!
Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan.
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya.
Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

"Terus?”, tanyaku keheranan.

Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun.
Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan.
Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses.
Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu
atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis.
Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku.
Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi.
Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah,
santunan dan berbagai bentuk amal salih.
Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku.
Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan.
Ada semacam harapan pasti dalam diri,
bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, bada n mereka membesar.
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa,
dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar
seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan,
sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain.
Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai.
Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku.
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI.
Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih.
Semua itu membuat amalku tak berharga.
Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan
kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku,sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun.
Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku.
Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah.
Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku.
Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat.
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka..!”

==============
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat
oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?

🌷Jangan pernah bersandar pada amal yg tlh kau lakukan....
Sebab dari *ketertipuan* ini adalah sikap bersandar kpd amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, riya dan akhlak buruk kepada Allah Ta'ala

Orang yang melakukan *amal ibadah* tidak akan pernah tahu apakah amalnya *diterima atau tidak*....🍀

Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya *bernilai keikhlasan* atau tidak.....

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba2Nya. Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya.
Wallahu Ta'ala A'lam....

Teruslah mengerjakan Amal shole sebanyak-banyaknya tapi jangan merasa diri paling sholeh,sebab amal belum cukup mengantarkan kita kesurga tanpa Rahmat & Kasih sayang dari Allah S.W.T

*Barakallah fiikum.*

Astaghfirullahal azhiim..... *Ampunilah kami ya ALLAH jika di hati kami masih ada rasa bangga diri trhdp amal2 kami....* 😢😥

Aamiin Ya Rabbal Alamiin

[ Ar-Rafi’i dalam Wahyul Qalam, 2/153-160 ]

Wallahu a'lam

Address

Bandung
40286

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren PayTren posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pesantren PayTren:

Share