War Sito

War Sito Perdana yogyakarta, nomor cantik yogya, paket data

Pentingnya Budaya Perusahaan“Ada perubahan mendasar pada perilaku konsumen saat ini. Kami menemukan bahwa mereka bersedi...
02/01/2018

Pentingnya Budaya Perusahaan

“Ada perubahan mendasar pada perilaku konsumen saat ini. Kami menemukan bahwa mereka bersedia berjalan satu blok lebih jauh dan menghabiskan lebih banyak uang untuk sebuah perusahaan yang nilai-nilainya mereka percaya.” Howard Schultz, CEO Starbucks

Sementara penggiat di bidang Corporate Culture dan Performance, Kotter & Heskett, berujar “Perusahaan dengan budaya yang kuat mampu menghasilkan revenue 4x lebih tinggi, memiliki kualitas tenaga kerja 7x lebih baik, meraih nilai saham 12x lebih tinggi serta keuntungan bersih lebih dari 700% jika dibandingkan dengan perusahaan dengan budaya yang lemah.”

Kedua pernyataan di atas menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat engagement seseorang dengan brand atau produk tertentu, maka akan semakin tinggi p**a loyalitasnya kepada brand atau produk tersebut.

Karyawan akan semakin loyal jika mereka merasa menjadi bagian dari perusahaan itu. Mereka akan bekerja dengan semaksimal mungkin demi mencapai tujuan bersama yang diharapkan. Karena di benak mereka, yang ada hanyalah kebanggaan dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan.

Karyawan bukan benda mati atau mesin yang bisa ditinggalkan begitu saja saat mereka sedang tidak digunakan. Mereka harus dimaintain sedemikian rupa agar tidak kehilangan ruhnya hingga bahkan lupa apa yang menjadi tujuan utama mereka bekerja.

Yang perlu dilakukan perusahaan adalah menanamkan nilai dan budaya yang kuat agar karyawan mereka bekerja memiliki arti, bukan sekadar menunaikan job desc semata. Karyawan harus bekerja dari hati, karena itulah satu-satunya cara untuk menumbuhkan passion di dalam diri.

kubik.co.id

MANAJEMEN UMURUmur 0-20 Tahun (Manguasai Teori Hidup) Mencari 3 ilmu :1. Ilmu Syar’i, otak Hati Rasa Takwa Moralitas2. I...
20/07/2017

MANAJEMEN UMUR

Umur 0-20 Tahun (Manguasai Teori Hidup)
Mencari 3 ilmu :
1. Ilmu Syar’i, otak Hati Rasa Takwa Moralitas
2. Ilmu Profesi, Otak Rasio Cerdas Kreatifitas
3. Ilmu Beladiri, Otot Raga Terampil Kriminalitas

Umur 21-40 Tahun (Menguasai Dunia)
1. Menikah
2. Punyai anak
3. Harta yang banyak dari emas dan perak.
4. Kendaraan = Kuda pilihan Telah mempunyai kendaran yang memadai dilihat dari segi fungsi dan gengsi
5. Kekayaan yang produktif = Binatang ternak Telah mempunyai badan usaha seperti perusahaan dll.
6. Jaminan hari tua = Sawah dan ladang Telah mempunyai tabungan dan deposito untuk hari tua

Umur 41-60 Tahun (Mencari Nilai dan Kualitas dalam Kehidupan)

1. Mampu bersyukur dengan nikmat
- Nikmat yang ada pada diri yang diperoleh pada umur 21-40 tahun.
- Nikmat yang ada pada orang tua kita yang diberikan pada kita di umur 0-20 tahun.
2. Diridhoi Allah SWT. dengan amal sholeh Melatih keikhlasan
3. Melakukan regenerasi Mendidik anak agar menjadi sholeh
4. Bertaubat Dosa-dosa di usia 0-40 tahun
5. Berserah diri kepada Allah SWT. Menjadi seorang muslim yang hakiki

Umur 61 Tahun - Seterusnya (Belajar Untuk Meninggalkan Dunia)
Manusia sudah tidak butuh dengan dunia, dan sudah tidak dibutuhkan oleh dunia.
“ketika manusia meninggal, maka akan terputus semua amalannya, keculai tiga perkara : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfa’at dan anak sholeh yang mendo’akan kepadanya”.

Ust Didik purwodarsono

Mulailah Membangun tujuan Bisnis untuk Bisnismu mulai sekarangAda 2 orang pedagang. Dagangan yang dijual sama,  Waktu un...
08/04/2017

Mulailah Membangun tujuan Bisnis untuk Bisnismu mulai sekarang

Ada 2 orang pedagang. Dagangan yang dijual sama, Waktu untuk jualan sama, Energi yang dikeluarkan keduanya sama, Tapi mengapa hasil yang didapatkan bisa berbeda ?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan di tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa kita analogikan dalam kisah berikut.

Di sebuah desa terdapat 3 tukang batu yang sedang memasang batu bata untuk membangun rumah. Pekerjaannya sama, aktifitasnya sama dan jam kerjanya juga sama. Ketiga jawaban pekerja tersebut berbeda Ketika di tanya " Apa yang sedang kamu lakukan ?"

Pekerja yang pertama menjawab, " Yang saya kerjakan adalah memasang batu bata !". Yang terjadi adalah beliau fokus dalam memasang bata. Dia tidak menghiraukan pekerjaan yang lain. Bila waktu kerja telah selesai Dia lalu p**ang ke rumah. Semangatnya pekerja pertama adalah selesai waktu bekerja p**ang. Hasilnya apa? Hasilnya pekerja pertama asal-asalan dalam bekerja.

Pekerja yang kedua menjawab," Saya sedang membangun tembok ". Yang terjadi pekerja tersebut fokus menata bata untuk menjadikan tembok yang tegak yang lurus. Semangat yang dimiliki adalah membuat tembok menjadi lurus dan tegak. Dia akan berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menata bata-bata miliknya. Bila ada yang bengkok langsung diluruskan. Dia cek baris berbaris. Karena ada yang bengkok ke atasnya akan sulit meluruskan nya.

Pekerja yang ketiga menjawab " Saya sedang membangun rumah yang indah". Tukang ini Fokus membuat rumah yang indah. Semangatnya yang dimiliki adalah semangat untuk terus bekerja. Dia tidak rela bila waktu terbuang percuma dan tidak ingin cepat p**ang ke rumah meski waktu kerja selesai. Dia tidak sabar karena ingin rumah yang dia bangun segera terwujud. Di pikirannya tergambar jelas ruangan-ruangan yang sudah jadi. Semangatnya terus bekerja tanpa kenal lelah.

Apa yang membedakan ketiga pekerja tersebut ? Yang membedakan ketiganya adalah Visi. Besar kecilnya VISI akan menentukan hasil pekerjaannya. Visi berbeda Maka semangat kerja berbeda, etos kerjanya berbeda dan hasil kerjanya berbeda.

Sama sama bisnis akan dipengaruhi apa yang ada di kepala kita. VISI KITA.
😊😊😊

Address

Sedayu
Bantul
55752

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when War Sito posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share