05/08/2017
*Festival Entrepreneur Indonesia (FEI)* yang akan diselenggarakan segera tanggal 15-16 Agustus 2017, bukan merupakan ajang Event Organizer yang berorientasi bisnis atau komersial.
FEI sepenuhnya dimotori oleh beberapa pegiat wirausaha dan komunitas bisnis yang concern pada pemberdayaan entrepreneur Indonesia. *At no cost, alias tidak dibayar*.
FEI ingin mendorong terciptanya iklim kewirausahaan yang berkarakter, professional, dan bervisi global.
Menggandeng sejumlah pegiat wirausaha, seperti para Guru, professional, expert, dan praktisi, event FEI ingin memperkokoh ekosistem entrepreneurship di Indonesia, dan membantu menemukan produk-produk berpotensi ekspor untuk difasilitasi ke pasar dunia.
Selama 2 hari full, peserta akan mendapat berbagai ilmu, inspirasi, dan wawasan bisnis dari pembicara-pembicara yang kompeten dan telah dikenal gigih memberdayakan para pelaku UKM; mendapat bimbingan dari expert, Coaches, dan Mentors; berkesempatan mendapat permodalan dari para Investor real; berjejaring dan mendapat akses pasar tak terbatas; atau mempublikasikan produk-produknya dalam bazaar.
Meski hanya dipersiapkan sebulan, namun puji syukur, spirit dan komitmen untuk bersinergi memberdayakan negeri ini bisa dirasakan.
Seperti ratusan coaches dan mentors yang terlibat dalam event ini, meski Pro bono atau tidak dibayar, tetap menunjukkan antusiasmenya.
Coaches dan Mentors ini datang dari berbagai keilmuan, profesi, komunitas bisnis, serta lembaga Coaching bereputasi nasional dan multinasional, seperti; ICF (International Coach Federation), G-Coaches (Grounded Business Coaches), SBM (Smart Busines Map), Rumah UKM (Indonesia Bisa Bikin Brand), TDA (Tangan Di Atas), TFM (Training For Mentor), JWO Raya (Jaringan Wirausaha OKE OCE), dan sebagainya.
Untuk menjaga kenetralan, kultur, dan komitmen FEI, sekaligus menghapus keraguan bahwa gelaran ini hanya event ber-orientasi bisnis, bukan ajang pemberdayaan, dibuktikan dengan ketentuan yang telah dipahami, seperti:
* Melakukan proses coaching sesuai dengan ranah Coaching, yaitu GROW Model. Dan *tidak diperkenankan melakukan coaching di luar konteks lain*, seperti terapi, hipnotis, meditasi, dan lain sejenisnya.
* Pemberian coaching semata untuk *pembelajaran dan menambah jam terbang*. Tidak boleh berorientasi bisnis, atau mempromosikan diri dengan maksud komersial, termasuk memberikan kartu nama, nomor telpon, brosur, dll.
* *Larangan keras menjual program dalam bentuk apapun* ke peserta coaching atau coachee. Jikalau ada, harus disampaikan ke panitia, yang difasilitasi oleh kordinator.
Keterlibatan para pengisi acara, selain memberikan buah pikiran, waktu, dan tenaganya, juga diberikan dengan mengorbankan sebagian profit bisnisnya untuk memberikan benefit tambahan bagi peserta, yang nilainya RATUSAN JUTA!
Kalau saja tidak dibatasi, hampir semuanya bersedia berkontribusi, agar peserta dapat langsung menindaklanjuti dengan aksi terstruktur, meski event telah selesai.
Dengan bersatunya semua komponen pegiat entrepreneurship, yang bersedia duduk bersama menyatukan segala perbedaan di dalam satu niat dan gerakan nyata, kini saatnya bertanya; *maukah berjalan bersama?*
Karena mimpi tentang membangun perekonomian Indonesia yang adil merata dan berdaya melalui gerakan kewirausahaan, tak akan benar-benar menjadi nyata, jika kemudian hanya berhenti pada retorika dan slogan.
Mari BERSINERGI melakukan perubahan. Mari melakukan terobosan. Demi .
www.festivalentrepreneur.id
Pendaftaran : http://bit.ly/RegFEI