02/12/2016
Dewasa ini, kita telah tahu bahwa fitnah dunia semakin marak. Dimana pun dan kapan pun, hampir setiap saat hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah begitu dekat dengan kita. Misalnya ketika kita berjalan, ada saja hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilihat. Lalu bgaimanakah kita sebagai muslim menghadapi fitnah semacam ini ?
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan dalam haditsnya :
"Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya". (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
Al-qur'an dan Sunnah adalah inti dari ajaran islam. Dengan berpegang teguh pada keduanya, maka kita akan selamat, tidak tersesat. Segala hal yang ada dalam Al-qur'an dan Sunnah adalah untuk kebaikan kita. Karena kita diciptakan bersamaan dengan SOP-nya, prosedur pengoperasian standar yaitu Al-qur'an dan Sunnah. Yang dengan itu kita muslim, akan berada pada kemenangan.
Al-qur'an adalah kalamullah, firman Allah sehingga mengandung konsekuensi untuk mengimaninya jika kita memang beriman kepada Allah. Sunnah adalah ucapan, perbuatan, dan diamnya Rasulullah. Dimana sunnah-sunnah ini memiliki kebaikan-kebaikan didalamnya, sehingga sudah seharusnya, kita yang mencintai beliau sallallahu 'alaihi wasallam untuk meneladaninya.
Kita mungkin terasa berat untuk melakukan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, karena kita tidak pernah bertemu dengannya sallallahu alaihi wasallam, kita tidak hidup sezaman dengannya. Oleh karena itu, marilah kita terus berusaha lebih baik lagi untuk mencontoh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam karena beliau adalah sebaik-baik manusia ciptaan Allah dan paling bersih hatinya.
Semoga bermanfaat..