AhlussunnahBookshop

AhlussunnahBookshop Ilmu, adalah cahaya dalam setiap amalan sholih seorang hamba. Rasulullah mengajarkan untuk berilmu sebelum beramal.

Untuk belajar dan paham ilmu sebelum melakukan suatu ibadah. Kami baru mengenal Sunnah dan merasakan kebutuhan yang besar untuk mengetahui ilmu-ilmu Agama Islam ini berdasar pemahaman yang sesuai para shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabiin yang lurus. Banyak sekali buku-buku bernafaskan Islam dipasaran atau di toko-toko buku sekarang ini. Tapi, apakah kita mengetahui mana saja yang bermanhaj ahlussu

nnah dan bukan? Berdasar pengalaman tersebut, kami berniat membantu saudara sekalian untuk merasa mudah, nyaman dan lega. Ya, disini kami InsyaAllah berusaha memudahkan kebutuhan saudara Muslim terhadap Al-Qur'an Utsmani dengan tajwid yang disesuaikan, serta buku-buku para ulama besar seperti Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir, Syaikh Al-Albani, dan lain sebagainya dengan dasar manhaj ahlussunnah yang lurus. Juga ulama dan para asatizah yang menulis buku-buku terkini. Dibagi berdasarkan tema setiap buku dalam album sesuai tema utama Aqidah, Ibadah, Fiqih, Tajwid, Wanita, Keluarga dan Anak-anak dalam pembahasan berbagai problematika kontemporer umat dizaman sekarang ini. Ahlussunnah Bookshop berharap dapat ikut serta menjembatani ilmu dari zaman ke zaman. InsyaAllah

Ummu Khaizuran
Owner & CEO Ahlussunnah Bookshop

ENSIKLOPEDI FIKIH WANITABuku Ensiklopedi Fikih Wanita ini memuat seluruh permasalahan fikih wanita dari A-Z.Penulisnya s...
08/03/2017

ENSIKLOPEDI FIKIH WANITA

Buku Ensiklopedi Fikih Wanita ini memuat seluruh permasalahan fikih wanita dari A-Z.

Penulisnya sengaja menyusun buku ini secara ringkas tetapi padat isi dan dalil dari Al-Qur-an maupun As-Sunnah yang Shahih agar tidak melelahkan pembaca.

Hadits-haditsnya mengikuti takhrij Syaikh Al-Albani rahimahullah dan hukum fikihnya menyelaraskan dengan pilihan Syaikh Utsaimin rahimahullah, jauh dari fanatisme madzhab dan perselisihan pendapat.

Termasuk keunggulan Ensiklopedi fikih ini, pembahasannya didahului dengan prinsip-prinsip aqidah salaf Ahlus-Sunnah wal Jamaah yang lurus untuk dijadikan pedoman. Buku ini pantas dimiliki setiap wanita muslimah yang haus akan ilmu agamanya dan rindu akan kehidupan sehari-hari yang islami.

Ukuran: 17 x 24 cm
Halaman: 776 hal
Harga: Rp 150.000,-

Ensiklopedi Sahabat NabiPenulis : Mahmud al Mishri Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya): “Janganl...
08/03/2017

Ensiklopedi Sahabat Nabi
Penulis : Mahmud al Mishri

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya): “Janganlah kalian mencela sahabatku. Demi Allah, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai segenggaman tangan mereka, bahkan setengahnya pun tidak ...” (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya): “Janganlah kalian mencela sahabatku. Demi Allah, seandainya salah seorang di antara kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai segenggaman tangan mereka, bahkan setengahnya pun tidak ...” (HR. Al-Bukhari)

Umat Islam seluruh dunia sepakat bahwa generasi terbaik umat ini adalah generasi Sahabat Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam. Merekalah yang seharusnya dijadikan idola dan teladan hidup bagi generasi sesudahnya. Namun, ironisnya, generasi muda muslim sekarang sedikit yang mengenal pribadi manusia-manusia pilihan Allah ini. Mereka lebih akrab dengan nama tokoh-tokoh lain yang tidak pantas dijadikan panutan.

Maka, sudah saatnya umat Islam mengenalkan kembali dan mengakrabkan generasi mudanya dengan tokoh-tokoh penting dan utama dari kalangan Sahabat Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, panutan dan teladan hidup sejati.

Buku ini mengajak kita berselancar mengarungi samudra keteladanan dan mutiara kehidupan dalam rangkaian episode-episode penting perjalanan hidup 104 Sahabat Nabi `. Kisah keteladanan mereka terpotret apik melalui goresan pena emas penulis buku ini; dimulai dari Khulafaur-Rasyidin, sepuluh
Sahabat Nabi yang dijamin Surga, dan seterusnya

Ukuran: 17 x 24 cm
Halaman: 560 hal
Harga: Rp 390.000,-/Set (Jilid 1 ~ 3)
Harga per jilid : Rp. 130.000,-

ENSIKLOPEDI FIKIH WANITAPenulis : Muhammad bin Sayyid al-Khauli  "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan  padanya, ni...
08/03/2017

ENSIKLOPEDI FIKIH WANITA

Penulis : Muhammad bin Sayyid al-Khauli

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Dia akan memberinya Pemahaman yang baik dalam agama" ( Muttafaqun alaih)

Buku Ensiklopedi Fikih Wanita ini memuat seluruh permasalahan fikih wanita dari A-Z.

Penulisnya sengaja menyusun buku ini secara ringkas tetapi padat isi dan dalil dari Al-Qur-an maupun As-Sunnah yang Shahih agar tidak melelahkan pembaca.

Hadits-haditsnya mengikuti takhrij Syaikh Al-Albani rahimahullah dan hukum fikihnya menyelaraskan dengan pilihan Syaikh Utsaimin rahimahullah, jauh dari fanatisme madzhab dan perselisihan pendapat.

Termasuk keunggulan Ensiklopedi fikih ini, pembahasannya didahului dengan prinsip-prinsip aqidah salaf Ahlus-Sunnah wal Jamaah yang lurus untuk dijadikan pedoman. Buku ini pantas dimiliki setiap wanita muslimah yang haus akan ilmu agamanya dan rindu akan kehidupan sehari-hari yang islami.

Ukuran: 17 x 24 cm
Halaman: 776 hal
Harga: Rp 150.000,-

06/03/2017
Syarah Kitab TauhidPenulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas"Bertauhid ataupun mengesakan Allah Ta'ala dalam beribadah ialah...
06/03/2017

Syarah Kitab Tauhid
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas

"Bertauhid ataupun mengesakan Allah Ta'ala dalam beribadah ialah sebesar-besar kewajiban manusia di dunia. Yang demikian karena tujuan utama penciptaannya adalah beribadah kepada-Nya semata, dengan tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu apa pun. Dan agar tauhid tersebut benar dibutuhkan ilmu yang benar p**a, mengingat tidak sedikit konsep tauhid yang menyimpang yang ia diyakini beberapa kelompok muslim.

Buku di tangan Anda ini menyuguhkan pembahasan tauhid secara tuntas dan benar berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur-an dan as-Sunnah serta perkataan ulama-ulama salaf yang lurus. Tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ini merupakan ulasan atau syarah terhadap Kitab Tauhid yang terkenal, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Dengan membaca buku ini, Anda akan mendapatkan ilmu yang benar tentang tauhid serta terbantu untuk dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ukuran: 15 x 23 cm
Halaman: 636
Harga: Rp 110,000,-

SYARAH TUHFATUL ATHFALPedoman Tajwid untuk PemulaPenulis : Syaikh Sulaiman al-JamzuryRasulullah bersabda. “ Yang terbaik...
06/03/2017

SYARAH TUHFATUL ATHFAL
Pedoman Tajwid untuk Pemula

Penulis : Syaikh Sulaiman al-Jamzury

Rasulullah bersabda. “ Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5027)

Buku ini berisi kump**an matan syair tentang ilmu tajwid yang sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu tajwid. Penulisnya menyusunnya sedemikian rupa agar mempermudah para murid untuk menghapalnya. Dengan modal hafalan itu seorang murid akan mudah mengingat kaidah-kaidah ilmu tajwid tanpa perlu memeras otak.

Matan atau kump**an syair atau istilah lainnya nadzam seperti ini lazim digunakan di lingkungan penuntut ilmu tempo dulu dan pesantren-pesantren.

Metode mengingat seperti ini merupakan salah satu kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh metode menuntut ilmu masa kini.

Kelebihan lain buku ini, matan syairnya telah disyarah dan dijelaskan oleh ulama lain sehingga tidak dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman terhadap maksudnya. Meskipun demikian, sangat disarankan bagi para penuntut ilmu tajwid ini agar mempelajarinya dan mempraktekannya dengan guru atau hafidz yang benar-benar menekuni ilmu ini. Ini dikarenakan praktek penerapan ilmu ini lebih diutamakan daripada teorinya.

Selamat menimba ilmu tajwid dengan mudah dan praktis

Ukuran : 18,5 x 25,5 cm
Tebal : 62 hlm
Harga : Rp 20.000,-

Rahasia Shalat menurut Ibnul QoyyimPenulis : Dr. Malik Sya'banSabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam:"Dan dijadi...
06/03/2017

Rahasia Shalat menurut Ibnul Qoyyim
Penulis : Dr. Malik Sya'ban

Sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam:
"Dan dijadikan kesejukan mataku dan kenikmatan hatiku di dalam shalat." [HR. Ahmad]

Entah sudah berapa ribu kali kita mengerjakan shalat selama ini. Entah sudah berapa ratus ribu kali kita berdiri, ruku’, sujud, duduk, bertakbir, membaca al-Fatihah, bertasbih, bertahmid, beristighfar, bertasyahud, bershalawat, dan berdo’a dalam shalat kita.

Tetapi yang penting kita pertanyakan, pernahkah kita menghitung berapa kali kita terhanyut dalam suasana khusyu’ dan nikmat? Berapa kali kita menyadari bahwa kita sedang berdialog dan mengadu kepada Sang Pencipta? Berapa dalam kita merenungi dan menghayati makna dan rahasia setiap gerakan dan ucapan yang kita kerjakan dalam shalat?

Dalam buku ini Ibnul Qayyim mengajak kita merenungi dan memaknai setiap gerakan dan bacaan shalat yang kita lakukan, mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Selamat menyimak.



Harga: Rp.25,000,-

Penulis : Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, (...
04/03/2017

Penulis : Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al-Ahzab: 21)

Kitab Riyâdhush Shâlihîn karya Imam an-Nawawi merupakan salah satu kitab hadits yang paling sarat kandungannya dan populer di kalangan masyarakat. Begitu pentingnya kandungan kitab tersebut, banyak ulama yang menyusun kitab Syarah tersendiri untuk men­jelaskan hadits-haditsnya, baik dari sudut pandang riwayah maupun dirayah. Salah satunya adalah kitab yang ada di tangan Anda sekarang; Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdish Shâlihîn, yang kami terjemahkan menjadi Syarah Riyadush Shalihin. Selain untuk menyempurnakan karya Imam an-Nawawi di bidang hadits nabawi, kitab yang disusun oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali ini juga bertujuan melengkapi kitab-kitab Syarah yang pernah diterbitkan.

Pada kitab yang diterbitkan dalam lima jilid ini, penyusun men-jelaskan hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang akan membimbing setiap Muslim dalam beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan sesama, serta dalam meningkatkan kualitas keimanan dan kesucian jiwa mereka menuju insan yang mulia di sisi-Nya.

Dibandingkan dengan kitab-kitab Syarah lainnya, keunggulan kitab ini ada pada penyusunannya yang telah melalui tahapan-tahapan ilmiah. Di samping itu, pembahasan setiap haditsnya disertai dengan takhrij, makna kosa kata, dan penjelasan kandungan hadits, semua itu disusun secara sistematis dan singkat, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami kandungan setiap haditsnya secara utuh.

Dengan membaca dan mengamalkan kandungan kitab ini, insya Allah, kita akan terbantu untuk menjadi pribadi-pribadi Muslim yang lebih istiqamah dalam mencapai kesempurnaan ‘ubudiyah kepada Allah.



Harga: Rp 140.000,-/Jilid
Set: Rp 700.000,-/Set (Jilid 1 ~ 5)

Rasulullah diutus sebagai rahmatan lil'alamin. Penutup para Nabi. Utusan kepada seluruh manusia sampai akhir zaman. Kunci selamat dari kehidupan dunia ini tidak lepas dari ibadah yang berpegang pada petunjuk sunnah Rasulullah.

Selamilah ilmu Rasulullah melalui hadits-hadits penuh petunjuk kepada cahaya yang runut dicatat dalam tinta emas sejarah, berabad-abad, berestafet dengan sanad yang teruji. Menjadi pegangan umat Islam yang ingin selamat, bagi mereka yang mau mempelajari.

Penulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan al Atsari“Dan (juga) pada dirimu sendiri (terdapat ayat kebesaran Allah). Maka apakah k...
04/03/2017

Penulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan al Atsari

“Dan (juga) pada dirimu sendiri (terdapat ayat kebesaran Allah). Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat :21)

Kita diperintahkan merenungi ayat-ayat kauni Allah, ternyata ayat yang paling dekat adalah tubuh kita sendiri, sungguh tidak layak manusia sombong dan mengingkari kebesaran Allah padahal dia sendiri membawa bukti kebesaran Allah pada raganya. _­dr. Raehanul Bahrain.

Walaupun tidak sedetail buku teks kedokteran, melalui buku ini, pembaca semua diajak untuk ikut bisa memahami dan menikmati sebagian kebesaran Allah yang ada pada tubuh kita. _dr. Adriyanti, Sp.O.

Dengan membaca buku ini semakin menyadarkan kita akan Maha Sempurnanya Rabb kita. _dr. Ayu N. Qomariyati, Sp.

Buku yang luar biasa! Bagaimana kita sebagai makhluk Allah harus menyadari dengan menggunakan akal dan pikiran akan kemahabesaran dan kemahakuasaan Allah. Sebab ternyata ayat-ayat Allah terdapat pada diri kita sendiri, termasuk organ jantung, mesin pada tubuh manusia yang bekerja tiada henti sepanjang usia. _dr. Joeristanti Soelistyaningroem, Sp.JP (FIHA)

Alhamdulillah, lewat buku ini terungkap lagi kebesaran Allah, walaupun selama ini ilmu kedokteran telah dipahami. —dr. Lili Syarief Hidayatsyah, Sp.PD

Disertai pemahaman mendalam dalam bidang ilmu agama, penulis berhasil mengantarkan pembaca untuk menyadari bahwa manusia teramat kerdil dibandingkan kekuasaan Allah._ dr. Mimin Suwangsih, Sp.A., M.Kes

Dengan memahami ayat-ayat Allah pada tubuh manusia, diharapkan praktisi kesehatan bisa turut memahamkan kepada pasien dan orang awam lainnya mengenai manfaat penciptaan manusia yang sempurna. _dr. Ningrum Wahyuni, M.Biomed

Buku ini sangat inspiratif mengingatkan kita bahwa Allah adalah Maha Pencipta yang tidak tertandingi dan kita adalah mahakarya yang sempurna yang diciptakan-Nya. _dr. Olivia Anggrenni, M.Ked, Sp.DV

Buku ini memaparkan secara jelas dan dengan bahasa yang mudah dicerna mengenai keajaiban-keajaiban dalam tubuh manusia dan dalil-dalil dalam al-Qur-an dan Hadits yang berkaitan dengan keajaiban tubuh manusia tersebut. _drg. Wini Herwini, M.Kes

Buku ini menjadi sangat menarik dan ilmiah ketika penulis memberikan gambaran betapa Maha Kuasanya Allah menciptakan sesuatu yang melekat di tubuh kita baik sekecil apa pun tidak akan sia-sia. _dr. Yunita Aryani, M.Biomed, Si.

Harga: Rp. 100.000,-

Ihsan dan Abu Ihsan

Buku baru yang hadir melengkapi khazanah mutiara ilmu yang berpendar dihati para penuntutnya. InsyaAllah memudahkan kita untuk mengamalkan isinya p**a. Amiin.

04/03/2017

* Semangat Meraih Ilmu Agama Dulu dan Kini *

Kita tahu bagaimanakah keutamaan seseorang menuntut ilmu agama, sungguh begitu besar dan tidak ada tandingannya.

Ada hadits shahih yang disebutkan dalam Sunan Abi Daud (no. 3641) dan haditsnya shahih, dari Katsir bin Qais, ia berkata, aku pernah duduk bersama Abu Darda’ di Masjid Damasqus, lalu datang seorang pria yang lantas berkata, “Wahai Abu Ad Darda’, aku sungguh mendatangi dari kota Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– (Madinah Nabawiyah) karena ada suatu hadits yang telah sampai padaku di mana engkau yang meriwayatkannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku datang untuk maksud mendapatkan hadits tersebut.

* Lihat hanya demi mendengar satu hadits, orang ini rela menempuh perjalanan dari Madinah menuju ke Damasqus di Syam. Ini bukan jarak yang dekat. Ini ditempuh dengan safar.

Abu Darda’ lantas berkata, sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga.”

* Ini keutamaan pertama dari menuntut ilmu, bahwa dengan ilmu akan dimudahkan jalan menuju surga.

Menempuh jalan untuk mencari ilmu ada dua makna, bisa jadi benar-benar ia ke majelis ilmu lewati jalan. Bisa jadi maknanya adalah hissi, yaitu ia lakukan cara apa pun untuk meraih ilmu, bisa dengan hadir, duduk, mendengar, menghafal, mencatat, sampai ia menguatkannya dengan banyak mengulang hingga menyebarkan ilmu tadi pada yang lain.

Tentu saja ia mencari ilmu ini atas dasar ikhlas karena setiap ibadah yang didasari ikhlas, itulah yang mendapatkan balasan. Jika ilmu agama dicari hanya untuk meraih dunia, dapat kedudukan mulia, dapat gelar, dapat duit, maka tentu tidak mendapatkan balasan seperti disebut dalam hadits.

Yang dimaksudkan akan dimudahkan jalan menuju surga adalah ia diberi taufik di dunia untuk beramal shalih sehingga dengan amalan itu masuk surga, atau ia dimudahkan jalan di akhirat untuk masuk surga. Demikian keterangan dari Al-Munawi dalam Faidhul Qadir.

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu.”

* Maksudnya, para malaikat benar-benar menghormati para penuntut ilmu. Ketika itu juga malaikat mendengarkan ilmu.

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ

“Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air.”

* Berarti dengan menuntut ilmu dan berada dalam majelis ilmu bisa menghapuskan dosa.

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

“Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya.”

* Orang yang berilmu bisa memberikan pengaruh ilmunya pada yang lain, pengaruhnya besar. Sedangkan ahli ibadah tidak bisa memberikan pengaruh pada yang lain seperti itu. Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam misalkan seperti cahaya bulan dan cahaya bintang untuk membandingkan ahli ilmu dan ahli ibadah. Seorang alim yang benar adalah ia menyibukkan diri dengan ilmu dan tidak melupakan amalan. Sedangkan seorang ahli ibadah adalah yang menyibukkan diri dengan ibadah tanpa mempedulikan dasar ilmu dari ibadah tersebut.

وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak p**a dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.”

* Seorang hamba barulah dikatakan baik jika ia mengambil warisan ilmu dari Nabi. Bukan sekedar menjadi seorang teknokrat, psikiater, dokter, seorang master atau seorang professor. Karena warisan Nabi bukanlah dunia dan harta, bukan p**a ilmu dunia. Warisan Nabi yang sebenarnya adalah pada ilmu agama. Karenanya jangan sampai meninggalkan ilmu agama karena sibuk dengan keduniaan atau sibuk mencari ilmu dunia.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Ruum: 7)

Karena seorang dokter dan teknokrat yang kenal agama, jauh berbeda dengan yang tidak kenal agama.

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az- Zumar: 9).

Tentang ayat di atas, Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata,

لاَ يَسْتَوِي هَؤُلاَءِ وَلاَ هَؤُلاَءِ، كَمَا لاَ يَسْتَوِي اللَّيْلُ وَالنَّهَار، وَالضِّيَاء والظِّلاَم، والماَء والنَّار

“Tentu tidak sama antara mereka dan mereka (yang berilmu dan tidak berilmu). Sebagaimana tidak sama antara malam dan siang, tidak sama antara terang dan kegelapan, begitu p**a tidak sama antara air dan api.”

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS. Al-Qashshash: 77). Ibnu Katsir berkata, “Gunakanlah yang telah Allah anugerahkan untukmu dari harta dan nikmat yang besar untuk taat pada Rabbmu dan membuat dirimu semakin dekat pada Allah dengan berbagai macam ketaatan. Dengan ini semua, engkau dapat menggapai pahala di kehidupan akhirat.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 37).

Para ulama membuktikan bahwa mereka punya semangat tinggi dalam meraih ilmu agama. Sampai waktunya habis untuk meraih hal itu.

Al Khotib Al Baghdadi dalam kitab tarikhnya berkata, “Aku pernah mendengar ‘Ali bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdul Ghoffar Al Lughowi (lebih terkenal dengan sebutan As Samsamani), ia menceritakan bahwa Muhammad bin Jarir Ath Thobari pernah menetap selama 40 tahun dan menulis setiap harinya 40 halaman.

Dan telah sampai kisah kepadaku dari Abu Hamid Ahmad bin Abi Thohir Al Faqih Al Isfaroini, ia bekata, “Seandainya seseorang bersafar ke China lantas ia menemukan kitab tafsir karya Ibnu Jarir, maka ia akan temukan tidak begitu banyak (dari kenyataan, pen).” Atau beliau mengucapkan perkataan semakna dengan itu.

Al Qodhi Abu ‘Abdillah Muhammad, ia berkata bahwa ‘Ali bin Ahmad Ash Shona’ Ubaidullah bin Ahmad As Samsar dan ayahku berkata bahwa Abu Ja’far Ath Thobari pernah berkata pada murid-muridnya, “Apakah kalian punya semangat untuk menulis tafsir Al Qur’an?” “Berapa lembar yang mau ditulis?”, tanya murid-muridnya. Jawab Ath Thobari, “Tiga puluh ribu (30.000) lembar.” Mereka malah menjawab,

هَذَا مِمَّا تَفْنَى الاَعْمَار

“Menulis seperti itu malah menghabiskan umur kami.” Akhirnya kitab tersebut selesai dan lebih diringkas yang akhirnya menjadi sekitar 3000 lembaran.

Ath-Thabari berkata lagi pada murid-muridnya, “Apakah kalian punya semangat untuk menulis kitab tarikh (sejarah) alam semesta mulai dari Adam hinggga saat ini?” “Berapa lembar yang mau ditulis?”, tanya murid-muridnya. Ath Thobari menyebut sebagaimana kitab tafsir tadi, lalu mereka pun menjawab semisal itu. Lantas Ibnu Jarir Ath Thobari berkata,

اِنَّا للهِ مَاتَتِ الهِمَم

“Inna lillah … Semangat (ambisi) manusia saat ini telah mati.” (Tarikh Baghdad karya Al Khottib Al Baghdadi, 2: 163)

Lihatlah bagaimana semangat ulama dalam meraih akhirat, raih ilmu yang Allah cinta, raih ilmu yang jadi warisan para Nabi. Bandingkan dengan semangat pemuda dan orang-orang saat ini. Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : https://rumaysho.com/12078-semangat-meraih-ilmu-agama-dulu-dan-kini.html

Hukum bacaan tajwid beserta contohnya-ketika kita membaca Al quran tidaklah sama dengan membaca koran, kita di wajibkan ...
23/02/2017

Hukum bacaan tajwid beserta contohnya-ketika kita membaca Al quran tidaklah sama dengan membaca koran, kita di wajibkan juga untuk bisa mengenal dan memahami tanda baca dalam tiap kalimat yang ada pada Al Qur'an.

Ilmu tajwid sangat penting, karena kalau kita tidak bisa memahami ilmu tajwid ini maka kemungkinan kita salah arti sangat besar. Kegunaan tajwid ini adalah untuk mengetahui panjang atau pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al Quran agar sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan arti yang benar.

Address

Cileungsi
16820

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281288203693

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AhlussunnahBookshop posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share