Rabithah Alawiyah Cirebon

Rabithah Alawiyah Cirebon Suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini mengimpun WNI keturunan Arab di Kota Cirebon.

24/01/2021

06/07/2019

Cuplikan Tausyiah Al Habib Hasanain Bin Yahya dalam Acara Uwad Rabithah 'Alawiyah Cirebon Tahun 2019

Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pembicara nara sumber Habib Muhammad bin Abdullah Alaydrus, ketua organisasi Abna' Muhaj...
26/12/2017

Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pembicara nara sumber Habib Muhammad bin Abdullah Alaydrus, ketua organisasi Abna' Muhajir, pengurus da'wah Darul Mustofa - Tarim.
25 - Des - 2017

04/09/2017
Pelatihan pengurusan jenazah khusus wanita yg di adakan Rabithah Cirebon .Pemateri Ustadzah Rodhiyah Almahdali.Ahad 20 a...
21/08/2017

Pelatihan pengurusan jenazah khusus wanita yg di adakan Rabithah Cirebon .
Pemateri Ustadzah Rodhiyah Almahdali.

Ahad 20 agustus 2017.

BANTAHAN DARI RABITHAH ALAWIYAH PUSAT (DPP) MENGENAI DI CATUT NYA NAMA RABITHAH ALAWIYAH DALAM Lembaga Persahabatan Orma...
16/07/2017

BANTAHAN DARI RABITHAH ALAWIYAH PUSAT (DPP) MENGENAI DI CATUT NYA NAMA RABITHAH ALAWIYAH DALAM Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rabithah Alawiyah membantah bahwa tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan mendukung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Habib Zen Umar Smith organisasinya sudah keluar dari LPOI sejak 5 April 2013. “DPP Rabithah Alawiyah tidak ikut serta dalam semua pernyataan LPOI semenjak tanggal tersebut,” ujar Zen seperti dilansir hidayatullah.com, Rabu (12/07/2017).

Habib Zen menyayangkan keluarnya pernyataan dari LPOI baru-baru ini yang mencatut nama organisasi Rabithah Alawiyah.

DPP Rabithah Alawiyah menyatakan, mendukung penuh dan turut secara aktif menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila. “Tidak benar, nama kami dicatut,” tegas Habib Zen.

Sumber : http://news.berdakwah.net/2017/07/rabithah-alawiyah-namanya-dicatut-lpoi-untuk-dukung-pembubaran-hti.html?m=1

Jazakallah kher... syukron katsiron buat yg udah hadir di acara halal bi halal (UWAD) 1438 H / 2017 M sewilayah 3 cirebo...
26/06/2017

Jazakallah kher... syukron katsiron buat yg udah hadir di acara halal bi halal (UWAD) 1438 H / 2017 M sewilayah 3 cirebon.
Rabithah Cirebon mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin... Mohon Maaf Lahir Bathin.

23/05/2017

SATU KEIKHLASAN BERBUAH TIGA KEMULIAAN

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

AKHLAK SAYYIDATINA FATHIMAH AZZAHRA

Tiba-tiba seorang kakek muncul ketika Rasululloh sedang berkumpul bersama para sahabatnya di dalam masjid selepas mengerjakan shalat jamaah.

"Wahai, Rasululloh. Saya sangat lapar. Tolonglah saya. Dan saya tidak punya pakaian kecuali yang menempel di badan sekarang. Berilah saya..."

Sebenarnya Rasululloh sangat iba menyaksikan keadaan orang tua itu. Wajahnya pucat, bibirnya membiru dan tangannya agak gemetar memegangi tongkatnya.

Cuma kebetulan beliau sedang tidak punya apa-apa. Sudah habis diberikannya kepada orang lain.

"Maaf, pak tua. Tidak ada yang dapat saya berikan saat ini. Tetapi jangan putus asa. Datanglah kepada anak saya, Fatimah, mungkin ada sesuatu yang bisa diberikannya sebagai sedekah."

Maka pergilah kakek itu kepada Fatimah. Di depan rumahnya kakek itu berseru, "Wahai putri Rasululloh. Aku lapar sekali. Dan tidak punya apa-apa. Aku datang kepada ayahmu, tetapi beliau sedang tidak punya apa-apa. Aku disuruhnya datang kepadamu. Mungkin engkau punya sedekah untukku?"

Fatimah kebingungan. Ia tidak memiliki barang yang cukup berharga untuk disedekahkan.

Selaku keluarga Rasululloh ia telah terbiasa menjalani hidup amat sederhana, jauh di bawah taraf kehidupan rakyat jelata.

Yang dianggapnya masih lumayan berharga cuma selembar kulit kambing yang biasa dipakai sebagai alas tidur Hasan dan Husain. Jadi, itulah yang diambil dan diserahkannya kepada si kakek.

Orang tua itu lebih kebingungan daripada yang memberikannya. Ia sedang lapar dan tidak punya apa-apa. Mengapa kepadanya diserahkan selembar kulit kambing? Buat apa?

"Wahai Putri Rasululloh. Apakah kulit kambing itu dapat mengenyangkan perutku dan dapat kupakai untuk menghangatkan badanku?" tanya orang tua itu.

Fatimah tidak bisa menjawab. Ia kembali masuk ke dalam rumahnya, mencari-cari benda lain yang pantas disedekahkan. ia bertanya-tanya, mengapa ayahku mengirimkan orang ini kepadaku, padahal Ayah tahu aku tidak lebih kaya daripada beliau?

Sesudah termenung sejenak barulah ia teringat akan seuntai barang pemberian Fatimah binti Abdul Muthalib, bibinya. Barang itu amat indah, namun ia merasa kurang pantas memakainya karena ia dikenal sebagai putri dari pemimpin umat. Barang itu adalah sebuah kalung emas.

Buru-buru diambilnya benda itu dari dalam kotak simpanannya, lalu diserahkan kepada si kakek.

Orang itu terbelalak melihat benda yang kini digenggamnya. Begitu indah. Pasti amat mahal harganya. Dengan s**a cita orang itu pergi menemui Rasululloh kembali di masjid.

Diperlihatkannya kepada beliau kalung emas pemberian Fatimah.

Rasululloh hanya berdoa, "Semoga ALLOH membalas keikhlasannya."

Salah satu sahabat nabi yang kaya raya, Abdurrahman bin Auf, berkata, "Wahai, bapak tua. Maukah kau jual kalung itu kepadaku?"

Kakek itu menoleh kepada Nabi, "Bolehkah saya jual, Ya Rasul?"

"Silakan, kalung itu milikmu," sahut Nabi.

Orang tua itu lantas berkata kepada sahabat Abdurrahman bin Auf, "Berikan kepadaku beberapa potong roti dan daging untuk mengganjal perutku, dan sekedar biaya kep**anganku ke kampung."

Abdurrahman bin Auf mengeluarkan duapuluh dinar dan seratus dirham, beberapa potong roti dan daging, pakaian, serta seekor unta untuk tunggangannya ke kampung.

Dengan gembira kakek itu berkata, "Terima kasih, wahai kekasih ALLOH. Saya telah mendapatkan lebih daripada yang saya perlukan. Bahkan saya telah merasa menjadi orang kaya."

Nabi menjawab, "Terima kasih kepada Allah dan Rasul-Nya harus diawali dengan berterimakasih kepada orang yang bersangkutan. Balaslah kebaikan Fatimah."

Orang tua itu kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, "Ya ALLOH, aku tak mampu membalas kebaikan Fatimah dengan yang sepadan. Karena itu aku mohon kepada -Mu, berilah Fatimah balasan dari hadirat -Mu, berupa sesuatu yang tidak terlintas di mata, tidak terbayang di telinga dan tidak terbetik di hati, yakni surga -Mu, Jannatun Na'im."

Rasululloh menyambut doa itu dengan amin seraya tersenyum ceria.

Beberapa hari kemudian, budak Abdurrahman bin Auf, bernama Saham datang menghadap Nabi sambil membawa kalung yang dibeli dari orang tua itu.

"Ya Rasululloh," ujar Saham. "Saya datang kemari diperintahkan Tuan Abdurrahman bin Auf untuk menyerahkan kalung ini untukmu, dan diri saya sebagai budak diserahkannya kepadamu."

Rasululloh tersenyum. "Kuterima pemberian itu. Nah, sekarang lanjutkanlah perjalananmu ke rumah Fatimah, anakku. Kalung ini tolong serahkan kepadanya. Juga engkau kuberikan untuk Fatimah."

Saham lalu mendatangi Fatimah di rumahnya, dan menceritakan pesan Rasululloh untuknya.

Fatimah dengan lega menyimpan kalung itu di tempat semula, lantas berkata kepada Saham, "Engkau sekarang telah menjadi hak ku karena itu, engkau kubebaskan. Sejak hari ini engkau kembali menjadi orang merdeka."

Saham tertawa nyaring sampai Fatimah keheranan, "Mengapa engkau tertawa?"

Bekas budak itu menjawab, "Saya gembira menyaksikan riwayat sedekah dari satu tangan ke tangan berikutnya.

Kalung ini tetap kembali kepadamu, wahai putri junjungan, namun karena dilandasi keikhlasan, kalung ini telah membuat kaya orang miskin, telah menjamin surga untukmu, dan kini telah membebaskan aku menjadi manusia merdeka."..

24/01/2017

Kemuliaan keluarga dan keturunan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : من مات على حب آل محمد مات شهيدا ألا ومن مات على حب آل محمد مات مؤمنا مستكمل الإيمان . ألا ومن مات على حب آل محمد بشره ملك الموت بالجنة ثم منكر ونكير . ألا ومن مات على حب آل محمد يزف إلى الجنة كما تزف العروس إلى بيت زوجها ، ألا ومن مات على حب آل محمد فتح له في قبره بابان إلى الجنة . ألا ومن مات على حب آل محمد جعل الله قبره مزار ملائكة الرحمة . ألا ومن مات على حب آل محمد مات على السنة والجماعة . ألا ومن مات على بغض آل محمد جاء يوم القيامة مكتوبا بين عينيه آيس من رحمة الله . ألا ومن مات على بغض آل محمد مات كافرا . ألا ومن مات على بغض آل محمد لم يشم رائحة الجنة

تفسير القرآن القرطبي ج:16 ص:23

Rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia meninggal sebagai syahid. Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia meninggal sebagai orang beriman yang sempurna imannya. barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia diberi kabar gembira oleh malaikat-malaikat akan masuk syurga, kemudian diberi tahu p**a oleh dua malaikat munkar dan nakir. ketahuilah barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia akan di arak masuk syurga seperti pengantin perempuan yang di arak menuju rumah suaminya. ketahuilah barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, di dalam kuburnya ia akan di bukakan dua pintu menuju syurga. ketahuilah barangsiapa yang meninggalkan dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menjadikan kuburannya tempat ziarahnya para Malaikat, barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia meninggal dalam lingkungan ahlus sunnah wal jamaah. ketahuilah barangsiapa yang meninggal dalam keadaan membenci keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, pada hari kiamat kelak, ia akan di bangkitkan dalam keadaan tertulis dikeningnya,"orang yang putus asa dari rahmat Allah. ketahuilah barangsiapa yang meninggal dalam keadaan membenci keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia meninggal dalam keadaan kafir. ketahuilah barangsiapa yang meninggal dalam keadaan membenci keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, ia sedikitpun tidak akan mencium wewangian syurga."

Tafsir Al-Qurtubi.

Rapat bulanan 2 oktober 2016.
02/10/2016

Rapat bulanan 2 oktober 2016.

Address

Cirebon

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rabithah Alawiyah Cirebon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rabithah Alawiyah Cirebon:

Share