Financeroll Indonesia

Financeroll Indonesia Informasi Mendalam tentang dunia investasi, keuangan , saham dan komoditi

26/06/2024

Pada dasarnya, penguatan Dolar AS saat ini terus didukung oleh data ekonomi yang baik seperti yang baru-baru ini kita lihat dari PMI AS pada Jumat lalu dan laporan Keyakinan Konsumen AS kemarin. Data tersebut menjaga ekspektasi suku bunga tetap stabil sekitar dua kali pemotongan pada akhir tahun dan mendukung sentimen risiko di tengah peningkatan pertumbuhan.
Disisi lain, Yen dalam kondisi ini akan terus melemah terhadap mata uang utama. Kita mungkin memerlukan data pertumbuhan AS yang lemah untuk melihat kekuatan Yen yang berkelanjutan, meskipun hal ini mungkin tidak akan bertahan lama jika tidak cukup untuk membuat pasar memperhitungkan penurunan suku bunga yang lebih agresif bagi The Fed.
Secara teknis, dengan menggunakan grafik harian, kita dapat melihat bahwa USDJPY setelah penurunan kecil pada hari Senin, kembali naik ke level intervensi di level 160,00. Ingatlah bahwa intervensi tidak dapat dijamin karena Jepang sedang berjuang melawan fundamental yang kuat dan pasar yang jauh lebih besar dari mereka.
Meskipun demikian, kita mungkin melihat reaksi seperti yang kita lihat pada hari Senin karena pembeli dapat menyesuaikan posisi mereka dan penjual dapat mengumpulkan risiko tertentu di atas level tersebut. Untuk saat ini, jalur yang paling sedikit resistensinya adalah ke sisi atas.
Pada grafik 4 jam, kita melihat bahwa jika USD/JPY turun dari level intervensi, kemungkinan akan mundur di sekitar level support 158,00 di mana kita juga dapat menemukan level Fibonacci retracement 38,2% sebagai pertemuan. Aksi jual dapat berlangusng terus dan membuat USD/JPY menembus level support 158,00 untuk meningkatkan gerak bearish ke garis tren utama di sekitar level 156,00.
Pada grafik 1 jam, kita dapat melihat bahwa USD/JPY memiliki garis tren naik kecil yang menentukan momentum bullish saat ini. Pembeli kemungkinan akan terus bersandar pada garis tren dengan risiko yang ditentukan di bawahnya untuk memposisikan penembusan di atas resistensi 160,00 dengan pengaturan risiko yang lebih baik. Sebaliknya, para penjual, ingin melihat harga menembus lebih rendah untuk meningkatkan keyakinan mereka ke level support 158,00.

Harga emas mengalami kenaikan tipis dengan menguatnya permintaan asset safe-haven, saat ini diperdagangkan pada kisaran ...
19/02/2024

Harga emas mengalami kenaikan tipis dengan menguatnya permintaan asset safe-haven, saat ini diperdagangkan pada kisaran $2015-2020. Dorongan naik didapatkan dari situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih panas dan Dolar AS yang mengalami koreksi atas sejumlah mata uang lainnya menjelang pengumuman risalah pertemuan berkala Federal Reserve. Perdagangan hari ini masih akan sepi, sebagai akibat liburnya bursa AS pada hari Senin untuk hari libur Presiden.
Potensi kenaikan harga emas terbuka seiring dengan prospek penurunan suku bunga AS. Pasar meyakini bahwa pemotongan suku bunga akan dilakukan pada bulan Juni dengan tingkat keyakinan sebesar 74%. Mengutip pemberitaan Reuters bahwa Israel mempersiapkan untuk operasi militer skala penuh di Gaza dengan melakukan invasi darat ke Rafah dalam 6-8 minggu kedepan. Sebuah kapal kargo Inggris dilaporkan mendapatkan serangan di lepas pantai Yaman pada hari Minggu.

Demam AI membuat saham NVIDIA menjadi yang paling berharga dibawah Apple dan Microsoft di bursa saham AS. Kegembiraan at...
18/02/2024

Demam AI membuat saham NVIDIA menjadi yang paling berharga dibawah Apple dan Microsoft di bursa saham AS.

Kegembiraan atas potensi bisnis AI telah meningkatkan saham Nvidia lebih dari 46% sejak 1 Januari. Dengan kapitalisasi pasarnya naik sebesar $570 miliar lebih dari tiga kali lipat nilai pasar Intel. Saham Nvidia, yang chipnya dianggap sebagai standar emas di industri AI, melonjak hampir 240% pada tahun 2023.

Keuntungan produsen chip ini menyumbang lebih dari seperempat kenaikan S&P 500 tahun ini. Indeks acuan naik hampir 5% tahun ini, setelah optimisme terhadap AI membantu mendorong indeks naik 24% pada tahun 2023.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen, lebih tinggi dari perkiraan untuk bula...
14/02/2024

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen, lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan Januari. Indeks harga konsumen (IHK) naik 0,3 % pada bulan Januari setelah naik tipis 0,2 % pada bulan Desember. Perkiraan awal hanya akan naik sebesar 0,2 %. Kenaikan selama dua bulan beruntun ini menimbulkan pesimis bahwa Bank Sentral AS akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat ini. Awalnya di bulan Maret atau sekurang-kurangnya pada bulan Mei, mereka sudah mulai menurunkan suku bunga acuan. Namun dengan tetap tingginya inflasi, membuat keyakinan ini meluruh.
Menurunnya potensi penurunan suku bunga inilah yang menjadi sebab menguatnya Dolar AS kembali. Penguatan mata uang ini membuat lawan-lawannya harus keok. Bahkan Yen Jepang harus kembali diatas 150, per Dolar AS.
Rupiah yang diperdagangkan pada kisaran Rp.15.550 – 630 per dolar, diyakini pasar akan terdampak positif oleh pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024. Economy Effect pelaksanaan pemilu, berpeluang meningkatkan perekonomian dan daya konsumsi publik sehingga Rupiah bisa menguat.
Namun demikian, melihat hasil perdagangan semalam, dimana Dolar AS mampu menggebug lawan-lawannya, Rupiah tak terkecuali akan terdampak dan berpeluang melemah pada perdagangan hari ini. Walaupun Rp.15.750 dianggap terlalu jauh, namun serangan ganda bisa membuat jatuh kesana.
Disisi lain, penguatan Dolar AS akibat panasnya inflasi AS, masih menjadi sentiment utama perdagangan emas di bursa berjangka. Harga emas terhempas keras dengan turun hingga ke $1992 dari awal perdagangan pada hari Selasa di $2023. Sekali lagi, menurunnya kepercayaan pasar pada peluang Bank Sentral AS memangkas suku bunga menjadi sebab kuat jatuhnya harga.
Penurunan harga di bursa berjangka, akan berdampak pada penurunan harga emas batangan p**a. Logam Mulia diperdagangkan pada Rp.1.130.000,- per gram. Dalam sepekan kedepan, diyakini akan mengalami penurunan dan mendekati harga psikologis di Rp.1.000.000,- per gram. | (LH)

*Ilustrasi menggunakan model AI.

Indeks saham global naik pada perdagangan di hari Senin (08/01/2024) dimana saham-saham AS terkait sektor teknologi mend...
08/01/2024

Indeks saham global naik pada perdagangan di hari Senin (08/01/2024) dimana saham-saham AS terkait sektor teknologi mendorong kenaikan lebih dari 1% di bursa S&P 500 dan Nasdaq, sementara harga minyak AS harus turun 4% karena pemotongan harga oleh eksportir terkemuka Arab Saudi menutupi dorongan naik yang bersumber dari ketegangan di Timur Tengah.

Saham Boeing turun sekitar 6,5% sehingga membatasi kenaikan Indek Dow Jones. Administrasi Penerbangan Federal A.S. memerintahkan penghentian sementara beberapa jet Boeing 737 MAX 9 yang dilengkapi dengan panel yang meledakkan jet Alaska Air Group di udara pada hari Jumat lalu.

Dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah karena investor menunggu data inflasi AS minggu ini dan mempertimbangkan kapan Federal Reserve mungkin mulai menurunkan suku bunganya.
Data harga konsumen AS untuk bulan Desember, yang dirilis pada hari Kamis, diperkirakan menunjukkan inflasi utama naik 0,2% pada bulan tersebut, dengan kenaikan tahunan sebesar 3,2%.

Investor juga menantikan hasil kuartalan dari perusahaan-perusahaan. Bank-bank besar termasuk JPMorgan Chase yang menandai awal mulainya periode pelaporan emiten AS berikutnya dengan laporan yang jatuh tempo pada hari Jumat.

Sub Indek teknologi pada bursa S&P 500 naik 2.5% diakhir perdagangan. Kenaikan saham raksasa diyakini masih akan berlanjut setelah kinerja yang lebih baik pada tahun lalu. Reli indek S&P 500 sebesar 24% pada tahun 2023 telah meningkatkan valuasi, sehingga banyak hal yang bergantung pada musim hasil yang akan datang.

Indek Dow Jones naik 141.24 poin, atau 0.38%, menjadi 37,607.35, Indek S&P 500 naik 53,12 poin, atau 1,14%, pada 4.750,56 dan Indek Nasdaq melonjak 279,95 poin, atau 1,93%, menjadi 14.804,36.

Nikkei 225 Jepang tutup untuk hari libur, sementara indek saham blue chips Cina kehilangan 1,1% hingga mencapai posisi terendah lima tahun.

Pada perdagangan komoditi energi, harga minyak mentah AS turun $3,04, atau 4,1%, menjadi $70,77 per barel, sementara minyak mentah Brent turun $2,64, atau 3,4% menjadi $76,12.

Arab Saudi pada hari Minggu memangkas harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light andalan mereka ke Asia ke level terendah dalam 27 bulan pada bulan Februari. Sementara itu, ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian karena gangguan di Laut Merah meningkatkan biaya pengiriman di Eropa, sementara konflik Israel dengan Hamas mengancam akan menyebar ke Lebanon.

Di pasar uang, imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun merosot menjadi 3,99%. Dolar turun 0,39% terhadap yen menjadi 144,09. Euro dalam perdagangan EUR/USD naik 0,2% hari ini di $1,096. Indeks dolar AS (DXY) turun 0,2% pada 102,21.

Data pada hari Jumat memberikan gambaran yang beragam: laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan pada bulan Desember, sementara survei dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas di sektor jasa turun pada bulan Desember.

Investor juga mencerna berita dari Washington di mana para pemimpin Kongres AS menyetujui kesepakatan pengeluaran sebesar $1,6 triliun yang bertujuan untuk mencegah penutupan sebagian pemerintah.

Di pasar logam mulia, harga emas turun ke level terendah dalam tiga minggu. Harga emas spot terakhir turun 0,8% pada $2,028.89 per troy ons.

04/01/2024

Ketegangan Di Timur Tengah Hantarkan Harga Minyak Diatas $73
Minyak mentah berjangka WTI naik lebih tinggi menjadi $73 per barel pada hari Rabu (03/01/2024), kenaikan harian terbesar sejak pertengahan November. Hal ini didukung oleh kekhawatiran pasokan setelah penutupan ladang minyak di Libya dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah. Gangguan pasokan di Libya, dimana protes menyebabkan penutupan ladang minyak terbesar di negara itu, Sharara. Ladang ini telah menghasilkan sekitar 300.000 barel per hari.
Pada hari Selasa, minyak mentah turun hampir 2% karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga signifikan oleh bank sentral utama. Meningkatnya pasokan global, terutama dari produsen non-OPEC, dan ketidakpastian prospek permintaan terus membebani pasar.
Ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian ketika Iran mengerahkan kapal perang di Laut Merah untuk menantang pasukan AS di jalur perdagangan penting. Selama akhir pekan, helikopter Angkatan Laut AS menghancurkan tiga kapal Houthi yang awaknya berusaha menaiki kapal kontainer di Laut Merah, menewaskan beberapa orang dalam prosesnya.
Stok minyak mentah di AS turun 7,418 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Desember 2023, menyusul kenaikan 1,837 juta barel pada minggu sebelumnya dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang turun 2,967 barel, menurut data dari Buletin Statistik Mingguan API.

25/12/2023

BNI Sekuritas Market Outlook 2024: Prospek dan Tantangan Pasar Keuangan Indonesia



Jakarta, 21 Desember 2023 - PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) merilis laporan Market Outlook 2024. Berdasarkan laporan tersebut, tahun 2023 telah membawa tantangan besar bagi pasar keuangan global, dimana dunia harus beradaptasi dengan kehidupan pasca pandemi Covid-19. Seiring perubahan yang terjadi, tahun 2023 dianggap menjadi awal dari penyesuaian diri terhadap kondisi yang baru. Sedangkan, tahun 2024 dianggap sebagai tahun normalisasi.



SEVP Research BNI Sekuritas Erwan Teguh mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, gejolak ekonomi diwarnai oleh ketidakpastian. Stimulus ekonomi dari era pandemi mendorong pergerakan di pasar investasi, namun ketakutan akan resesi menjadi fokus bersama, terutama terkait kebijakan suku bunga AS yang menurun di tengah risiko inflasi yang begitu mengkhawatirkan.



Erwan menambahkan bahwa pada bulan Maret 2023 fluktuasi risiko terlihat pada bank-bank kelas menengah AS, yang menambah kekhawatiran pasar. China juga mengalami kesulitan dalam pemulihan ekonominya meskipun telah membuka kembali perekonomian lebih awal dari yang diperkirakan. Namun, pada paruh kedua tahun 2023, sentimen mulai membaik dengan harapan pasar beralih dari stagflasi ke narasi "soft landing", meskipun kemudian terdapat kekhawatiran bahwa suku bunga kemungkinan akan berada di level yg tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.



Sementara itu, Indonesia juga menghadapi tantangan serupa dalam beradaptasi dengan lingkungan pasca pandemi. Penurunan tajam dalam harga komoditas utama dan lonjakan harga beras menjadi penghambat utama, yang memaksa bank sentral untuk meningkatkan suku bunga pada Oktober 2023 secara tak terduga. Namun, pada November 2023, Bank Indonesia menghentikan kenaikan suku bunga karena stabilnya nilai tukar Rupiah yang menguat sekitar 2,5% secara bulanan.



Proyeksi Tahun 2024



Memasuki tahun 2024, optimisme pasar akan kembali naik. Kekhawatiran terhadap inflasi dan resesi mulai mereda, dengan proyeksi pertumbuhan yang diharapkan akan kembali normal seiring dengan tren sebelum pandemi.



“China tetap menjadi perhatian khusus dengan banyaknya konsensus yang pesimis terkait risiko sektor properti, tantangan demografis, dan restrukturisasi rantai pasokan global. Meskipun demikian, hubungan AS-China mungkin telah mencapai titik terendahnya, dan risiko tinggi geopolitik tercermin dalam konflik Israel-Gaza yang berpotensi meluas,” ungkap Erwan.



Pertumbuhan PDB Indonesia juga diperkirakan kembali ke normalisasi sekitar 5%, dengan risiko inflasi yang mungkin meningkat karena fenomena cuaca El-Nino. Namun, Tim makroekonomi kami memperkirakan Bank Indonesia akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 50 bps pada akhir 2024 sebagai langkah dalam mendukung pertumbuhan. Proyeksi pertumbuhan agregat laba bersih diperkirakan sebesar 8%/11% pada FY24F, didorong oleh sektor konsumen dan keuangan, dengan risiko penurunan masih berasal dari perusahaan komoditas.



Pasar Saham dan Politik Indonesia



Di sisi lain, BNI Sekuritas menilai bahwa IHSG akan hijau di tengah gejolak politik Indonesia mengingat akan terjadinya pesta demokrasi pada Februari 2024. Selama ini dampak politik dan pemilu Indonesia memberikan hasil positif, sehingga pasar dipercaya juga akan positif tapi penuh kehati-hatian. Di samping itu, fondasi yang kokoh dalam struktur negara serta dorongan global yang kuat menuju energi terbarukan dan/atau kendaraan listrik telah mengakibatkan banyak perusahaan yang berfokus pada tema tersebut mencari pendanaan dengan tepat waktu.



Harapan akan pemulihan dalam konsumsi dan dorongan investasi, bersama dengan pandangan bahwa pendapatan per kapita negara telah melampaui US$5k juga telah meningkatkan prospek pertumbuhan secara keseluruhan. Oleh karena itu, BNI Sekuritas percaya bahwa kegiatan seperti IPO dan upaya penggalangan dana lainnya akan terus berlangsung dengan semangat tinggi pada tahun 2024.



BNI Sekuritas memperkirakan potensi penurunan JCI (Indeks Harga Saham Gabungan) pada angka 6600, sementara potensi kenaikan bisa mencapai 8400. Hal ini terutama bergantung pada dua hasil keputusan dari Federal Reserve (Fed) terkait suku bunga. Pertama, tidak ada penurunan suku bunga, dan kedua, terjadi penurunan suku bunga yang berhasil mencegah terjadinya resesi di Amerika Serikat.



Strategi Posisi Investasi



Menghadapi tahun yang penuh dinamika ini, ada beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan untuk posisi investasi:



Obligasi vs Saham: Obligasi mungkin akan terus mendominasi saham, dengan proyeksi total return sekitar 9% berdasarkan imbal hasil 10 tahun yang stabil di 6,65%. Saham seperti BBCA, TLKM, dan JSMR mungkin menjadi pilihan yang baik sebagai proxy obligasi.

Komoditas: Meskipun terdapat risiko pada laba, valuasi dan arus kas yang kuat di sektor komoditas menawarkan keseimbangan risiko reward yang menguntungkan. Pilihan seperti ADRO & UNTR menjadi pilihan utama.

Pemulihan Konsumsi dan Sektor Keuangan: Dalam konteks yang lebih luas, ASII juga masuk ke dalam pandangan positif jangka panjang mengenai prospek permintaan mobil dalam negeri. Dukungan fiskal yang lebih baik dan perbaikan prospek pekerjaan diharapkan mendukung pemulihan konsumsi domestik. Sektor keuangan dan konsumen seperti KLBF, LPPF, HMSP, dan BBRI diperkirakan akan memperoleh manfaat dari perbaikan ini.


Sebagai penutup, tahun 2024 akan menjadi tahun normalisasi di mana pasar keuangan global bergerak menuju stabilitas setelah masa penyesuaian yang intensif. Meskipun tantangan tetap ada, peluang untuk posisi investasi yang cerdas dan strategis masih tersedia. Kunci utamanya adalah fleksibilitas dan reaksi terhadap perubahan dinamika pasar yang terus berubah.

Mendekati akhir tahun 2023, Harga emas masih tetap Bullish. Potensi kenaikan harga tetap terjaga, salah satunya karena p...
24/12/2023

Mendekati akhir tahun 2023, Harga emas masih tetap Bullish. Potensi kenaikan harga tetap terjaga, salah satunya karena proyeksi pemangkasan suku bunga Fed di tahun 2024 yang akan datang. Dalam pertemuan terakhir mereka di tahun ini, muncul isyarat bahwa mereka akan memangkas suku bunga acuan setelah mempertimbangkan laju inflasi saat ini dan potensi pertumbuhannya dimasa depan. Bersumber dari Refinitiv, an LSEG business, berikut adalah kalender pertemuan bank sentral AS di tahun 2024. Sejumlah proyeksi pemangkasan suku bunga disematkan. Ini akan menjadi rambu-rambu yang sulit untuk diabaikan. Sudah siapkah untuk memasuki 2024 ?





Bursa Saham Berakhir Naik, Pulih Dari Kerugian SebelumnyaSaham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (21/12/2023...
22/12/2023

Bursa Saham Berakhir Naik, Pulih Dari Kerugian Sebelumnya

Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (21/12/2023), memulihkan sebagian besar kerugian hari sebelumnya, karena data ekonomi memicu optimisme bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter dan menghidupkan kembali selera risiko investor.

Ketiga indek saham utama AS membukukan keuntungan karena lonjakan harga saham chip, dipimpin oleh Micron Technology setelah laporan perkiraan triwulanan yang lebih baik dari perkiraan, menempatkan Nasdaq yang padat teknologi di depan. Reli mendapatkan momentum saat perdagangan hampir berakhir, dimana indek S&P 500 dan Nasdaq melonjak lebih dari 1%.

Data pada hari Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga tidak sekuat yang dinyatakan semula, dan retakan muncul di pasar tenaga kerja yang ketat, yang oleh The Fed dianggap sebagai hambatan untuk menurunkan inflasi. Fakta bahwa angka revisi PDB kuartal ketiga tidak naik, dan bahkan dipangkas, memberikan kenyamanan bagi investor bahwa jalur yang ditempuh The Fed, yang mereka umumkan minggu lalu, tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Pada perdagangan sebelumnya, saham-saham AS tiba-tiba merosot pada akhir perdagangan di hari Rabu, menghentikan reli multi-sesi, akibat aksi jual yang mungkin dipercepat oleh aktivitas lindung nilai yang terkait dengan perdagangan opsi jangka pendek.

Narasi investor yang berkembang adalah mengenai aksi ambil untung setelah reli liburan yang sangat panjang dan konsisten. Para investor akan berhati-hati untuk membeli pada saat penurunan ini, dimana diyakini bahwa indek saham justru akan mengakhiri tahun ini dengan kuat.

Pelaku pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 71,3% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga target dana Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Maret, menurut alat FedWatch CME.

Kini pasar sedang menunggu laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Departemen Perdagangan yang akan dirilis pada hari Jumat, yang akan mencakup pertumbuhan pendapatan, belanja konsumen dan inflasi.

Indek Dow Jones naik 322.35 poin, atau 0.87%, menjadi 37,404.35, S&P 500 naik 48.4 poin, atau 1.03%, pada 4,746.75 dan Nasdaq menambahkan 185,92 poin, atau 1,26%, pada 14.963,87. Kesebelas sektor utama dalam S&P 500 berakhir di wilayah positif, dan saham-saham konsumen diskresi menikmati persentase keuntungan terbesar.

Saham Teknologi Mikron memperkirakan pendapatan kuartalan di atas perkiraan pasar, dan sahamnya melonjak 8,6% karena tanda-tanda pemulihan chip memori pada tahun 2024 setelah salah satu penurunan paling signifikan dalam beberapa tahun. Ini membuat indek semikonduktor Philadelphia SE, yang menampung saham-saham chip, menguat 2,8%.

Saham produsen kendaraan listrik AS, Tesla, Grup Lucid dan Otomotif Rivian naik antara 1,6% dan 3,0% setelah sebuah laporan mengatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan kenaikan tarif pada produsen kendaraan listrik Tiongkok. Saham TGI melonjak 32.9% setelah pemasok kedirgantaraan mengatakan akan menjual bisnis purnajual komponennya ke AAR Corp sebesar $725 juta. Saham Blackberry yang terdaftar di AS anjlok 12,7% setelah estimasi pendapatan kuartal keempat berada di bawah ekspektasi.

Saham-saham yang naik melebihi yang turun di NYSE dengan rasio 3,65 banding 1; di Nasdaq, rasio 2,79 banding 1 menguntungkan saham-saham yang menguat. S&P 500 membukukan 17 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu titik terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 79 titik tertinggi baru dan 68 titik terendah baru. Volume di bursa AS adalah 10,88 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,28 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Angola Ingin Keluar Dari OPEC, Harga Minyak TurunHarga minyak berakhir lebih rendah pada perdagangan di hari Kamis (21/1...
22/12/2023

Angola Ingin Keluar Dari OPEC, Harga Minyak Turun

Harga minyak berakhir lebih rendah pada perdagangan di hari Kamis (21/12/2023) setelah Angola mengatakan akan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang upaya kelompok produsen tersebut untuk terus mendukung harga tetap tinggi dengan membatasi pasokan global.

Minyak mentah berjangka Brent, yang harganya menjadi patokan global merespon jabar tersebut dengan turun 31 sen ke $79,39 per barel. Sementara harga minyak mentah Amerika Serikat di bursa berjangka, West Texas Intermediate turun 33 sen menjadi $73,89 per barel.

Pada awal perdagangan, kedua harga minyak acuan tersebut sama-sama turun lebih dari $1 setelah Angola mengatakan pihaknya berencana untuk meninggalkan grup tersebut.

Menteri Perminyakan Angola Diamantino Azevedo mengatakan keanggotaan negaranya di OPEC tidak memenuhi kepentingannya. Kelompok produsen yang dipimpin Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir telah menggalang dukungan untuk memperdalam pengurangan produksi dan meningkatkan harga minyak.

Melihat potensi perpecahan ini, nampaknya OPEC kalah dalam upaya menjaga harga tetap tinggi. Para produsen non-OPEC seperti AS sendiri telah mengambil tindakan untuk mengisi kesenjangan pasokan.

Angola memproduksi sekitar 1,1 juta barel per hari (bpd), dibandingkan dengan 28 juta barel per hari untuk seluruh kelompok. Keluarnya negara tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kohesi dan arah OPEC, meskipun OPEC adalah salah satu produsen terkecil dan kepergiannya mungkin memiliki dampak terbatas pada pasokan global.

Pada pertemuan di bulan November, Angola memprotes keputusan OPEC yang memotong kuota produksinya pada tahun 2024 untuk membantu menopang harga minyak.

Secara terpisah, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan produksi minyak mentah AS naik ke rekor 13,3 juta barel per hari (bph) pada pekan lalu, naik dari rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya sebesar 13,2 juta barel per hari. (EIA/S)
AS siap untuk meningkatkan produksi di Permian Basin dan di seluruh negeri. Upaya ini dianggap dapat memitigasi risiko harga di AS dan benar-benar membuat Rusia dan Saudi kembali terkejar.

Sementara itu, serangan baru-baru ini yang dilakukan kelompok militan Houthi Yaman untuk mendukung warga Palestina terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Israel telah memaksa kapal-kapal induk utama untuk menghindari Laut Merah, sehingga menyebabkan gangguan perdagangan global.

Namun dengan banyaknya minyak mentah AS yang dilaporkan dalam jumlah besar, kita hanya bisa berasumsi bahwa pasar masih gelisah sehubungan dengan pengalihan pasokan atau bahkan jeda yang disebabkan oleh serangan Houthi terhadap pengiriman.

Konflik antara Israel dan Hamas sendiri masih terus meningkat di tengah pembicaraan gencatan senjata.

Pertumbuhan PDB AS Melemah, Harga Emas Makin BersinarHarga emas bergerak naik pada perdagangan di hari Kamis (21/12/2023...
22/12/2023

Pertumbuhan PDB AS Melemah, Harga Emas Makin Bersinar

Harga emas bergerak naik pada perdagangan di hari Kamis (21/12/2023) setelah dolar AS jatuh ke level terendah dalam masa lima bulan ini karena data ekonomi AS yang lemah. Harga emas di bursa berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari ditutup naik $3,60 menjadi $2.051,30 per troy ons.

Dorongan kenaikan didapatkan setelah Amerika Serikat merevisi angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal ketiga menjadi 4,9% dari laporan sebelumnya sebesar 5,2%. Pemutakhiran laporan yang hasilnya lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 5,1% menjadi titik tolak kenaikan harga emas saar ini.

Secara terpisah, dalam laporan kajian manufaktur yang dilakukan oleh The Fed wilayah Philadelphia juga menghasilkan angka yang lebih lemah dari perkiraan, yaitu -10,5, sedangkan pasar meyakini hanya akan merosot ke -4,0. Hasil yang jauh lebih rendag dari perkiraan inilah yang menunjukkan kelemahan sektor ini masih terus berlanjut.

Akibatnya, Dolar AS melemah menyusul data-data tersebut, dimana indeks dolar AS (ICE) terakhir terlihat turun 0,44 poin menjadi 101,97, dalam posisi terendah sejak 31 Juli.

Sementara dalam perdagangan di pasar surat hutang negara, terjadi kenaikan bunga Obligasi AS sehingga menjadi sentiment bearish bagi emas yang merupakan asset tanpa menawarkan bunga. Obligasi AS tenor dua tahun terakhir terlihat membayar 4,347%, naik 0,8 basis poin, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 4,9 basis poin menjadi 3,897%.

Saham-saham Asia memulai perdagangan minggu ini dengan hati-hati di hari Senin (11/12/2023) menjelang minggu yang dipenu...
11/12/2023

Saham-saham Asia memulai perdagangan minggu ini dengan hati-hati di hari Senin (11/12/2023) menjelang minggu yang dipenuhi dengan serangkaian pertemuan bank sentral dan data inflasi AS yang dapat memperkuat atau menghancurkan harapan pasar untuk penurunan suku bunga yang cepat dan cepat pada tahun depan.

Laporan payrolls yang dirilis akhir pekan kemarin, memberikan nada optimis dan telah membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Maret, meskipun pada bulan Mei mereka tetap memperkirakan aka nada peluang sebesar 76%.

The Fed sendiri dianggap pasti akan mempertahankan suku bunga pada 5,25-5,50% pada keputusan mereka di pertemuan minggu ini. Pasar lebih menempatkan fokus pada rangkaian "dot plot" untuk memperkirakan kebijakan suku bunga lebih lanjut dan sejumlah keterangan dari Ketua Jerome Powell saat melakukan jumpa pers.

Laporan harga konsumen bulan November yang akan dirilis pada hari Selasa juga akan mempengaruhi prospek dimana sejumlah analis memperkirakan bahwa angkanya tidak berubah dengan kenaikan inti sebesar 0,3%.

Mereka justru menantikan laporan CPI lain yang lebih ramah terhadap The Fed, namun jika tidak ada kejutan, pasar dapat mengantisipasi pernyataan kebijakan tersebut yang memberikan sinyal bahwa kondisi ekonomi belum cukup berubah bagi para pejabat untuk menghilangkan bias pengetatan Fed.

Terlihat bahwa Jerome Powell akan membiarkan opsi kemungkinan kenaikan suku bunga, namun rintangannya tampaknya cukup tinggi untuk ditindaklanjuti oleh The Fed. Sehingga diyakini ECB juga akan melakukan pemotongan lebih awal sementara BoE akan terus menentang perkiraan pasar mengenai pemotongan pada paruh pertama tahun 2024.

Bank Sentral Eropa, Bank Sentral Inggris, Bank Norges dan Bank Nasional Swiss akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis, dengan Norwegia satu-satunya yang dianggap sebagai negara yang akan melakukan pertemuan. Ada juga risiko SNB akan melakukan intervensi baru untuk melemahkan franc.

Dengan banyaknya hasil yang diperoleh, dapat dimengerti bahwa investor bersikap hati-hati dan indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,08%. Indek Nikkei 225 Jepang melambung 1,2%, setelah turun 3,4% pada minggu lalu di tengah spekulasi berakhirnya kebijakan moneter super longgar. Indek S&P 500 berjangka dan Nasdaq berjangka sedikit berubah.

Pasar Cina berisiko mengalami minggu yang sulit lagi setelah data menunjukkan harga konsumen turun 0,5% pada bulan November, penurunan paling tajam sejak akhir tahun 2020.

Pasar Obligasi sendiri menghadapi ujiannya sendiri dalam bentuk pasokan baru senilai $108 miliar untuk surat berharga tiga tahun, 10 tahun, dan 30 tahun. Hasil obligasi 10 tahun stabil di 4,24% setelah naik pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan, meskipun angka tersebut masih berakhir datar pada minggu ini.

Di pasar mata uang, semua perhatian tertuju pada yen setelah beberapa pergerakan liar karena spekulasi yang beredar bahwa Bank of Japan mungkin memberi sinyal langkah lain untuk menjauh dari kebijakan super longgarnya pada pertemuan minggu depan. Dolar terakhir berada di 144,97 yen, setelah kehilangan 1,3% minggu lalu dan sempat menyentuh level terendah 141,60.

Dolar bernasib lebih baik terhadap euro pada $1,0761, yang tertekan oleh perkiraan pasar terhadap penurunan suku bunga ECB lebih awal.

Dengan turunnya inflasi dengan cepat di Zona Euro, diperkirakan sejumlah pernyataan yang akan disampaikan pasca-pertemuan ECB akan memberikan banyak dorongan terhadap perkiraan pasar saat ini untuk siklus penurunan suku bunga yang dimulai pada bulan April. Bahkan diyakini bahwa penurunan suku bunga ECB untuk pertama akan terjadi pada bulan Juni nanti.

Sementara dalam perdagangan komoditas, harga emas melemah setelah data laporan pekerjaan pada akhir pekan lalu dan terakhir berada di $2.006 per troy ons. Harga minyak sendiri terhenti setelah merosot 3,9% minggu lalu ke posisi terendah lima bulan di tengah keraguan bahwa semua anggota OPEC+ akan tetap melakukan pengurangan pasokan.

Harga minyak mendapat dukungan pada hari Jumat ketika Washington mengumumkan akan membangun kembali cadangan minyak strategisnya. Harga minyak mentah Brent naik 5 sen menjadi $75,89 per barel, sementara minyak mentah AS stabil di $71,23

Pasar selanjutnya akan mengamati hasil pertemuan puncak iklim COP28, yang berupaya mencapai kesepakatan pertama untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil di dunia.


Address

Jakarta
11160

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Financeroll Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share