Syamil Aqiqah Kuningan dan Ainul Aqiqah Jadebotabek

Syamil Aqiqah Kuningan dan Ainul Aqiqah Jadebotabek Layanan Aqiqah Praktis Syar'i dan Terjangkau

BAROKAH ITU JELAS TIDAK ADA (HANYA MITOS) Syaikh Ibrahim bin Adham ra., suatu ketika pernah terlibat dialog dengan salah...
09/05/2022

BAROKAH ITU JELAS TIDAK ADA (HANYA MITOS)

Syaikh Ibrahim bin Adham ra., suatu ketika pernah terlibat dialog dengan salah seorang kafir zindiq yang tidak percaya akan eksistensi barokah.

Zindiq itu berkelakar, _"Yang namanya barokah itu jelas tidak ada (hanya mitos)"_.

Mendengar itu, Syaikh Ibrahim lantas menanggapi pernyataannya:

Bin Adham : "Pernahkah kamu melihat anjing dan kambing?

Zindiq : Ia, tentu...

Bin Adham : Mana dari keduanya yang lebih banyak berreproduksi dalam melahirkan anak-anaknya?

Zindiq : Pastinya anjing, anjing bisa melahirkan sampai 7 anak anjing sekaligus.

Sedangkan kambing hanya mampu melahirkan setidaknya hanya 3 anak kambing saja.

Bin Adham : Coba perhatikan lagi di sekelilingmu, manakah yang lebih banyak populasinya antara anjing dan kambing?

Zindiq : Aku lihat kambing lebih mendominasi, jumlahnya lebih banyak dibandingkan anjing.

Bin Adham : Bukankah kambing itu sering disembelih? Entah itu untuk keperluan hidangan jamuan tamu, prosesi kurban Idul Adha, acara aqiqah, atau momen istimewa dan hajat lainnya? . Tapi ajaibnya spesies kambing tidak kunjung punah dan bahkan jumlahnya justru nampak melebihi anjing.

Zindiq : Iya, iya, betul sekali

Bin Adham : Begitulah gambaran berkah

Zindiq : Jika tamsilnya begitu, lalu kenapa justru kambing yang mendapat berkah, bukan anjing

Syaikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawabannya yang cukup menyentil:

لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة

Karena kambing lebih memilih tidur di awal petang tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yang penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah Berkah kepadanya.

Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran Rahmat dan ia pun tidak kebagian Berkah.

والله أعلم بالصواب

🌷🍃 *Tanya Jawab Ringkas "Fiqih Seputar Corona"* 🍃🌷💢💢💢💢💢💢*(Dikumpulkan dari beberapa grup tanya jawab)**1. Apakah kondisi...
16/03/2020

🌷🍃 *Tanya Jawab Ringkas "Fiqih Seputar Corona"* 🍃🌷

💢💢💢💢💢💢

*(Dikumpulkan dari beberapa grup tanya jawab)*

*1. Apakah kondisi saat ini sudah layak Qunut Nazilah*

Jawab:

Menurut Syafi'iyyah dan sebagian Malikiyah, Qunut nazilah itu dilaksanakan jika kaum muslimin mendapatkan musibah berupa; wabah penyakit, kekeringan, hujan besar yang membawa malapetaka, kondisi ketakutan oleh musuh, dan tertawannya. para ulama. *(Al Mausu'ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 66/34)*

Ini juga pendapat Hanafiyah, sedangkan bagi Hambaliyah, Musibah yang layak dilakukan Qunut Nazilah adalah hanya krn bencana terbunuhnya kaum muslimin. Sebab inilah yang ada contohnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Bagi mereka tidak disyariatkan adanya qunut nazilah karena wabah tha'un. *(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 3038)*

Dengan kata lain, mayoritas ulama mengatakan disyariatkannya qunut nazilah di saat musibah wabah penyakit atas kaum muslimin.

Wallahu A’lam

*2. Qunut nazilah apakah di semua shalat?*

Jawab:

Ya, begitulah sunnahnya, sebagaimana hadits Abu Daud dari Ibnu Abbas dgn sanad hasan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam qunut nazilah di subuh, zuhur, ashar, maghrib, dan isya, di rakaat terakhir, selama satu bulan. Disebabkan terbunuhnya 70 sahabatnya yang ahli Al Quran. Inilah pendapat Syafi'iyyah, juga Hambaliyah, hanya saja Hambaliyah mengatakan tidak boleh qunut nazilah pada Shalat Jumat.

Hanafiyah mengatakan hanya pada shalat-shalat jahriyah.

Malikiyah mengatakan hanya pada shalat subuh, selainnya tidak disyariatkan qunut nazilah, tapi jika dilakukan juga shalatnya tetap sah.

Demikian. Wallahu A’lam

*3. Qunut Nazilah katanya hak Ulil Amri disebuah negeri, jika tidak ada anjuran dari Ulil Amri maka tidak boleh.*

Jawab:

Itu adalah pendapat Hambaliyah, yaitu qunut nazilah mesti atas instruksi Imamul A'zham (khalifah). Bukan inisiatif masing-masing pihak, ulama, atau pribadi. Artinya jika pemimpin tidak ada instruksi atau tidak ada izin, maka tidak boleh. Hal ini juga difatwakan oleh ulama Hambaliyah zaman ini yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin. *(Liqo Bab al Maftuh, 17/226)*

Tapi umumnya ulama mengatakan boleh tanpa harus instruksi atau izin pemimpin. Sebab tidak ada dalilnya pengkhususan bahwa ini spesial perintah atau harus seizin pemimpin. Bahkan dalam Shahihain, Abu Hurairah pernah berqunut diwaktu zuhur, Isya, dan subuh. Dan Abu Hurairah bukanlah seorang Khalifah. Berdoa adalah ibadah, dan tidak dibenarkan memberikan syarat pada ibadah tanpa dasar. Apalagi berdoa untuk melawan kezaliman, tidak dibenarkan pemerintah melarang doa orang yang yang sedang dizalimi.

Wallahu A’lam

*4. Tidak shalat berjamaah dan Jumat ke masjid karena takut penyakit yg sedang mewabah*

Jawab:

Jika memang keadaannya sudah seperti itu. Maka rasa takut thdp tertularnya penyakit adalah salah satu uzur boleh tidak shalat berjamaah, juga shalat jumat. *(Lihat Imam Al Buhuti, dalam Raudhul Murbi', Hal. 139-140. Juga Imam Al Mardawi, dalam Al Inshaf, 2/300)*

Sementara, Imam Abu Bakar Syatha mengatakan uzur yg membuat boleh tidak datang shalat Jumat itu sama seperti uzurnya shalat Jamaah. *(I'anatuth Thalibin, 2/52)*

_Ini bukan karena meremehkan shalat berjamaah tapi ini menyelamatkan nyawa seorang muslim._ Bahkan dalam rangka itu, Imam Zakariya al Anshari mengatakan bahwa para fuqaha melarang orang yang kena kusta dan lepra untuk berjamaah di masjid dan berkumpul dgn manusia. *(Asnal Mathalib, 1/215)*

Bagi yang justru heran dengan pendapat ini, berarti mereka tidak paham tabi'at agama ini dalam melindungi umatnya.

Tapi, bagi daerah yang situasinya masih bs dikendalikan, tentu belum tepat memfatwakan tinggalkan shalat Jumat dan berjamaah sementara waktu. Lebih tepat adalah tetap berjamaah dan shalat Jumat, tetap waspada, hati-hati, dan tawakkal kepada Allah Ta’ala.

Demikian. Wallahu a'lam

*5. Ada video dari luar negeri, shalat berjamaah mereka sangat renggang shafnya, sampai berjauhan satu meter lebih antara mereka. Apakah ini dibenarkan?*

Jawab:

Imam Badruddin al Aini dalam *_'Umdatul Qari,_ (8/455),* menyatakan bahwa merapatkan shaf menurut mayoritas ulama adalah _sunnah,_ kecuali Hambaliyah yg mengatakan wajib, juga Imam Bukhari.

Sementara Imam an Nawawi mengatakan ijma', bahwa merapatkan shaf itu sunnah. *(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/384)*

Sehingga jika barisan renggang, shalatnya tetap sah, tapi mrka meninggalkan sunnah. Sehingga hilang kesempurnaan shalat. _Ini jika dalam keadaan normal._

Tapi, jika dalam keadaan seperti saat ini, dimana berdekatan dapat menjadi sebab tertular penyakit, dan saat ini corona terbukti sangat cepat penularannya, maka merenggang adalah hal yg tidak apa-apa.

Sebagaimana kaidah:

الضرر يزال

_Bahaya itu mesti dihilangkan_

Bahkan apa yang mereka lakukan masih lebih baik dibanding mengosongkan masjid dari shalat berjamaah.

Demikian. Wallahu A’lam

🌿🍀🌳🌸🌷🍁🌻🍃

✍ Farid Nu'man Hasan
🔈 Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
🅿️ Fanpage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
❄️ Kunjungi website resmi: alfahmu.id

Kumpulan Ceramah Ustadz Farid Nu'man Admin :

25/06/2019

*Ternyata Daging Kambing Memiliki Keberkahan*

Kambing adalah salah satu makhluk hidup jenis hewan yang diciptakan Allah SWT. Tentu kita mengetahui, bahwa Allah SWT menciptakan sesuatu terdapat manfaat dan keberkahan. Seperti pada kambing. Banyak yang bisa diolah dari hewan berkaki empat yang satu ini. Misalnya daging, susu, ataupun kulitnya.

Siapa yang belum pernah makan daging kambing? Mungkin hampir semua orang di dunia ini pernah mengonsumsinya. Daging kambing ini tergolong dalam jenis daging merah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tahukah Anda tentang keberkahan daging kambing? Rasulullah SAW bersabda,

اتخذوا الغنم فإن فيها بركة

”Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah 2/417)

Hal ini menunjukkan perintah agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing karena terdapat keberkahan.

Apakah daging kambing berbahaya bagi kesehatan? Sesuatu yang berkah tentu tidak menimbulkan bahaya. Apa yang disyariatkan oleh Islam pasti bermanfaat dan tidak berbahaya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,

الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح

“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan.”

Kemudian beliau menjelaskan,

ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh,” (Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf).

Namun, banyak informasi yang tersebar di masyarakat bahwa daging kambing berbahaya. Misalnya bisa menaikan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol, itu tidak benar. Padahal daging kambing tidak berbahaya, yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan naiknya kolesterol bisa jadi karena beberapa hal.

Pertama, pada cara pengolahan daging yang tidak sehat. Pengolahan yang dinilai tidak sehat itu seperti memakai bumbu dan minyak yang berlebihan dan terlalu lama diolah. Jika sudah seperti ini dapat menyebabkan vitamin dan kandungan mineralnya hilang.

Kedua, jika dalam batas yang wajar, makan daging kambing tentu tidak akan menjadi sesuatu yang memberikan efek negatif. Namun, apabila mengkonsumsinya terlalu berlebihan akan menjadi racun.

Terakhir, penyebab daging kambing mengakibatkan bahaya karena pola hidup di zaman sekarang yang tidak sehat, makanan tidak sehat dan gerakan yang kurang. Sehingga ada akumulasi sedikit saja kolesterol atau zat lainnya maka sudah berbahaya. Wallahu a’lam. []

SUMBER: MUSLIM.OR.ID

03/06/2019

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

*مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ،*
_Barangsiapa ambisi hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya._

*وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.*

_Barangsiapa yang niat (ambisi) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina”._

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.
==================
Mendapati hadist di atas saya penasaran ingin tahu apa maksudnya, oleh karena itu saya menyengajakan diri mendatangi seorang ulama tauhid..

Setelah membuat janji dg beliau, selepas sholat ashar pekan lalu saya langsung melaju ke rumah beliau di utara Kota Cimahi..

Tak butuh waktu lama un sampai di rumah beliau. Selepas mematikan kunci kuda besi yg saya tumpangi tepat di depan rumahnya, trdengar sayup-sayup bacaan alquran.. saya mendekati pagar rumah tsb, ternyata beliau sedang tadarus AlQuran mnikmati suasana ngabuburit di teras rumah.

Segera sya ucapkan salam dan mencium ta'zim tangan beliau.. _assalamu 'alaikum ustadz_

Wajah teduhnya menyambut hangat sambil mnjawab salam. Dan mpersilahkan sy duduk lesehan di teras depan rumah sederhana yg asri dg kolam ikan dan bunga di sekelilingnya.
Sedikit buah tangan yg saya bawa pun sdh berpindah tangan.

Setelah berbincang sejenak membuka pembicaraan, saya bacakan hadist dari zaid bin tsabit di atas. Dan bertanya *_"Ustadz afwan saya ingin tau apa maksud hadist ini?"_*

Beliau pun menjawab;
*Bagi orang" yg ambisinya dunia, Allah jadikan padanya 3 hal;*

PERTAMA, فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ
_Allah cerai beraikan urusannya._ maksudnya Allah tidak akan mnyelesaikan urusannya. Terus berkutat, brputar putar dengan masalah yang tak kunjung selesai.

Pd bagian ini sy tringat pesan seorang coach.. _tugas kita adalah brpindah dari satu masalah ke masalah lain yang lebih berat bobotnya. Dan sebagai business owner perlu *SPEED* dlm menyelesaikan masalah. Jangan trlalu lama di satu masalah. Supaya cepat naik level bisnis._
_Jadi klo kita trlalu atau bahkan sangat lama dlm mnyelesaikan masalah. Berarti ada yg gak beres pd diri kita,_ pesannya.

KEDUA, lanjut beliau
وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
_Kefakiran dikedua pelupuk matanya,_ maksudnya Allah sempitkan hatinya sehingga selalu merasa kurang. Betapa pun banyak asetnya, banyak penghasilannya tapi selalu saja merasa kurang. Tidak pernah puas. Allah buat pengeluarannya lebih banyak. Allah kuasa mngambil kembali harta tsb dg caranya yg tidak ldia harapkan. Sehingga hatinya terus gelisah karena selalu merasa kurang. Kefakiran di kedua pelupuk matanya.

Kawan saya pernah bilang; ada orang kaya dan ada orang yang terlihat kaya. BEDA antara keduanya.

Dan KETIGA baginya
وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ
_Ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah di tetapkan baginya._ Maksudnya Allah berikan kepadanya dunia hanya sekedarnya saja. Jauh dari kata cukup. Sekalipun dia bekerja berusaha dari subuh hari hingga tengah malam, Allah hanya kasih sekedarnya saja.

Beliau melanjutkan. *Dan bagi orang" yang ambisinya akhirat kata beliau, Allah juga berikan padanya 3 hal;*

PERTAMA جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ
_Allâh akan kumpulkan urusannya._ Maksudnya Allah bantu selesaikan urusannya. Kemudahan dan jalan keluar untuk masalahnya.

KEDUA وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ
_Menjadikan kekayaan di dalam hatinya._ Maksudnya Allah jadikan hatinya selalu merasa cukup. Berapapun penghasilannya selalu cukup. keluarganya sehat dan rukun. Betapa pun mungkin rumahnya sederhana pakaiannya sederhana tapi hatinya bahagia. Wajahnya cerah penuh senyum. Mau ibadah juga Allah permudah.

Pada bagian ini beliau bertanya pada saya;
*YANG ANTUM CARI SEBENARNYA KEKAYAAN ATAU KEBAHAGIAAN?*

*Kekayaan itu pada harta, tapi kebahagiaan itu adanya di hati.*

Manusia klo ngejar kekayaan gak pernah selesai. Bahkan jika ia sdh dapat emas sebesar gunung uhud kata nabi, dia pasti ingin yang lebih dari itu. Terus aja gak selesai.
Tapi klo kita mencari bahagia. Bahagia itu t4nya di sini (sambil menunjuk dada). Betapa banyak orang yang gelimang harta dan jabatan tinggi tapi tidak bahagia. Entah sering di tipu, khawatir hartanya hilang, di keluarga sering brtengkar, anak-anaknya sulit dididik, sakit sakitan, masalah hutang atau apapun itu.

KETIGA
وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.
_dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina”._ Maksudnya Allah cukupi semua kebutuhannya. Pekerjaan atau bisnisnya berkah. Allah jamin dunia akan mengejarnya. bukan dia yang mengejar-ngejar dunia.

Beliau akhiri penjelasannya dg berucap _"wallahu 'alam bisshowab"._
Dan saya pun mnyampaikan ungkapan terimakasih atasnya.

Pembicaraan pun beralih pada hal lain. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pkl 17.10 saya mohon izin pamit karena harus menunaikan sebuah janji kpd anak-anak di rumah.

Ramadhan 1440 H
*Deka

Repost

18/05/2019

KAPAN SIAP MATI?
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Ditanya begitu jawabannya kita juga bingung, paling mudah ya, mati saat dakwah. Tapi nggak yakin juga itu sudah cukup buat kita dapetin ridha Allah

Soalnya, bandingin sama ana-anak di Gaza, mereka bukan hanya naik panggung dan ngomong, mereka jihad, korban nyawa, saya? masih pengecut buat itu

Nanti kalau sudah hafal Al-Qur'an, baru siap mati. Iya kalau hafal, dan sampai kapan? Bisa jadi malah besok subuh sudah dibacain Al-Qur'an, mepet

Nanti kalau anak-anak sudah gede, bisa lihat mereka nikah atau punya cucu. Siapa yang jamin gedenya mereka malah bukan jadi fitnah? Kayak banyak kasus

Ditanya siap mati hari ini juga belum siap, sebab masih keingetan dosa tadi pagi, zina mata, zina hati, hasad, prasangka, atau demennya kita liatin aurat

Dikasih 3 hari lagi sebelum mati, juga nggak bakal bisa nyelesain semua tanggungan? 3 hari mana bisa khatam Al-Qur'an, 30 hari aja nggak bisa khatam

Dikasih setahun lagi, mesti lebih banyak lupanya. Kalau nggak lupa, ya stres mikirin matinya. Nggak siap juga, kita memang nggak siap hadepin mati

Kita dikasi waktu banyak, tapi sadarnya mungkin baru beberapa menit sebelum kita sakaratul maut, atau malah kita nggak bakal sadar sama sekali

Kita sadar nggak sih, seribu itu jadi berarti banget, dihitung kalau kita lagi kere, lagi kejepit. Tapi kalau pas lagi kaya, seratus ribu aja entah keselip kemana-mana

Artinya, most likely, manusia gak akan inget untuk nyiapin akhiratnya pas lagi luang, lagi sempet. Kapan ingetnya? Kalau sudah sakit, nggak lagi mampu ibadah

Jangan sampai kita kangenin tarwih pas sudah gak Ramadhan, kangen baca Al-Qur'an kalau sudah nggak bisa bersuara, kangen amal setelah mati

Jadi, kapan siap mati? Mungkin itu yang nggak pernah bisa kita siapin

07/12/2018

Jum'at Berkah bersama Syamil Aqiqah

Paket Syamil Aqiqah & Qurban Kuningan
31/12/2017

Paket Syamil Aqiqah & Qurban Kuningan

Address

Desa Bendungan No 524 RT 18 RW 04 Kec. Lebakwangi Kuningan
Jakarta
45574

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Syamil Aqiqah Kuningan dan Ainul Aqiqah Jadebotabek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share