Selayang Pandang KPMA Ambalan Mutawally-Munawaroh
1. Mutawally
Nama Mutawally diambil dari Abah/Buyut Mutawally atau Sirajurrosyidin yang pada masa penjajahan Belanda merupakan pejuang kemerdekaan yang disegani dan ditakuti oleh Penjajah Belanda. Kebesaran namanya semakin harum karena banyaknya orang dari berbagai kota, terutama daerah Pekalongan, Tegal dan daerah sekitarnya, yang berguru atau men
jadi Santri Abah Mutawally. Beliau meninggal dunia pada tahun 1953, dan setelah itu anak keturunannya tidak dapat melanjutkan estafeta keilmuan dan kepemimpinannya dikarenakan situasi dan kondisi saat itu yang tidak stabil. Akibatnya, pondok pesantren yang didirikan dan dibesarkan oleh Abah Mutawally tidak bisa bertahan. Hanya Mushalla yang bernama Sirajurrasyidin yang masih bertahan. Munawaroh
Tidak jauh kami ambil nama Munawaroh karena sebagai Putri Abah Mutawally yang terus memperjuangkan Islam kemudian mempunyai Cucu yang kembali menghidupkan Pondok Pesantren dan mendirikan Ponpes Al-Mutawally sehingga sampai sekarang berkembang menjadi Pondok Pesantren Terpadu Al-Mutawally.
2. Ambalan Mutawally-Munawaroh
Ambalan Mutawally-Munawaroh berbentuk Madya yang bersudut lima. Arti kiasan:
a. Segi Lima melambangkan persatuan Pesantren Terpadu Al-Mutawally
b. Warna Dasar Hijau Cerah melambangkan kesuburan
c. Tunas Kelapa menandakan anggota pramuka Putra dan Putri
d. Bintang melambangkan Keesaan
e. Al-Quran melambangkan Pedoman
f. Penyangga melambangkan persatuan yang kokoh Putra dan Putri
g. Garis Lima Kanan melambangkan Rukun Islam
h. Garis Lima Kiri melambangkan Pancasila
i. Persatuan masing-masing Lima Garis melambangkan Dasa Darma
j. Warna Hitam melambangkan Kebijaksanaan
k. Warna Coklat melambangkan Cinta Tanah Air
l. Warna Putih melambangkan Kesucian
m. Warna Kuning melambangkan Kemegahan
n. Angka 3 merupakan Akta Notaris Yayasan Al-Mutawally
3. Panji KPMA
Panji KPMA berbentuk bendera yang menggambarkan perangai anggota KPMA yang berbudi pekerti luhur dan merupakan cita-cita serta semangat juang anggota KPMA dalam menegakkan tiang-tiang kebajikan. Panji tersebut merupakan identitas bagi KPMA ambalan Mutawally-Munawaroh yang mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
a. Bendera berbentuk persegi panjang dengan ukuran 250 cm x 110 cm
b. Ambalan
Mutawally-Munawaroh
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ اْلأَ خِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ.
رواه الطبراني
Artinya:
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia, wajib baginya mempunyai ilmu. Barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat, wajib baginya mempunyai ilmu. Barang siapa menginginkan kebahagiaan keduanya, wajib baginya mempunyai ilmu.” (HR. Tabrani)
Maksudnya adalah Anggota KPMA Mutawally-Munawaroh senantiasa terus menjadi sosok yang sangat haus akan sebuah Ilmu untuk terus menjaga nama baik Islam
c. Tambahan Logo
- WOSM
- Gerakan Pramuka
- PTA
- Regu Semut dan Flamboyan
d. Warna Dasar
KPMA ambalan Mutawally-Munawaroh berwarna Biru Turkish melambangkan sekaligus menjunjung tinggi warna darah Pesantren Terpadu Al-Mutawally.
4. Amsal KPMA
Amsal KPMA ambalan Mutawally-Munawaroh adalah "Cogito Ergo Sum" yang artinya "Aku berpikir, maka dari itu Aku ada" Maksudnya dalam keadaan apapun anggota KPMA ambalan Mutawally-Munawaroh harus senantiasa berkonsentrasi penuh agar tidak mudah terpengaruh. Tentunya dengan diperkuat dengan Dzikir kepada Allah. Amsal dibacakan oleh Pemangku Adat pada saat Pembina memberikan Pusaka Adat.
5. Sandi Ambalan KPMA
a. Pengertian Sandi Ambalan KPMA
Sandi Ambalan KPMA adalah kode etik KPMA yang merupakan perwujudan dan penerapan kode etik dan kode kehormatan pramuka, sandi ambalan tersebut berbentuk puisi yang bersumber dari kebiasaan sehari-hari anggota KPMA agar lebih baik lagi. Penggunaan Sandi Ambalan KPMA
Sandi Ambalan KPMA dibacakan saat upacara adat setelah pengucapan amsal, pada saat sandi ambalan KPMA dibacakan:
1) Putra: Berdiri, sikap badan tegak, kepala menatap lurus ke depan, ditempelkan ke dada sebelah kiri (tepat pada jantung dengan lima jari tangan kanan dengan kiri dalam posisi sempurna.)
2) Putri: Berdiri, sikap badan tegak, kepala menatap lurus ke depan, dengan jari tangan kanan dan jari tangan kiri saling berkaitan dan ditempelkan di bawah dada sebelah kiri (ulu hati) dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri. Isi Sandi Ambalan KPMA
Di Bawah Kibaran Sang Merah Putih
Berjajar Serangkaian Jiwa
Dengan Segenap Semangat yang Membara
Yang Mengantarkan Mereka
Menuju Sebuah Kejayaan
Arti dari Sebuah Perjuangan
Bangkit Bangkit dan Bangkit
Untuk Memulai Sebuah Pengorbanan
Dengan Jiwa Raga dan Pikiran
Wahai Pemuda Pemudiku
Ambilah Air Tatkala Datang Panggilan
Janganlah Tidur Tatkala Ngantuk
Janganlah Santai Tatkala Sempit
Tenanglah dalam Bahaya
Hilangkan Keluh dengan senyum
Bercakap Benar, Sederhana dalam Hidup
Tinggi dalam Bersopan Santun
Janganlah Makan dan Minum
Tatkala Haus dan Lapar
Wahai Pemuda Pemudiku
Pancarkanlah Jiwamu dengan Riang Gembira
Hindarilah Iri Hati dan Menghina Sesama
Hapuslah Malas dengan Semangat
Manusia itu Manusia
Miskin dan Kaya itu adalah Lahir
Hargai Sesama dengan Ukuran Bathin
6. Pusaka Adat KPMA
Pusaka Adat KPMA ambalan Mutawally-Munawaroh berupa Pedang Panjang berwarna emas semu coklat berkepala Harimau berleher putih indah dan memiliki besi panjang dengan tiga ukiran didekat ujungnya yang melambangkan:
Besi Panjang Ujungnya Tajam : Berfikir panjang, selalu lurus, dan siap menghadapi berbagai tantangan
Kepala Harimau : Berada di dataran Siliwangi Tatar Sunda (Jawa Barat)
Warna Coklat : Cinta Tanah Air / Berjiwa Pramuka
Berleher Putih : Selalu menebarkan Kebaikan/Kekeluargaan
Tiga Ukiran : Berjiwa Tri Satya
7. Makanan dan Minuman Adat KPMA
a. Makanan Adat KPMA
Makanan Khas KPMA yaitu Tempe dan Kerupuk melambangkan kesederhanaan dalam Hidup
b. Minuman Adat KPMA
Minuman Khas KPMA yaitu Air Kelapa melambangkan jiwa yang terus dialiri kode etik kepramukaan
8. Adat Keseharian
a. Setiap kegiatan harus hadir, bila berhalangan harus meminta izin pada pemangku adat, dan bisa untuk mempertanggungjawabkannya
b. Ketika makan dan minum harus duduk dan menggunakan tangan kanan
c. Pada saat kegiatan resmi, memakai seragam pramuka atau sesuai dengan peraturan yang berlaku
d. Setiap bertemu mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan adat yang sudah ditentukan (Putra dan Putri)
e. Setiap pertemuan besar atau kecil harus diawali dengan bacaan Basmallah atau Kalamullah dan diakhiri dengan bacaan Hamdallah atau Do'a
f. Pada saat minum, makan, masuk toilet dan melakukan pekerjaan berat, scraft diselipkan ke pundak (Putra) dilepas (Putri)
g. Di dalam sanggar dan selama kepengurusan dilarang keras; 1) merokok, 2) memiliki hubungan antar pengurus (terungkap secara umum)
h. Panggilan antar pengurus dan anggota dalam kegiatan kepramukaan adalah Kakak dan panggilan dalam sehari-hari disesuaikan dengan adat sunda, yaitu:
Jabatan
Pemangku Adat Pa : Aki
Pemangku Adat Pi : Nini
Pradana (Ketua) Pa : Abah
Pradana (Ketua) Pi : Ambu
Krani & Staf (Sekretaris) Pa : Uwa Pa
Krani & Staf (Sekretaris) Pi : Uwa Pi
Bankir & Staf (Bendahara) Pa : Mamang
Bankir & Staf (Bendahara) Pi : Bibi
Anggota/Bidang Pa : Aa
Anggota/Bidang Pi : Teteh
Alumni Pa : Uyut Pa
Alumni Pi : Uyut Pi
9. Perangkat Upacara Adat KPMA
Perangkat Adat yang digunakan pada saat melaksanakan upacara adat KPMA adalah:
a. Pusaka Adat KPMA
b. Sandi Ambalan KPMA
c. Kendi dengan bunga tujuh rupa
d. Makanan dan Minuman Adat
e. Teko tanah dan piringnya
10. Pakaian Adat
a. Untuk Putra
1) Baju warna hijau dengan hiasan warna coklat
2) Sarung batik putih belang
b. Untuk Putri
1) Baju kebaya
B. Struktur Dewan Ambalan Mutawally-Munawaroh
Pengurus KPMA XXIII Putra
Prof. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D. (Pupuhu Adat Putra)
Ahmad Arip, S.HI (Mabigus Putra)
Rega Nugraha, S.Sos (Pembina Putra Penegak)
Zakaria Abdul Jabbar (Pembina Putra Penggalang)
Danar Aditya Nugraha (Pemangku Adat Putra)
M. Ikhsan Al-Fauzan (Pradana Putra)
M. Komarudin Wijaya (Krani Putra)
Fachry Waliyulwafi (Staf Krani Putra)
Tegar Surya Pratama (Bankir Putra)
M. Dzaki Fatria (Staf Bankir Putra)
Bidang I Giatops (Kegiatan Operasional)
M. Dzaki Fatria
M. Ikhsan Al-Fauzan
Bidang II Tekpram (Teknik Kepramukaan)
Fachry Waliyul Wafi
Tegar Surya Pratama
Bidang III Garis (Sanggar Inventaris)
Danar Aditya Nugraha
Bidang IV Litev (Penelitian & Evaluasi)
Andra Febryan Nur Maarif
M. Komarudin Wijaya
Bidang V Binbang (Pembinaan & Pengembangan)
Ilham Fashya Ramadhan
Bidang VI Umum
Affan Al-Hafizh
Pengurus KPMA XXIII Putri
Nyai Hj. Aan Nurhasanah, S.Ag (Pupuhu Adat Putri)
Nyai Hj. Aan Nurul Janah, M.Pd.I (Mabigus Putri)
Resya Zauharotul Husna, S.Pd (Pembina Putri Penegak)
Suci Widiani Juhriyah (Pembina Putri Penggalang)
Keisya Siti Nurazizah (Pemangku Adat Putri)
Devaniya Nur Hinka (Pradana Putri)
Nazwa Nazhifa Alfathia (Krani Putri)
Putri Maulana (Staf Krani Putri)
Wafa Maulidia (Bankir Putri)
Fahmida Ikramiya (Staf Bankir Putri)
Bidang I Giatops (Kegiatan Operasional)
Naila Qurotul Aini
Siska Oktaviana
Dealita Kusumah Wardani
Mozza Khairun Nisa
Nazwa Fatimah Altafunisha
Bidang II Tekpram (Teknik Kepramukaan)
Bunga Dwi Cahyadi
Lenia Juwita
Hawa Sulistia
Ismatul Maula Hasanah
Mufidah Fitriani Baheramsyah
Bidang III Garis (Sanggar Inventaris)
Seila Nur Rizqi
Rani Febby Maharani
Fanny Farizka Rahman
Silpiyani Lutfiya Dewi
Ainaya Nurfadhilah
Bidang IV Litev (Penelitian & Evaluasi)
Alea Azura
Riezca Raisha Rahmawati
Selis Andriani
Erina Putri Azzahra
Bidang V Binbang (Pembinaan & Pengembangan)
Ai Nuraini
Anggi Maski Triantri
Ayu Komalasari
Siti Aisah
Nezza Cameliawati
Bidang VI Umum
Frista Nur Arofah