Distributor Osb Jawatimur - 082334521335

Distributor Osb Jawatimur - 082334521335 Kami Adalah Distributor Nutri Otak No 1 di Dunia OSB ( Omar Smart Brain ) untuk info dan pemesanan silahkan hubung no WA/SMS http://Wa.me/6282334785889

SIAPA BOSS NYA?A= "Anak saya kecanduan Hp, sampai susah makan, dipanggil ngga peduli, disuruh malah berontak, gimana sol...
17/02/2019

SIAPA BOSS NYA?

A= "Anak saya kecanduan Hp, sampai susah makan, dipanggil ngga peduli, disuruh malah berontak, gimana solusinya? "

B= "Ya diambil saja Hp nya, sembunyikan chargernya, power bank nya, jangan isi pulsa, jangan isi paket data. "

A= "Tapi dia marah-marah, menangis, tantrum. Saya ngga sanggup mengatasi. "

B= "Harus sanggup. Yang memberi Hp pertama kali ke anak, siapa? Orang tua kan? Maka orang tua juga yang harus mengambil Hp nya, menghentikannya. "

*
💕💕💕✅✅✅✅✅✅✅
Saya lalu melihat si ibu berusaha mengambil hp dari anaknya. Si anak marah-marah.
Dijambaknya jilbab ibunya, dipukulinya badan ibunya.
Dan saya lihat si ibu diam saja.
Jilbab dijambak pun kepalanya dibiarkan ketarik sampai kesakitan.
Hanya lirih mengatakan "Ngga boleh hp-an kata bu Afi itu loh.. "

Hhmm... 😭😭😭😭😭
Disitulah salahnya.
Anak-anak sudah dikondisikan menjadi "bos".
Dan orang tua menjadi "pelayan" yang sendika dawuh.
Makin lama makin menjadi hingga akhirnya orang tua merasa ngga sanggup meng-handle lalu dibawalah ke tempat terapi 😑

Kata seorang trainer terapi dari Australia, ketika ditanya oleh peserta bagaimana mengatasi anak tantrum, jawabnya simple, "Who's the boss? "
Orang tua atau anak yang jadi bosnya?

Jangan kalah sama anak.🙏🙏🙏🙏🙏
Anak menangis? Tantrum? Biar saja.
Tetap jangan diberi apa yang dia inginkan.
Karena tantrumnya akan terus dijadikan senjata saat minta sesuatu.
Jangan panik lihat anak menangis.
Nanti juga akan diam sendiri.
Harus tahan mendengar dan melihat tangisnya.
Ngga ada ceritanya anak mati karena menangis kok.
(Duh... Sadis ya jawabannya 😂)

Tetap tenang, pegang tangannya, sigap mencegah jika anak mau memukul dsb.😁😁😁

Teknik khusus menangani anak tantrum bisa bervariasi tergantung kondisi tantrumnya.
Bisa didekap dari belakang, atau kaki ditekuk, atau didudukkan di bean bag, atau yang sangat parah ditengkurapkan di atas matras.
Dan banyak teknik lainnya. Intinya terapis harus sigap.
Telat sedikit, terapisnya yang bonyok kena pukulan, jambakan, cakaran 😂

Prinsipnya, anak harus diberi pemahaman bahwa tidak semua keinginan bisa dipenuhi, bahwa dia tidak boleh menjadi raja yang harus dituruti semua semuanya.

Setelah anak akhirnya paham bahwa usaha (tantrum) nya ngga membuahkan hasil dan akhirnya tenang, beri reward pelukan, usapan kepala atau punggung penuh kasing sayang, lalu bisikkan "Kamu hebat. Ibu sayang sama kamu. "

Lalu, jangan biarkan anak bengong tanpa aktivitas.
Berikan permainan-permainan yang menarik.
Lebih menarik dari gadget. Main pasir, main air, atau main bubble.
Banyak ragamnya.

Orang tua juga jangan lupa. Ikutlah bermain bersama anak.
Jangan minta anak lepas Hp tapi diri sendiri selalu main Hp di depan anak.
"Children see, children do."

Tulisan bunda Afiyah Latifah Tauhid di wall fb nya.
👇👇👇👇👇👇

Ingatlah,
jangan biarkan si kecil lupa akan dunianya..
jagalah ia, beri ia perhatian dan kasih sayang dengan tidak kasih gadget dengan alasan "yg penting dia tenang , ga rewel, dst...."

STOP! Jangan beri Gadget pada si kecil...

Misal skrg kita belum kaya, yah gppTp hindari kata 'mahal'Saat kt nyebut kata mahal, otak akan merekam 'aku tidak mampu'...
11/02/2019

Misal skrg kita belum kaya, yah gpp

Tp hindari kata 'mahal'

Saat kt nyebut kata mahal, otak akan merekam 'aku tidak mampu'

Daripada nyebut kata mahal, lbh baik membatin dlm hati 'insya Allah tahun depan ini murah bagiku.'

11/02/2019

Semoga Anak anak kita jadi anak yg rajin Sholat. Aamiin

Nah, Ini Dia…;)Ujian sekolah di depan mata. Mungkin ini yang para Orang tua pikirkan untuk anak-anaknya:- Bagaimana cara...
10/02/2019

Nah, Ini Dia…

;)
Ujian sekolah di depan mata. Mungkin ini yang para Orang tua pikirkan untuk anak-anaknya:

- Bagaimana cara belajar anak, apakah sudah benar?
- Apakah anak mampu mengikuti pembelajaran di sekolah?
- Apa yang bisa buat anak menjadi rajin belajar?
- Apa yang bisa buat daya ingat anak meningkat?
- Apa yang bisa buat anak-anaknya berprestasi?

Ada 2 hal yang mendukung perkembangan Otak manusia, yaitu Ilmu & Nutrisi.

Dua hal ini bagian terpenting yang harus kita berikan kepada otak kita. Betul?

KABAR GEMBIRA!

1. Ilmu Rahasia Meningkatkan Daya Ingat hingga 300% dengan Otak Kanan
Bersama :
Ardi Gunawan (Pakar Memori, Spesialis Otak Kanan, Tim Ippho Santosa)
Bisa Anda pelajari dalam CD Tutorial OSB.

2. Nutrisi Omar Smart Brain
Satu-satunya Nutrisi Otak di Indonesia dengan dukungan Sofware Menghafal Cepat.

5 Alasan memilih OSB sbg nutrisi otak keluarga :
1. Meningkatkan Daya Ingat & Konsentrasi
2. Membantu Sirkulasi Darah ke Otak.
3. Memenuhi kebutuhan Vitamin dan Mineral
4. Meningkatkan daya tahan tubuh. Tanpa Bahan Pengawet Aman untuk Kesehatan.
5. 100 % Herbal Alami Terdaftar Resmi di BPOM Pom TR.153. 389. 521 dan MUI.

Jadilah Orang yang Beruntung karena jadi orang tua yang cepat tanggap akan kebutuhan Nutrisi Otak pada anak.

Sadar akan kesehatan otak yang harus kita jaga, terutama utk membantu perkembangan anak Anda menghadapi Ujian.

Rasakan dan buktikan sendiri!
Segera hubungi WA 082334521335 sebelum kegalauan tentang anak menghantui Anda.


simpelnya gini kalau lapang hati, lapang rezeki. kalau sempit hati, akan sempit rezekiok sip z... 👌
09/02/2019

simpelnya gini kalau lapang hati, lapang rezeki. kalau sempit hati, akan sempit rezeki

ok sip z... 👌

08/11/2017

Sedikit oleh-oleh dari Seminar Parenting "Smart Parents Smart Children". Materi yang sangat bagus untuk para orang tua yang diberikan oleh Kurnia Widhiastuti dari Sygma Parenting Community.

Waktu berharga pengasuhan anak:

👉®7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah - zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

®7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.
Zona kuning - zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll.
Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

®7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau - sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

®7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru - siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.

®Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.

Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat.👬Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya?Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu 😍😍

√Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

√Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

**Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah 👨. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.

**Kalau suara Ibu 👩 memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin 😱😨

**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. 🙆🙅💁🙋
Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

💖++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.

Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

... 😊

Bantu share ya sis biar tambah banyak yg ambil manfaatnya

03/10/2017

Kebayang kalau Anda harus membuka pabrik batik? Pabrik mukena? Pabrik sepatu?

Relatif besar modalnya.
Relatif lama waktunya.

Karena itu saya menyarankan, tidak harus menguasai bidang produksi untuk memulai usaha. Agar hemat dan cepat, mulailah dari bidang penjualan. Sekali lagi, bidang penjualan.

Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agen. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi reseller, menjualkan produk orang lain.

Jangan risih. Bukankah Nabi Muhammad awalnya seorang reseller?

Sebenarnya ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost dan jam terbang yang lumayan.

Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin 50% atau lebih. Kalau margin-nya cuma 10% atau 25%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan ‘merampok’ profit Anda secara keseluruhan.

Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 10% atau 25% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak menjualnya. Pastikan Anda bisa menjualnya secara massal. Ya, massal. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko gagal Anda mengecil.

Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang tinggi repeat order-nya. Ingat, bisnis dibangun dengan repeat order, bukan terus-terusan menguber konsumen baru yang cost-nya jelas-jelas 6X lebih besar.

Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang mudah dan murah dalam delivery. Saya sudah mencoba berbagai macam produk. Dan harus saya akui, memang ada produk tertentu yang sulit dan mahal di-delivery secara nasional.

Dengan kata lain, ini akan mengurangi potensi penjualan. Padahal dengan social media, kita bisa mencetak penjualan secara nasional. Ya, nasional. Sayang sekali kalau produk kita hanya bermain secara lokal hanya karena sulit dan mahal di-delivery.

Pada akhirnya, happy action! Sekian dari kami DISTRIBUTOR OSB Jawa Timur

25/09/2017

*CARA CERDAS MENGHUKUM ANAK*

*Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa' (Pakar Parenting dari Kuwait)*

Cara cerdas menghukum anak?

Seorang ibu berkata: "Saya memiliki dua orang anak, pertama berusia 6 tahun dan yang kedua 9 tahun, saya bosan terlalu sering menghukum mereka karena hukuman _(iqob)_ tidak ada manfaatnya, kira-kira apa yg harus aku lakukan?".

Saya berkata: "Apakah anda sudah mencoba metode memilih hukuman?
Ibu tersebut menjawab: "Saya tidak paham, bagaimana itu?"

Saya jawab: "Sebelum saya jelaskan metode ini, ada sebuah kaidah penting dalam meluruskan perilaku anak yang harus kita sepakati, bahwa setiap jenjang usia anak memiliki metode pendidikan tertentu. Semakin besar anak akan membutuhkan berbagai metode dalam berinteraksi dengannya. Namun, anda akan mendapati bahwa metode memilih hukuman cocok untuk semua usia dan memberikan hasil yang positif".

Sebelum menerapkan metode ini kita harus memastikan, apakah anak melakukan kesalahan karena tidak tahu (tanpa sengaja), jika kondisinya seperti ini tidak perlu dihukum namun cukup diingatkan kesalahannya.

Tetapi jika kesalahannya diulangi atau melakukannya dengan sengaja, kita bisa menghukumnya dengan banyak cara diantaranya tidak memberinya hak-hak istimewa, memarahinya dengan syarat bukan sebagai pelampiasan( balas dendam) dan jangan memukul.

Kita juga bisa menggunakan *Metode Memilih Hukuman*.

Idenya begini, kita meminta anak duduk merenung, dan memikirkan tiga jenis hukuman yang diusulkan kepada kita seperti: tidak diberi uang jajan, tidak boleh bermain ke rumah temannya selama seminggu, atau tidak boleh menggunakan handphone selama sehari.
Kemudian kita pilih salah satu untuk kita jatuhkan padanya.

Ketika tiga hukuman tidak sesuai dengan keinginan orang tua, contohnya: tidur, atau diam selama satu jam atau merapikan kamar, maka kita minta dia untuk mencari lagi tiga hukuman lain.

Ibu ini menyela: "Tapi kadang hukuman-hukuman yang diusulkan tersebut tidak memberi efek/tidak membuat anak sadar juga!"

Saya katakan: "Kita harus membedakan antara _ta'dib_ (mendidik) dengan _ta'dzib_ (menyiksa)!".

Tujuan _ta'dib_ adalah meluruskan perilaku yang salah pada anak dan ini butuh kesabaran, pengawasan _(mutaba'ah)_, dialog dan nasehat yang terus-menerus.

Sedangkan berteriak didepan anak atau memukulnya dengan keras, ini _ta'dzib_ bukan _ta'dib_; karena kita menghukum anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan tapi berlebihan, sebab disertai dengan marah. Disebabkan kita banyak tekanan hidup lalu kita lampiaskan kepada anak dan anak jadi korban. Kemudian kita menyesal setelah menghukum mereka atas ketergesaan kita.

Kemudian saya berkata: Saya tambahkan hal penting, ketika anda berkata kepada anak anda: Masuk kamar, merenung dan dan pikirlah tiga jenis hukuman dan saya pilihkan satu untukmu. sikap seperti ini adalah merupakan pendidikan _(ta'dib)_ untuk sendirinya karena ada dialog batin dengan dirinya, antara anak yang melakukan kesalahan dengan dirinya. Ini merupakan tindakan yang baik untuk meluruskan perilaku anak dan memperbaiki kesalahan yg telah diperbuat.

Si Ibu berkata: "Demi Allah, ide yang bagus, saya akan coba".

Saya bilang: "Saya sendiri telah mencobanya, bermanfaat dan berhasil. Banyak juga keluarga yang mencoba menerapkannya dan ampuh juga hasilnya".

Karena ketika anak memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Maka sesungguhnya kita telah menjadikannya berperang dengan kesalahannya, bukan ketegangan dengan orang tuanya, disamping kita bisa menjaga ikatan cinta orang tua dengan anak.

Selain itu kita telah menghormati pribadi anak dan menjaga kemanusiaannya tanpa menghina ataupun merendahkannya.

Siapa yang merenungkan metode _ta'dib_ Rasululllah _shallahu 'alaihi wa sallam_ terhadap orang yang melakukan kesalahan maka akan didapati bahwa beliau menta'dib dengan menghormati, menghargai dan tidak merendahkannya.

Kita menemukannya dalam kisah wanita Ghamidiyah yang berzina dan minta di rajam, salah seorang sahabat mencelanya lalu Rasulullah bersabda: "Sungguh dia telah bertaubat, andai (taubatnya) dibagikan dengan penduduk madinah, niscaya mencukupi".
Sikap menghormati pelaku kesalahan harus tetap ada selama dalam proses _ta'dib_.

Si ibu tadi pergi dan kembali lagi setelah sebulan. Dia bertutur: " Metode ini benar-benar ampuh diterapkan pada anak-anak saya, sekarang saya jarang emosi, dan mereka memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Saya berterima kasih atas ide ini, tapi saya mau bertanya dari mana anda mendapatkan metode cemerlang ini?"

Saya jawab: "Saya ambil dari metode Al-Qur'an dalam mendidik _(ta'dib)_.

Allah _subhanahu wata'ala_memberikan tiga pilihan hukuman kepada orang yang melakukan dosa dan kesalahan, seperti kafarat bagi orang yang menggauli istrinya disiang hari bulan Ramadhan, kafarat sumpah dan kafarat lainnya, yaitu: memerdekakan budak, atau puasa atau memberikan sedekah. Syariat Islam memberikan tiga pilihan bagi pelaku kesalahan ini. Metode mendidik yang sangat indah".

Ibu berkata: "Jadi ini metode pendidikan Al-Qur'an?"

Saya jawab: "Betul, sesungguhnya Al-Qur'an dan As-Sunnah memiliki banyak metode pendidikan yang luar biasa dalam meluruskan perilaku manusia, baik anak kecil maupun orang dewasa; karena Allah yang menciptakan jiwa-jiwa dan Dia lebih tahu apa yang pantas dan metode apa yg cocok bagi jiwa-jiwa tersebut. Metode mendidik sangat banyak diantaranya 'metode memilih hukuman' yang telah dijelaskan".

Lalu si ibu tadi pergi dalam keadaan bahagia memperbaiki anak-anaknya dan bertambah cinta pada rumahnya.

Diterjemahkan oleh:
Ust. Achmad Fadhail Husni, Lc.
Pusat Peradaban ISLAM
Jl. Gayungsari I/89 Surabaya
Telp. 031 8299312

*(versi bahasa arab)*

*أسلوب ذكي في معاقبة الأبناء*

أسلوب ذكي لمعاقبة الأبناء ؟
قالت: عندي ولدين الأول عمره ست سنوات والثاني تسع سنوات وقد مللت من كثرة معاقبتهما ولم أجد فائدة من العقاب، فماذا أفعل ؟
قلت لها: هل جربت (أسلوب الاختيار بالعقوبة) ؟
قالت: لا أعرف هذا الأسلوب فماذا تقصد ؟
قلت: قبل أن أشرح لك فكرته هناك قاعدة مهمة في تقويم سلوك الأبناء لا بد أن نتفق عليها وهي أن كل مرحلة عمرية لها معاناتها في التأديب وكلما كبر الطفل احتجنا لأساليب مختلفة في التعامل معه ولكن ستجدين أن (أسلوب الاختيار بالعقوبة) يصلح لجميع الأعمار ونتائجه إيجابية، وقبل أن نعمل بهذا الأسلوب لابد أن نتأكد هل كان الطفل جاهلا أم متعمدا لارتكاب الخطأ ليكون التأديب نافعا ، فلو كان جاهلا أو ارتكب خطأ غير متعمد ففي هذه الحالة لا داعي للتأديب والعقوبة وإنما يكفي أن ننبهه على خطئه ، أما لو كرر الخطأ أو ارتكب خطأ متعمدا ففي هذه الحالة يمكننا أن نؤدبه بأساليب كثيرة منها الحرمان من الامتيازات أو الغضب عليه من غير انتقام أو تشفٍّ أو ضرب، كما يمكننا استخدام (أسلوب الاختيار بالعقوبة ).
وفكرة هذا الأسلوب أن نطلب منه الجلوس بمفرده فيفكر في ثلاث عقوبات يقترحها علينا مثل (الحرمان من المصروف أو عدم زيارة صديقه هذا الأسبوع أو أخذ الهاتف منه لمدة يوم) ونحن نختار واحدة منها لينفذها على نفسه وفي حالة اختيار ثلاث عقوبات لا تناسب الوالدين مثل ) يذهب للنوم أو يصمت لمدة ساعة أو يرتب غرفته ) ففي هذه الحالة نطلب منه اقتراح ثلاث عقوبات غيرها.
قالت معترضة: ولكن قد تكون العقوبات التي يقترحها لا تشفي غليلي!
قلت لها: علينا أن نفرّق بين التأديب والتعذيب! فالهدف من التأديب هو تقويم السلوك وهذا يحتاج إلى صبر ومتابعة وحوار واستمرار في التوجيه، أما أن نصرخ في وجهه أو أن نضربه ضربا شديدا فهذا (تعذيب لا تأديب) ، إننا عندما نعاقب أبناءنا فإننا لا نعاقبهم بمستوى الخطأ الذي ارتكبوه وإنما نزيد عليهم في العقوبة لأنها ممزوجة بالغضب، وذلك بسبب كثرة الضغوط علينا فيكون أبناؤنا ضحية توترنا وعصبيتنا من الحياة، ولهذا نحن نندم بعد عقابهم على تعجلنا أو عدم ضبط أعصابنا.
ثم قلت للسائلة: وأضيف أمراً مهماً وهو أنك عندما تقولين لابنك اذهب واجلس بمفردك، وفكر بثلاث عقوبات لأختار أنا واحدة منها لأنفذها عليك فإن هذا الموقف هو تأديب في حد ذاته لأن فيه حوارا نفسيا بين المخطئ وهو الطفل وذاته، وهذا تصرف جيد لتقويم السلوك ومراجعة الخطأ الذي ارتكبه.
قالت: والله فكرة ذكية سأجربها.
قلت لها: أنا جربتها شخصيا ونفعت معي وأعرف الكثير من الأسر جربوها ونفعت معهم لأن الطفل عندما يختار العقوبة وينفذها فإننا في هذه الحالة نجعل المعركة بين الطفل والخطأ وليس بينه وبين الوالدين فنكون قد حافظنا على رابطة المحبة الوالدية، وكذلك نكون قد احترمنا شخصيته وحافظنا على إنسانيته فلم نحقره أو نستصغره، ومن يتأمل تأديب الرسول الكريم للمخطئين يجد أنه مع التأديب يحترمهم ويقدرهم ولا يقبل بإهانتهم، وهذا نجده في قصة المرأة الغامدية التي زنت وطُبق عليها الحد، فشتمها أحد الصحابة فقال له رسول الله: إنها تابت توبة لو وزعت على أهل المدينة لوسعتهم.
فنظرة الاحترام للمخطئ باقية طالما أنه سار في برنامج التأديب.
ثم ذهبت السائلة ورجعت بعد شهر، فقالت لي: لقد نجح الأسلوب مع أبنائي وصارت عصبيتي معهم قليلة، وهم صاروا يختارون العقوبة وينفذونها، فأشكرك على هذه الفكرة، ولكن أريد أن أسألك كيف فكرت بهذه الطريقة التأديبية الرائعة؟
فقلت: لقد استفدت من الأسلوب القرآني في التأديب، فالله تعالى يعطي المذنب أو المخطئ ثلاث خيارات مثل كفارة من جامع زوجته في نهار رمضان أو كفارة اليمين وغيرها من الكفارات، فإن الشريعة الإسلامية تعطي ثلاث خيارات لمرتكب الخطأ، وهذا أسلوب تأديبي راقٍ وجميلٌ.
فقالت: إذن هو أسلوب قرآني تربوي!
قلت لها: نعم إن القرآن والسنة فيهما أساليب تربوية عظيمة في تقويم السلوك البشري للصغار والكبار لأن الله هو خالق النفوس وهو أعلم بما يصلحها وأساليب التأديب كثيرة ومنها (أسلوب الاختيار بالعقوبة) الذي شرحناه لك فانصرفت وهي سعيدة في تقويم أبنائها وزيادة المحبة في بيتها.9*CARA CERDAS MENGHUKUM ANAK*

*Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa' (Pakar Parenting dari Kuwait)*

Cara cerdas menghukum anak?

Seorang ibu berkata: "Saya memiliki dua orang anak, pertama berusia 6 tahun dan yang kedua 9 tahun, saya bosan terlalu sering menghukum mereka karena hukuman _(iqob)_ tidak ada manfaatnya, kira-kira apa yg harus aku lakukan?".

Saya berkata: "Apakah anda sudah mencoba metode memilih hukuman?
Ibu tersebut menjawab: "Saya tidak paham, bagaimana itu?"

Saya jawab: "Sebelum saya jelaskan metode ini, ada sebuah kaidah penting dalam meluruskan perilaku anak yang harus kita sepakati, bahwa setiap jenjang usia anak memiliki metode pendidikan tertentu. Semakin besar anak akan membutuhkan berbagai metode dalam berinteraksi dengannya. Namun, anda akan mendapati bahwa metode memilih hukuman cocok untuk semua usia dan memberikan hasil yang positif".

Sebelum menerapkan metode ini kita harus memastikan, apakah anak melakukan kesalahan karena tidak tahu (tanpa sengaja), jika kondisinya seperti ini tidak perlu dihukum namun cukup diingatkan kesalahannya.

Tetapi jika kesalahannya diulangi atau melakukannya dengan sengaja, kita bisa menghukumnya dengan banyak cara diantaranya tidak memberinya hak-hak istimewa, memarahinya dengan syarat bukan sebagai pelampiasan( balas dendam) dan jangan memukul.

Kita juga bisa menggunakan *Metode Memilih Hukuman*.

Idenya begini, kita meminta anak duduk merenung, dan memikirkan tiga jenis hukuman yang diusulkan kepada kita seperti: tidak diberi uang jajan, tidak boleh bermain ke rumah temannya selama seminggu, atau tidak boleh menggunakan handphone selama sehari.
Kemudian kita pilih salah satu untuk kita jatuhkan padanya.

Ketika tiga hukuman tidak sesuai dengan keinginan orang tua, contohnya: tidur, atau diam selama satu jam atau merapikan kamar, maka kita minta dia untuk mencari lagi tiga hukuman lain.

Ibu ini menyela: "Tapi kadang hukuman-hukuman yang diusulkan tersebut tidak memberi efek/tidak membuat anak sadar juga!"

Saya katakan: "Kita harus membedakan antara _ta'dib_ (mendidik) dengan _ta'dzib_ (menyiksa)!".

Tujuan _ta'dib_ adalah meluruskan perilaku yang salah pada anak dan ini butuh kesabaran, pengawasan _(mutaba'ah)_, dialog dan nasehat yang terus-menerus.

Sedangkan berteriak didepan anak atau memukulnya dengan keras, ini _ta'dzib_ bukan _ta'dib_; karena kita menghukum anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan tapi berlebihan, sebab disertai dengan marah. Disebabkan kita banyak tekanan hidup lalu kita lampiaskan kepada anak dan anak jadi korban. Kemudian kita menyesal setelah menghukum mereka atas ketergesaan kita.

Kemudian saya berkata: Saya tambahkan hal penting, ketika anda berkata kepada anak anda: Masuk kamar, merenung dan dan pikirlah tiga jenis hukuman dan saya pilihkan satu untukmu. sikap seperti ini adalah merupakan pendidikan _(ta'dib)_ untuk sendirinya karena ada dialog batin dengan dirinya, antara anak yang melakukan kesalahan dengan dirinya. Ini merupakan tindakan yang baik untuk meluruskan perilaku anak dan memperbaiki kesalahan yg telah diperbuat.

Si Ibu berkata: "Demi Allah, ide yang bagus, saya akan coba".

Saya bilang: "Saya sendiri telah mencobanya, bermanfaat dan berhasil. Banyak juga keluarga yang mencoba menerapkannya dan ampuh juga hasilnya".

Karena ketika anak memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Maka sesungguhnya kita telah menjadikannya berperang dengan kesalahannya, bukan ketegangan dengan orang tuanya, disamping kita bisa menjaga ikatan cinta orang tua dengan anak.

Selain itu kita telah menghormati pribadi anak dan menjaga kemanusiaannya tanpa menghina ataupun merendahkannya.

Siapa yang merenungkan metode _ta'dib_ Rasululllah _shallahu 'alaihi wa sallam_ terhadap orang yang melakukan kesalahan maka akan didapati bahwa beliau menta'dib dengan menghormati, menghargai dan tidak merendahkannya.

Kita menemukannya dalam kisah wanita Ghamidiyah yang berzina dan minta di rajam, salah seorang sahabat mencelanya lalu Rasulullah bersabda: "Sungguh dia telah bertaubat, andai (taubatnya) dibagikan dengan penduduk madinah, niscaya mencukupi".
Sikap menghormati pelaku kesalahan harus tetap ada selama dalam proses _ta'dib_.

Si ibu tadi pergi dan kembali lagi setelah sebulan. Dia bertutur: " Metode ini benar-benar ampuh diterapkan pada anak-anak saya, sekarang saya jarang emosi, dan mereka memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Saya berterima kasih atas ide ini, tapi saya mau bertanya dari mana anda mendapatkan metode cemerlang ini?"

Saya jawab: "Saya ambil dari metode Al-Qur'an dalam mendidik _(ta'dib)_.

Allah _subhanahu wata'ala_memberikan tiga pilihan hukuman kepada orang yang melakukan dosa dan kesalahan, seperti kafarat bagi orang yang menggauli istrinya disiang hari bulan Ramadhan, kafarat sumpah dan kafarat lainnya, yaitu: memerdekakan budak, atau puasa atau memberikan sedekah. Syariat Islam memberikan tiga pilihan bagi pelaku kesalahan ini. Metode mendidik yang sangat indah".

Ibu berkata: "Jadi ini metode pendidikan Al-Qur'an?"

Saya jawab: "Betul, sesungguhnya Al-Qur'an dan As-Sunnah memiliki banyak metode pendidikan yang luar biasa dalam meluruskan perilaku manusia, baik anak kecil maupun orang dewasa; karena Allah yang menciptakan jiwa-jiwa dan Dia lebih tahu apa yang pantas dan metode apa yg cocok bagi jiwa-jiwa tersebut. Metode mendidik sangat banyak diantaranya 'metode memilih hukuman' yang telah dijelaskan".

Lalu si ibu tadi pergi dalam keadaan bahagia memperbaiki anak-anaknya dan bertambah cinta pada rumahnya.

Diterjemahkan oleh:
Ust. Achmad Fadhail Husni, Lc.
Pusat Peradaban ISLAM
Jl. Gayungsari I/89 Surabaya
Telp. 031 8299312

*(versi bahasa arab)*

*أسلوب ذكي في معاقبة الأبناء*

أسلوب ذكي لمعاقبة الأبناء ؟
قالت: عندي ولدين الأول عمره ست سنوات والثاني تسع سنوات وقد مللت من كثرة معاقبتهما ولم أجد فائدة من العقاب، فماذا أفعل ؟
قلت لها: هل جربت (أسلوب الاختيار بالعقوبة) ؟
قالت: لا أعرف هذا الأسلوب فماذا تقصد ؟
قلت: قبل أن أشرح لك فكرته هناك قاعدة مهمة في تقويم سلوك الأبناء لا بد أن نتفق عليها وهي أن كل مرحلة عمرية لها معاناتها في التأديب وكلما كبر الطفل احتجنا لأساليب مختلفة في التعامل معه ولكن ستجدين أن (أسلوب الاختيار بالعقوبة) يصلح لجميع الأعمار ونتائجه إيجابية، وقبل أن نعمل بهذا الأسلوب لابد أن نتأكد هل كان الطفل جاهلا أم متعمدا لارتكاب الخطأ ليكون التأديب نافعا ، فلو كان جاهلا أو ارتكب خطأ غير متعمد ففي هذه الحالة لا داعي للتأديب والعقوبة وإنما يكفي أن ننبهه على خطئه ، أما لو كرر الخطأ أو ارتكب خطأ متعمدا ففي هذه الحالة يمكننا أن نؤدبه بأساليب كثيرة منها الحرمان من الامتيازات أو الغضب عليه من غير انتقام أو تشفٍّ أو ضرب، كما يمكننا استخدام (أسلوب الاختيار بالعقوبة ).
وفكرة هذا الأسلوب أن نطلب منه الجلوس بمفرده فيفكر في ثلاث عقوبات يقترحها علينا مثل (الحرمان من المصروف أو عدم زيارة صديقه هذا الأسبوع أو أخذ الهاتف منه لمدة يوم) ونحن نختار واحدة منها لينفذها على نفسه وفي حالة اختيار ثلاث عقوبات لا تناسب الوالدين مثل ) يذهب للنوم أو يصمت لمدة ساعة أو يرتب غرفته ) ففي هذه الحالة نطلب منه اقتراح ثلاث عقوبات غيرها.
قالت معترضة: ولكن قد تكون العقوبات التي يقترحها لا تشفي غليلي!
قلت لها: علينا أن نفرّق بين التأديب والتعذيب! فالهدف من التأديب هو تقويم السلوك وهذا يحتاج إلى صبر ومتابعة وحوار واستمرار في التوجيه، أما أن نصرخ في وجهه أو أن نضربه ضربا شديدا فهذا (تعذيب لا تأديب) ، إننا عندما نعاقب أبناءنا فإننا لا نعاقبهم بمستوى الخطأ الذي ارتكبوه وإنما نزيد عليهم في العقوبة لأنها ممزوجة بالغضب، وذلك بسبب كثرة الضغوط علينا فيكون أبناؤنا ضحية توترنا وعصبيتنا من الحياة، ولهذا نحن نندم بعد عقابهم على تعجلنا أو عدم ضبط أعصابنا.
ثم قلت للسائلة: وأضيف أمراً مهماً وهو أنك عندما تقولين لابنك اذهب واجلس بمفردك، وفكر بثلاث عقوبات لأختار أنا واحدة منها لأنفذها عليك فإن هذا الموقف هو تأديب في حد ذاته لأن فيه حوارا نفسيا بين المخطئ وهو الطفل وذاته، وهذا تصرف جيد لتقويم السلوك ومراجعة الخطأ الذي ارتكبه.
قالت: والله فكرة ذكية سأجربها.
قلت لها: أنا جربتها شخصيا ونفعت معي وأعرف الكثير من الأسر جربوها ونفعت معهم لأن الطفل عندما يختار العقوبة وينفذها فإننا في هذه الحالة نجعل المعركة بين الطفل والخطأ وليس بينه وبين الوالدين فنكون قد حافظنا على رابطة المحبة الوالدية، وكذلك نكون قد احترمنا شخصيته وحافظنا على إنسانيته فلم نحقره أو نستصغره، ومن يتأمل تأديب الرسول الكريم للمخطئين يجد أنه مع التأديب يحترمهم ويقدرهم ولا يقبل بإهانتهم، وهذا نجده في قصة المرأة الغامدية التي زنت وطُبق عليها الحد، فشتمها أحد الصحابة فقال له رسول الله: إنها تابت توبة لو وزعت على أهل المدينة لوسعتهم.
فنظرة الاحترام للمخطئ باقية طالما أنه سار في برنامج التأديب.
ثم ذهبت السائلة ورجعت بعد شهر، فقالت لي: لقد نجح الأسلوب مع أبنائي وصارت عصبيتي معهم قليلة، وهم صاروا يختارون العقوبة وينفذونها، فأشكرك على هذه الفكرة، ولكن أريد أن أسألك كيف فكرت بهذه الطريقة التأديبية الرائعة؟
فقلت: لقد استفدت من الأسلوب القرآني في التأديب، فالله تعالى يعطي المذنب أو المخطئ ثلاث خيارات مثل كفارة من جامع زوجته في نهار رمضان أو كفارة اليمين وغيرها من الكفارات، فإن الشريعة الإسلامية تعطي ثلاث خيارات لمرتكب الخطأ، وهذا أسلوب تأديبي راقٍ وجميلٌ.
فقالت: إذن هو أسلوب قرآني تربوي!
قلت لها: نعم إن القرآن والسنة فيهما أساليب تربوية عظيمة في تقويم السلوك البشري للصغار والكبار لأن الله هو خالق النفوس وهو أعلم بما يصلحها وأساليب التأديب كثيرة ومنها (أسلوب الاختيار بالعقوبة) الذي شرحناه لك فانصرفت وهي سعيدة في تقويم أبنائها وزيادة المحبة في بيتها.9

25/09/2017

Seorang anak laki2 umur 17tahun datang kepada kakeknya dan bertanya, “Arti dari Nilai Kehidupan?” (Value of Life)

Kakek itu memberinya satu batu dan berkata, “cari tahu nilai batu ini, tapi jangan menjualnya.”

Anak laki2 itu membawa batu itu ke penjual jeruk dan bertanya kepadanya berapa harganya? Penjual jeruk melihat batu yg mengkilap dan berkata, “anda bisa mengambil 12 jeruk dan memberikan batu itu pada saya.”

Anak laki2 itu meminta maaf dan berkata bahwa kakeknya telah memintanya untuk tidak menjual batu tsb.

Dia pergi ke tempat yg lain dan menemukan penjual sayuran. “Berapa nilai batu ini?” tanyanya kepada penjual sayuran. Penjual sayur itu melihat batu yg mengkilap dan berkata, “ambillah satu kantong kentang dan beri aku batu tsb.”

Anak laki2 itu kembali meminta maaf dan berkata bahwa dia tidak dapat menukarkannya.

Selanjutnya, dia pergi ke toko perhiasan dan menanyakan nilai batu tsb. Tukang perhiasan tsb melihat batu di bawah lensa dan berkata, “saya akan memberi kamu Rp 1 juta untuk batu ini.”

Ketika anak laki2 itu menggelengkan kepalanya, tukang perhiasan itu berkata, “baiklah, ambillah dua kalung emas 24 karat, dan berilah aku batu tsb.”

Anak laki2 tsb sekali lagi menjelaskan bahwa ia tidak bisa menjual batu itu.

Dia berjalan lagi dan anak laki2 itu melihat sebuah toko batu mulia dan meminta penjual menilai batu ini.

Ketika penjual batu mulia itu melihat batu rubi besar tsb, dia meletakkan kain merah dan meletakkan batu rubi diatasnya.

Lalu dia berjalan ber-putar2 mengelilingi batu rubi dan membungkuk dan menyentuh kepalanya di depan batu rubi. “Dari mana kamu membawa batu rubi yg tak ternilai harganya ini?” tukang batu tsb bertanya.

“Bahkan jika saya menjual dunia dan hidup saya, saya tidak akan bisa membeli batu yg tak ternilai harganya ini.”

Tertegun dan bingung, anak laki2 itu kembali ke kakeknya dan menceritakan apa yg telah terjadi.

“Sekarang ceritakan kepadaku seberapa banyakkah Nilai suatu Kehidupan itu, kakek?”

Kakek berkata, “jawaban yg kamu dapatkan dari penjual jeruk, penjual sayuran, tukang perhiasan dan tukang penjual batu mulia, mereka menjelaskan tentang Nilai Kehidupan kita …”

Kamu mungkin adalah batu yg berharga, bahkan tak ternilai harganya, tapi orang akan menghargai kamu berdasarkan status, intelektual, tingkat informasi, keyakinan mereka terhadap kamu, motif dan tujuan mereka di balik menyanjung kamu, kemampuan kamu mengambil risiko dan akhirnya menjadi senjata mereka utk menilai kamu.

”Jadi janganlah kau merasa takut, kamu pasti akan menemukan seseorg yg akan mengetahui seberapa berharganya diri kamu.”

"Hargailah dirimu, jangan menjual dirimu dengan murah. Anda itu langka, anda itu unik, original dan satu satunya. Anda adalah sebuah Mahakarya. Tak ada yg Bisa menggantikanmu".

Pertanyaannya;
Berapakah nilai kehidupan anda? Jika dinilai dari angka 1-10?😇

Address

Lamongan
62265

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+82334785889

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Distributor Osb Jawatimur - 082334521335 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share