My Secret Room

My Secret Room Not Attracting ATTENTION is a BASIC for TACTICIAN

Different target,Different strategy,..same goal..jannahNYA...Sharing with adik-adik Klub Sahabat Remaja Tulungagung Untu...
22/01/2020

Different target,
Different strategy,..same goal..jannahNYA...
Sharing with adik-adik Klub Sahabat Remaja Tulungagung
Untuk Semua

Mengawali hari-hari awal masuk sekolah dengan haha hihi bareng mereka...awalnya hanya untuk kelas XII,selesai kelas XII,...
13/01/2020

Mengawali hari-hari awal masuk sekolah
dengan haha hihi bareng mereka...
awalnya hanya untuk kelas XII,
selesai kelas XII, agak siangan ditawari kelas XI juga...
pas mulai packing mau p**ang ketika adzan dhuhur berkumandang...
"mas, setelah ini sama kelas X sekalian gimana ?
masih kuat ?" tanya pak Waka
"Insya Allah kuat pak..."
Lanjuuuut.... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

dari pagi mereka memulai acara outdoor....mulai dari wisata alam,outbond,memanah,berkuda,..ditambah hujan-hujanan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿคฃnam...
01/01/2020

dari pagi mereka memulai acara outdoor....
mulai dari wisata alam,
outbond,
memanah,
berkuda,..ditambah hujan-hujanan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿคฃ
namun begitu
ketika saya memulai sesi saya ba'da isya'
sampai jam setengah sebelasan malam
mereka masih full power !...keren !
mujahid emang nggak boleh kalah oleh hal-hal yang receh semata. right ?
nice to meet you...kids !
Pesantren Anak Sholeh, season ke 11
Ponpes Tahfidzul Quran "Sabilul Muttaqin" Resapombo, Blitar
Untuk Semua

sebagian orang belajar demi ijazahsebagian yang lain demi gelarsebagian lagi cuman ngisi waktusebagian untuk menantang d...
12/11/2019

sebagian orang belajar demi ijazah
sebagian yang lain demi gelar
sebagian lagi cuman ngisi waktu
sebagian untuk menantang diri
sebagian just having fun

what's yours ?
Training siap UN untuk kelas 9 SMP & 12 Sma It Al-Hikmah Blitar
Untuk Semua

ALLAH yang memberikan hujansekolah yang mengagendakan..dan kami yang having fun...๐Ÿ˜๐Ÿ˜Outbond dengan seluruh ekskul MtsN S...
06/11/2019

ALLAH yang memberikan hujan
sekolah yang mengagendakan..dan kami yang having fun...๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Outbond dengan seluruh ekskul MtsN Selorejo Blitar...
disambut hujan awalnya,
sambil senam pemanasan, saya bertanya pada peserta
"Terus outbond atau masuk kelas saja ?"
"Lanjuuuuuut.....!!!"..dan akhirnya ngakak sepanjang acara๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿคฃ
Nggak terasa, sudah tahun kelima
terima kasih atas semuanya
semoga barokah. Aaamiiiin
NB : foto selengkapnya secepatnya di IG
Untuk Semua

mereka yang memilih JALAN kebaikan,akan selalu diuji keSETIAannya pada KEBENARAN...bukan hanya ketika harus berjuang den...
29/10/2019

mereka yang memilih JALAN kebaikan,
akan selalu diuji keSETIAannya pada KEBENARAN...
bukan hanya ketika harus berjuang dengan banyak teman,
tetapi juga bahkan ketika SENDIRIan memPERTAHANKAN kebenaran...
sharing persiapan UN dengan adik-adik Sdit Robbani di Taman Bidadari Singosari-Malang
Untuk Semua

---ANAK POLITISI---Di sebuah pameran pendidikan.Seorang siswi datang ke mejaku."Mbak, mau konsultasi soal study di Austr...
18/10/2019

---ANAK POLITISI---

Di sebuah pameran pendidikan.

Seorang siswi datang ke mejaku.

"Mbak, mau konsultasi soal study di Australia atau UK. Jadi, aku mau ambil S1 Hukum. Pengenku sih ambil International Program di *** terus double degree, entah ke Australia atau ke UK. Kalau nggak, langsung ke Australia atau UK juga nggak apa-apa."

*Notes : dia tidak mencari beasiswa. Dia akan sekolah ke luar negeri dengan biaya dari orang tuanya.

Ngobrol panjang lebar, sambil ngakak-ngakak, karena bagaimana pun, meski aku elegan aku harus memosisikan diri saat menghadapi anak muda milennial.

"Emang kamu nanti pengen jadi apa? Pengacara?" tanyaku.

"Nggak sih. Pengen jadi anggota DPR. Nggak yang DPRD loh ya. Tapi DPR pusat," jawab siswi itu.

Dari cara bicaranya, aku rasa memang dia cerdas. Setidaknya secara akademis.

"Why DPR?" tanyaku. Pembicaraan mulai serius.

"Keluargaku semua politisi. Partai *** Jadi ya background keluarga tuh mempengaruhi aku buat pengen terjun ke dunia politik gitu."

Asik ya. Anak SMA udah begini obrolannya. But then ....

"Lagian ya Mbak. Kapan lagi sih bisa dapat gaji gede dengan kerja sak karepe dewe (semau sendiri)? Tidur siang dibayar, kunjungan ke LN. Makanya aku pengen banget jadi anggota DPR. Anj*r. Itu kerjaan impian gue banget!" serunya. Siswi ini memang asli Jakarta.

Aku menghela napas.

"Lo sarkas apa serius?" tanyaku. Dia tertawa.

"Serius lah, Kakak. Aku kan orangnya realistis. Sekarang tuh bukan jamannya orang idealis. Bisa aja sih aku jadi orang idealis. Tapi jaman sekarang, yang idealis itu gampang habis. Entah habis dengan sendirinya, atau habis karena dihabisin. Ya aku sih nggak munafik ya. Aku tipe realis."

Kucoba menelisik, mengamati sorot mata siswi ini. Berapi-berapi. Jelas, dia memang tidak sedang bercanda atau sarkas soal ini.

"Jadi, tujuanku pengen jadi anggota DPR itu bukan karena alasan idealis, misalnya mau memperbaiki kinerja DPR. Ih, males banget. Alasanku realistis. Logis. Karena jadi anggota DPR itu enak. Gajinya banyak," jawabnya.

Aku speechless seketika. Sekali lagi, dia memang sedang tidak bercanda.

"Then, why bachelor of law? Kenapa mau ambil program sarjana hukum? Anggota DPR kan bisa lulusan SMA," pancingku. Sengaja. Aku ingin tahu alasannya.

Lagi-lagi dia tertawa.

"OMG, Mbak. Seriously?" ucapnya. Dia menyipitkan mata, lalu tertawa.

Damn!
Anak ini memang cerdas. Dia tahu jika aku hanya mengetesnya. Tentu saja aku tahu alasannya.

"Kalau aku cuma lulusan SMA, aku buta hukum. Kalau aku lulusan hukum, aku jadi melek hukum. Keuntungannya, aku bisa lebih siap saat nanti aku berkasus dengan hukum dan of course, aku juga jadi bisa cari celah buat memanip**asi hukum. Biar tetap menguntungkan buat aku," jelasnya.

Kutilik lagi ekspresinya. Dia tidak bercanda.

Lalu sudah, setelahnya kami kembali mengobrol santai.
Siswi ini datang bersama sahabatnya. Si kalem asli Jogja yang ingin menjadi psikolog katanya.

Aku kembali mengajak mereka bercanda.

"Mas, kamu tahu nggak kenapa mereka berdua berteman dekat?" tanyaku pada rekanku, yang datang ke acara ini bersamaku.

Dia menggeleng. Dia juga speechless dengan jawaban siswi anak politisi itu.

"Jadi kalau suatu saat nauzubillah dia gagal nyaleg di DPR dan dia depresi, dia bisa langsung dapat pertolongan psikolog yang tepat. Sukur-sukur gratis. Kan bangkrut ceritanya," candaku.

Si gadis Jogja tertawa. Tapi si siswi anak politisi memberikan respon berbeda.

"Oh, sorry. In my case, itu sih nggak bakal terjadi ya. Karena lahir dan gede di keluarga politisi, aku tahu d**g soal orang dalam. Soal link-link posisi dan segala macam. Yang pasti aku nggak akan keluar banyak uang."

โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ

Siswi anak politisi.
17 tahun usianya. Sudah secadas ini bicaranya.
Bisa dibayangkan betapa 'ngeri' hal-hal yang dia saksikan selama dia lahir dan tumbuh di keluarga politisi sehingga dia bisa bicara seperti ini.

Kadang terlintas sekelebat tanya tentang peranku. Eh, aku belum bilang ya jika ini pengalaman nyataku?

Tapi, bukankah perkara niat dan needs behind the needs alias alasan sebenarnya dia untuk lanjut study di program tertentu adalah urusannya?

Tugasku hanyalah sebagai konsultan hanyalah mengarahkan, menunjukkan jalan sesuai pilihan yang dia inginkan. Perkara niat siswi itu, sudah lain urusan.

Ya.
Sebagai seorang konsultan, aku bertemu banyak orang.
Latar belakang berbeda, orang yang berbeda, menghasilkan cerita yang berbeda p**a.

Hey, anak cerdas.
Seiring berjalannya waktu, semoga semakin bijak langkahmu ya, Sayang.
Sayang jika kecerdasanmu kesasar di jalan yang salah.
Aku tulus mendoakanmu.
(by bu Fissilmi Hamida)

In frame :
Bukan foto siswi itu. Sebagian besar ortu mereka pun bukan politisi. Tetapi aku percaya, menyiapkan generasi yang tetap teguh dalam kebenaran walau jika akhirnya sekelilingnya berlomba dalam kebatilan, adalah keniscayaan...

Sharing with adik-adik Garuda Keadilan Kota Blitar
Untuk Semua

ODGJ Outbond ?Emang bisa? Bisa lah ! Tapi sebelumnya, ODGJ itu apaan sih ?..walah...awalnya nggak tahu apa itu ODGJ. Ket...
11/10/2019

ODGJ Outbond ?
Emang bisa?
Bisa lah !
Tapi sebelumnya, ODGJ itu apaan sih ?..walah...
awalnya nggak tahu apa itu ODGJ. Ketika diminta nangani outbond untuk ODGJ beserta pendamping dan keluarga, singkatan itu yang menjadi pertanyaan besar saya. Ketika membaca WA susulan... โ€œODGJ โ€“ Orang Dengan Gangguan Jiwaโ€... terkaget-kagetlah saya. Emang bisa ya ???
ketika bertemu dengan team, sharing banyak tentang ODGJ, lalu survey lokasi di taman Blimbing Karangsari, barulah ada sedikit gambaran mau dibuat seperti apa. Opening, game massal sampai pos dan closing. Karena tidak ada pengalaman nangani ODGJ, maka saya menyiapkan beberapa permainan cadangan.
Menjelang hari H, eh ternyata lokasi berubah.
Okelah, gpp...
eh, kemudian jumlah peserta berubah juga.
Hiyaaa...
Kemudian, ada permintaan kalau dalam pembagian kelompok, anggotanya merata. Dalam satu kelompok ada anggota dengan gangguan yang beragam. Jangan sampai yang berat dengan yang berat semua. Atau satu kelompok isinya gangguan ringan semua.
Tapi bagaimana mendeteksinya ?
Apa ya ditanya langsung ? Ahaha...
Hari-H, sengaja datang pagi-pagi banget.
Barengan kebersihan dan sound system yang bersiaga di lapangan. Kebetulan pembukaannya di area rumah Dinas Walikota Blitar. โ€œOutbond PMKS Dinas Sosial Kota Blitar 2019โ€ tulisan di spanduk. Barulah setelah itu peserta digiring di Kebon Rojo belakangnya.
Akhirnya, peserta datang.
Beserta pendamping serta sebagian keluarga.
Deg-degan
Mencoba menyapa dan bersalaman
Usianya beragam
Sebagaian Tampilannya tak beda dengan yang normal
Bawaannya pun macam-macam. Dari Gitar sampai gadget.
Lha ?
Sudahlah. Maju terus !
Tiba giliran kami, opening lancar
Senam pemanasan ....ancur
Pemanasan ter-ancur.... ever !
Mulai bagi kelompok
โ€œ...Tujuh sikut !โ€
โ€œ...Tiga jempol !โ€
โ€œ...Sepuluh lutut !โ€..berhitung saja rada kesusahan..banyak yang kebingungan..instruksi baru tiga, beberapa mogok, tidak mau bergerak..hiyaaa...
Finally,
Improvisasi..Ini kayaknya yang ter

****Mohon doa utk para Da'i di Wamena****_(ust Muallimin - Ketua DPW Hidayatullah Papua)_Kami bukan tak mau p**ang !!Buk...
02/10/2019

****Mohon doa utk para Da'i di Wamena****
_(ust Muallimin - Ketua DPW Hidayatullah Papua)_

Kami bukan tak mau p**ang !!
Bukan p**a kami tdk ketakutan, jauh dalam hati setiap hari hati kami gemetar melihat keadaan yg semakin hari tambah menakutkan.

Bukan kami tdk sayang orang tua ataupun sahabat yg selalu menelpon meminta kami p**ang dan beranjak dari tempat ini.

*Tapi kami memikirkan Islam yg bertahun-tahun dibangun dan diperjuangkan ditempat ini*

*Anak2 santri yg masih menjadi mutiara emas untuk Agama Islam.*

Jika kami harus p**ang maka segala usaha itu kembali ke Nol. Masyarakat dan juga anak2 kembali menjadi manusia awam yg tdk lagi tahu apa itu keharmonisan.

*_Islam yg sudah dibangun dengan darah dan bahkan nyawa tdk mampu kami tinggalkan begitu saja._*

Ku tahu, semua orang khawatir atas kondisi kami ditempat ini.

Ku tahu, mereka bilang kami tdk takut mati karena menyangka egois dan naif.

Tapi inilah keadaannya kami masih berat meninggalkan Islam ditempat pondok Pesantren Al-Istiqomah Walesi Wamena.

Kami sejujurnya ingin sekali berada di dekat orang tua, hidup tentram dan damai.

Tdk berdesakan dengan ribuan manusia dan juga jauh dari ketakutan karena suara tembakan dimana2.

Tapi kami juga tdk mampu menahan sakitnya meninggalkan anak2 polos yg baru mengenal Islam.

Mereka para santri selalu bilang,
_"Ustadzah dan Ustad2 jangan p**ang, klo guru2 p**ang kami akan kemana?_
_Pasti kami akan tinggalkan shalat dan buka aurat."_

Apa hendak yg akan kami lakukan jika manusia yg tdk berdosa selalu mengambil tangan kami dan memohon agar kami tdk meninggalkan tempat ini.

Bahkan masyarakat papua setempat pun ikut memotivasi kami,
_"Ustadzah jika p**ang maka Islam ini akan ikut hilang. Kami siap menjaga Ustadzah dan Ustad2 serta guru2 lainnya asalkan tdk meninggalkan tempat ini. Kami yg akan menjadi manusia terdepan manakala ada serangan dari luar sebelum ke Guru2."_

Ya Allah.. Hatiku hancur dan kata2 itu menjadi pukulan berat bagiku untk meninggalkan tempat ini. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Bukan penguasa dan bahkan tangan2 orang besar yg menjamin kami tapi mereka orang2 kecil yg juga takut kehilangan nyawanya namun rela korban siang dan malam menjaga kami agar tetap bertahan ditempat ini.

Lantas, kami harus berbuat apa saat kondisi justru memaksa kami tetap berjuang mempertahankan Agama Islam.

Bendera Jihad itu terlalu kuat untuk ditinggalkan dan Mawad yakin ada bala tentara Allah yg akan membantu kami. Yang akan menjadikan kami tenang dan aman.

Hanya kenyakinan itu yg membuat kami kuat dan tetap bertahan ditempat ini.

Duri sudah biasa kami pijaki, namun saat ini malah api yg menguji kami. Namun tdk ada yg mustahil bagiNya. Hanyalah kepada Allah kami yakinkan diri bahwa kami akan baik2 sja. Dan bagi keluarga maupun saudara saat ini kami hanya butuh doa dan dukungan agar kami tdk kehilangan harapan dan keyakinan.

NB : Training di tempat ini mengingatkan saya akan para da'i yang berjuang nun di sana. Semoga diantara kalian ada yang nantinya berdakwah seperti mereka nak....
semoga ALLAH senantiasa memberikan kesabaran, kekuatan dan keselamatan untuk mereka semua. Aaaamiiiiin....

-Rohmah Putri Islamic Boarding School
Untuk Semua

Tak ada yang bisa kita lakukan dengan kecerdasan kalau jiwa yang menjadi tempat berkembangnya amat rapuh. Bukan cemerlan...
14/09/2019

Tak ada yang bisa kita lakukan dengan kecerdasan kalau jiwa yang menjadi tempat berkembangnya amat rapuh. Bukan cemerlangnya otak atau cepatnya berpikir p**a yang menjadikan sebagian negeri lebih disegani daripada negeri-negeri lain. Pada bangsa-bangsa yang amat disegani itu boleh jadi otak milik anak-anak mereka tak secemerlang anak-anak kita. Akan tetapi, mereka memiliki karakter yang kuat. Begitu kuatnya karakter mereka sebagai pribadi dan sebagai bangsa sehingga mereka sigap menentukan sikap. Tidak ragu-ragu. Tidak gamang. Tidak p**a gemetar saat menjatuhkan sikap
Anak-anak yang sangat berpengaruh pada teman-teman sepermainan yang sebaya atau bahkan yang lebih tua usianya, kerap kali bukan ditentukan oleh kecerdasan intelektualnya, melainkan seberapa kuat karakter membentuk dirinya. Tak peduli karakter itu baik atau buruk. Kalau karakternya yang menonjol sangat baik, maka anak-anak di sekelilingnya akan cenderung terbawa. Yang semula buruk, berkurang keburukannya dan berangsur-angsur menjadi baik. Sementara yang telah baik, akan berjalan seiring dan berlomba untuk semakin baik
Karakter yang kuat dibentuk oleh penanaman nilai yang menekankan tentang baik dan buruk. Nilai ini dibangun melalui penghayatan dan pengalaman, membangkitkan rasa ingin dan jijik yang sangat kuat, dan bukan menyibukkan diri dengan pengetahuan. Pengetahuan yang tidak diyakini dan dihayati dengan sungguh-sungguh tidak menghalangi seorang dokter spesialis penyakit dalam yang meninggal karena penyakit dalam disebabkan terlalu banyak merokok
Apa yang salah pada pengetahuannya? Tidak ada yang salah. Tetapi... pengetahuan yang tidak dihayati dan diyakini sebagai sikap terbaik, tidak memberi bekas apa-apa pada perilaku. Karakter yang kuat akan cenderung hidup secara berakar pada diri anak-anak kita apabila mereka semenjak awal telah dibangkitkan keinginan untuk mewujudkannya, belajar bersedih apabila orang lain tidak melakukannya, membangkitkan keinginannya untuk menjadikan orang lain baik, dan menumbuhkan kebanggaan saat melakukan, meski dianggap aneh
Pendidikan tentang baik dan buruk serta benar dan salah tanpa membangkitkan keinginan untuk menjadikan orang lain benar, justru cenderung rapuh. Ia bisa terbawa pada dua titik: jumud atau mudah menghakimi orang. Ini pada gilirannya juga dapat melahirkan kelemahan berikutnya; tidak dapat menerima kebenaran atau sebaliknya, justru sekali terpatahkan, akan berantakan keyakinannya.
Na'udzubillahi min dzalik.
Proses pembangunan karakter yang kita perbincangkan, akan lebih mudah membekas apabila kita hadirkan sosok yang dapat menjadi sumber identifikasi diri. Sosok-sosok besar itu, meski tak banyak ditulis dalam sejarah, dengan penceritaan yang hidup dan wajar. Kita hadirkan kebesaran mereka dengan menampilkan tantangan-tantangan yang mereka hadapi. Bukan hanya cerita yang bertabur kata sifat sehingga kita tidak memiliki gambaran seberapaa besar mereka sesungguhnya.
Di sinilah pembangunan karakter membutuhkan model yang menjadikan anak meniru dengan bangga. Di Vietnam, Amerika menderita kekalahan secara mengenaskan. Tetapi, ia menciptakan Rambo; tokoh rekaan yang membuat seluruh orang Amerika seperti pahlawan. Ia tidak ada, tetapi ia dihadirkan seakan-akan nyata bersama-sama tokoh lain yang juga hanya ada di film saja
sementara tokoh-tokoh yang membuat anak bangga dan tergerak jiwanya untuk bertindak hampir tak kita kenal. Andaikan dunia Islam hanya memiliki seorang Shalahuddin Al-Ayyubi sesudah Nabi Shallalรขhu โ€™alaihi wa Sallam, telah cukup bagi kita untuk membakar semangat dan membangun karakter pada anak-anak kita. Padahal ALLAH telah menghadirkan Amr bin Ash, Khalid bin Walid, Umar bin Abdul Aziz, dan entah berapa lagi manusia-manusia besar lainnya. Tetapiโ€ฆ kebanyakan dari kita tidak mengenalnya, sehingga tak sanggup kita mengabarkan kepada anak-anak kita tentang mereka...
(Dinukil dari tulisan Ust.Fauzhil Adhim "Ilmu yang sekedar pengetahuan dan yang masuk di hati")

Mabit awal Muharram, Al-Ghifari Kota Blitar
Untuk Semua

Address

Malang

Telephone

081 3333 55955

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when My Secret Room posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share