15/12/2019
HABIS MANIS SEPAH DIBUANG
---------------------------------------------------
Dahulu kala ada seorang RAJA yang PONGAH segala akses tertutup dengan rapatnya tanpa ada celah untuk bisa memasuki sebuah singgasana yang penuh dengan kemewahan, bahkan seorang PERDANA MENTERI dari sang raja pun tidak dapat berbuat banyak untuk para penduduk dari sebuah kerajaan.
Ditengah desas desus para penduduk dengan kediktatoran seorang raja, muncullah seorang PEMUDA dari negeri seberang yang mempunyai bekal pendidikan yang cukup tinggi, berhimpun dengan penduduk kerajaan dialog sambil mendengar cerita & keluhan yang terjadi selama raja memimpin.
PERDANA MENTERI hanyalah sebatas perdana menteri akan tetapi loyalitas dan tanggungjawab kepada penduduk kerajaan berusaha untuk selalu di laksanakan, karena ruang gerak yang sangat terbatas.
Seiring waktu berjalan sang PEMUDA pun memberanikan diri untuk bertemu kepada PERDANA MENTERI bukan kepada RAJA karena sang pemuda tahu tidak akan bisa menembus lorong patung kayu dari sang raja yang tamak.
Dan akhirnya pemuda ini berkata;
"WAHAI PERDANA MENTERI...
AKU PEMUDA DARI NEGERI SEBERANG, TELAH MENDENGAR KELUH KESAH DARI PENDUDUK KERAJAAN INI, MEREKA TELAH MUAK DENGAN SEGALA BENTUK KESERAKAHAN YANG TERJADI...
AKU AKAN BERDIRI DI BELAKANGMU BERSAMA PARA PENDUDUK DI KERAJAAN INI DAN SIAP MEMIKUL TANGGUNGJAWAB AGAR ENGKAU BISA MEMIMPIN KERAJAAN INI, KARENA HANYA ENGKAULAH YANG PATUT SERTA BISA MENDENGARKAN SEMUA KESEDIHAN PENDUDUK DI KERAJAAN INI.
Sang PERDANA MENTERI pun tidak tahan sangat sungguh terharu kepada PEMUDA sang pemberani, air matanya pun tanpa terasa mengalir dari sang perdana menteri.
"Sungguh mulia hatimu wahai PEMUDA bila itu memang sangat berarti buat penduduk di kerajaan ini, saya siap untuk menggantikan sang raja, tapi wahai PEMUDA sang pemberani aku tidak punya apa-apa untuk kalian aku hanya punya HATI untuk kebersamaan dengan kalian...??
"sang PEMUDA pun menjawab;
Baiklah PERDANA MENTERI engkau tidak perlu repot dengan itu semua, kami akan berjuang dengan ikhlas untuk bisa mengambil alih KERAJAAN YANG TAMAK ini.
yang terpenting jangan pernah berbalik arah dengan kami ketika engkau menduduki SINGGASANAMU NANTI.
Dan pada akhirnya SANG PERDANA MENTERI pun diangkat menjadi RAJA oleh penduduk kerajaan.
Waktu terus berlalu semua dalam keadaan baik-baik saja tidak ada rasa iri dan dengki semua berjalan seperti biasanya, aman dan tentram.
Hingga di suatu penghujung waktu sesuatu terjadi menimpa sang PEMUDA oleh sang RAJA pengganti RAJA yang tamak sebelumnya. semua yang terlontar dalam ingatan sang PEMUDA pemberani dengan langkah gontai,lesuh,paras wajahnya seakan tidak seperti biasanya.
penduduk bertanya :
"Wahai sang PEMUDA pemberani..??
ada apa denganmu? mengapa engkau tiba-tiba wajahmu murung?? adakah engkau punya masalah? ceritakanlah kepada kami, kami akan membantumu...??
Dengan helaan nafas seperti sesak, sedikit memandang dengan wajah yang sendu para penduduk kerajaan, yang begitu semangat berjuang bersama untuk seorang PERDANA MENTERI yang begitu beradab dan santun untuk menjadikannya sebuah raja.
Namun semua berakhir dengan sebuah BISIKAN KOTOR tanpa melalui sebuah pertimbangan dan komunikasi yang baik lagi.
"Wahai PENDUDUK kerajaan ini, berbuatlah dengan HATI yang IKHLAS selalu berusaha untuk tidak berburuk sangka kepada orang di sekelilingmu, bila niat baikmu yang tulus hanya dibayar dengan NOMINAL sebagai balas budi, lebih baik engkau tidak menerima jadikan LELAHMU sebagai IBADAH untuk AMALANMU.
Penduduk Kerajaan Pun tertunduk lesu seakan tidak percaya apa yang terjadi kepada SANG PEMUDA PEMBERANI. seakan terbesit dalam hati para penduduk kerajaan, inikah yang dinamakan HABIS MANIS SEPAH DI BUANG ??
Masamba, 15 Desember 2019
_MUHAMMAD QADRI_