Kerajaan MAJAPAHIT - Trowulan

Kerajaan MAJAPAHIT - Trowulan Kerajaan Hindu-Budha di Jawa Timur pada th.1293-1518 yang beribukota di Trowulan.
=> https://www.facebook.com/dahanapura Silsilah Raja-raja MAJAPAHIT :
- 1.
(1)

Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Hindu-Budha yang berpusat di Antawulan atau Trowulan (di daerah Mojokerto - Jawa Timur). Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk, yang juga disebut Rajasanagara, memerintah Ma

japahit dari tahun 1350 hingga 1389, dengan bantuan Maha Patihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer, Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. Kakawin Nagarakertagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung dan anggun, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus, serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Peristiwa utama dalam kalender tata negara digelar tiap hari pertama bulan Caitra (Maret-April) ketika semua utusan dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. Kawasan Majapahit secara sederhana terbagi dalam tiga jenis: keraton termasuk kawasan ibu kota dan sekitarnya; wilayah-wilayah di Jawa Timur dan Bali yang secara langsung dikepalai oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja; serta wilayah-wilayah taklukan di kepulauan Nusantara yang menikmati otonomi luas. Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua, mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali, di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas, pembayaran upeti berkala, dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun. Agama Buddha, Siwa, dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit, dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha, Siwa, maupun Wisnu. Nagarakertagama sama sekali tidak menyinggung tentang Islam, akan tetapi sangat mungkin terdapat beberapa pegawai atau abdi istana muslim saat itu. Gambaran ibukota Majapahit, kutipan dari Nagarakertagama. "Dari semua bangunan, tidak ada tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap ijuk, indah bagai pemandangan dalam lukisan... Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga, menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya". Gambaran tentang Majapahit menurut Catatan Mattiussi, seorang pendeta Ordo Fransiskan dari Itali, yang sempat mengunjungi beberapa tempat di nusantara pada thn.1318. ".... Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota. [Dan] pulaunya berpenduduk banyak, merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada.... Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa mengagumkan. Karena sangat besar, tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak, bahkan atapnya pun bersepuh emas. Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini; akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya." Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadang-kadang menyerang kerajaan tetangga, perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) 1293-1309
- 2. Kalagamet (Sri Jayanagara) 1309-1328
- 3. Sri Gitarja (Tribhuwana Wijayatunggadewi) 1328-1350
- 4. Hayam Wuruk (Sri Rajasanagara) 1350-13890
- 5. Wikramawardhana 1389-1429
- 6. Suhita (Dyah Ayu Kencana Wungu) 1429-1447
- 7. Kertawijaya (Brawijaya-I) 1447-1451
- 8. Rajasawardhana (Brawijaya-II) 1451 - 1453
- 9. Purwawisesa atau Girishawardhana (Brawijaya-III) 1456-1466
- 10. Bhre Pandanalas atau Suraprabhawa (Brawijaya-IV) 1466-1468
- 11. Bhre Kertabumi (Brawijaya-V) 1468-1478
- 12. Girindrawardhana (Brawijaya-VI) 1478-1498
- 13. Hudhara (Brawijaya-VII) 1498-1518

Address

Mojokerto
61322

Telephone

085731718808

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kerajaan MAJAPAHIT - Trowulan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share