Kemahasiswaan Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Kemahasiswaan Institut Manajemen Wiyata Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kemahasiswaan Institut Manajemen Wiyata Indonesia, Jalan Gudang No. 07-09 Sukabumi, Sukabumi.

28/11/2019

Kelas Fotografi

Ayo Bergabung bersama Program Creative Advertising IMWI Sukabumi

IMWI
& LulusTanpaSkripsi

14/11/2018
31/07/2017

"MENUNTUT ILMU ADALAH KEWAJIBAN"

Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dia diberikan akal dan mampu menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan, kepandaian dan keinginan sehingga mampu melakukan banyak hal. Tidak ada hal yang tidak mungkin untuk bisa dilakukan selama ilmu pengetahuannya berguna dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ilmu adalah anugrah dengan maksud yang baik, dengan ilmu kita bisa menguasai banyak hal, dalam bentuk materi, jabatan, status sosial atau yang lainnya. Dengan ilmu manusia bisa menciptakan dunia yang indah, modern dan sangat berarti. Tapi, dengan ilmu juga manusia bisa menjadikan dunia rusak, hancur dan tidak berarti, disaat itu ilmu hanya dijadikan senjata, bukan pelindung. Maka dari itu bijaklah dalam berilmu, bijaklah dalam mencari ilmu, dan niatkanlah ilmu untuk kebaikan.

Jika karena ilmu bisa membuat kerusakan maka untuk apa kita memiliki ilmu.

Kehidupan manusia tidak terlepas dengan masalah. Semakin hari, masalah kehidupan semakin rumit. Maka kita perlu menuntut ilmu, untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, cepat dan tepat. Lalu apa jadinya jika manusia tidak memiliki ilmu,manusia akan bergerak dan berpikir dengan insting, dimana norma – norma kebenaran dan akhlak mulia akan terkikis olehnya.Manusia hanya akan mendahulukan kepentingan pribadi, dibandingkan kebenaran. Hal ini hanya akan menghadirkan kegelapan dalam hati dan pikiran. Sehingga mereka tidak pernah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Maka kekacauanlah yang akan terjadi.

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang pentingnya ilmu syar’i. sebuah ilmu yang saya yakini menjadi dasar ilmu yang lainnya. Penjelasan diatas bukanlah penjelasan yang asal-asalan. Dalam kehidupan seorang muslim, ilmu tidak terlepas dari pelajaran-pelajaran masa lalu. Sejarah memberikan banyak pelajaran yang sangat berarti. Banyak kisah-kisah yang bisa kita ambil dari sejarah. Zaman dahulu sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, kehidupan umat manusia sangatlah jauh dari kebenaran. Kebenaran dan akhlak mulia terkikis oleh kerasnya kehidupan. Sebuah masa yang dikenal dengan masa jahiliah atau zaman kebodohan yang gelap gulita. Hingga diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menjadikan gelap gulita itu terang menderang.

Ilmu menjadi sebuah dasar perkataan dan perbuatan. Salah seorang Ulama terkemuka bernama Al-Imam Al-Bukhari berkata: “Al-Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal”.Sudah barang tentu di dalam perkataan beliau ini terkandung kaidah penting yang sangat bermanfaat dan perlu untuk kita ketahui bersama.

Asy-Syaikh Sholeh bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh berkata:
“Ilmu itu jika ditegakkan sebelum ucapan dan amal, maka akan diberkahi pelakunya biarpun perkaranya itu kecil. Adapun jika ucapan dan amal didahulukan sebelum ilmu dan bisa jadi perkaranya itu sebesar gunung, namun itu semua tidaklah di atas jalan keselamatan…Dan sungguh! Amalan yang sebesar dzarah (setitik) namun didasari ilmu, maka ini lebih besar nilainya daripada amalan laksana gunung tanpa ilmu. Dan Bahwasanya ilmu itu tujuan puncak yang terpenting dan harus diutamakan dari segala sesuatu. Khususnya ilmu yang dapat memperbaiki ibadah, meluruskan aqidah, memperbaiki hati, dan yang bisa menjadikan seseorang itu mudah dalam kehidupannya untuk meniti jalan di atas bukti nyata yang mencocoki Sunnah Rasul, bukan hidup di atas kebodohan.” (Syarh Kitab Tsalatsatul Ushul: 11-12)

Kesimpulannya adalah bahwa kita hendaknya “berilmu sebelum berkata dan beramal” karena ucapan dan perbuatan kita tidak akan berharga bila tanpa ilmu. Maka dari itu menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban.

Penulis : Budi Jejen IMWI

IMWI-Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

17/07/2017

“MIMPI SETINGGI LANGIT, ILMU AKAN MELEBIHINYA”
Oleh : Ricka Widya (Mahasiswa IMWI)

Semua orang pasti mempunyai mimpi di masa yang akan mendatang. Ada yang bermimpi menjadi presiden, jalan-jalan ke luar negeri, menjadi entrepreneur sukses, kuliah ke luar negeri, atau mimpi memliki perusahaan besar, sehingga semua orang fokus mengejar dan berharap mimpi itu menjadi kenyataan. Memiliki impian sangat tinggi yang mungkin saja mustahil itu bisa tercapai, namun jangan takut memiliki mimpi yang sangat tinggi karena awal kesuksesan adalah dengan bermimpi, dan pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki.

Seperti yang di ungkapkan oleh presiden pertama kita, Ir. Soerkarno : "Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang." Tidak ada yang salah dengan bermimpi setinggi apapun atau bahkan langit sekalipun, karena jika mempunyai target mimpi tinggi setinggi langit , ketika mimpi tersebut tidak tercapai atau jatuh maka tidak akan jauh dari langit tersebut. Hiduplah dengan mempunyai impian dan harapan, tapi bukan hidup dalam mimpi.

Apakah cita-cita tersebut akan tercapai dengan bermimpi saja ?, tentu tidak. Seperti yang dikatakan oleh Nick Kun “Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya, dare to dream mengembangkan diri sendiri dan berusaha keras adalah kunci meraih masa depan yang cerah.” Ya tepat sekali, bukan hanya dengan bermimpi saja namun juga diperlukan pengembangan diri serta kerja keras untuk mencapai mimpi ataupun cita-cita. Kerja keras seperti apa ?, usaha yang paling ampuh dalam membuat mimpi menjadi kenyataan yaitu dengan memiliki ilmu.

Setinggi apapun mimpi tidak ada yang mustahil tidak bisa tercapai dengan Ilmu. Mengapa ?, karena ilmu merupakan jendela dunia. Seseorang yang memiliki ilmu akan bisa menguasai dunia, sehingga dunia ada dalam genggamannya. Ketika seseorang mempunyai mimpi yang sangat tinggi maka tuntutlah ilmu , sehingga hal itu akan mempermudah dalam pencapaian mimpi tersebut.

Ketika seseorang bermimpi menjadi pengusaha sukses, maka ia akan berusaha keras untuk belajar serta menuntut ilmu mengenai pengetahuan usaha. Baik dari segi pendidikan hingga pengalaman, sehingga dengan ilmu tersebut ia mampu mencapai cita-cita yang diinginkan bahkan bisa melebihi apa yang dia inginkan. Bahkan dalam ajaran islam pun mewajibkan menuntut ilmu ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224. Karena mengetahui bahwa menuntut ilmu mampu membuka jendela dunia, sehingga setinggi apapun mimpi dan cita-cita kita dengan ilmu pasti akan tercapai bahkan melebihinya.

IMWI-UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK
www.imwi.ac.id

13/06/2017

CERDASLAH KAMU!
BAHAGIAKAN ORANG TERDEKATMU.
Oleh
Siti Marlina (Mahasiswi IMWI)

Sejatinya, kita sebagai insan manusia merupakan sebaik-baik makhluk yang dianugerahi akal dan hati nurani. Betapapun maha karya Sang Pencipta atas segala yang melimpah ruah di bumi ini terhampar nan membentang luas, namun ajaibnya tangan-tangan manusia dapat menggenggam itu semua. Lantas mengapa bisa menjadi seperti itu? Bukankah manusia bila dibandingkan dengan besarnya bumi dan matahari sangatlah kecil dan tak terlihat?. Jawabannya ialah dengan ilmu dan kecerdasan yang dimiliki oleh kita sebagai manusia. Wolfolk, (2015) mengungkapkan bahwa kecerdasan ialah kemampuan untuk belajar, keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.

Anak panah ilmu yang dibidik oleh kecerdasan tak akan pernah meleset pada sasaran untuk menuai manfaat. Sama halnya dengan insan yang memanfaatkan anugerah akal dan hati nurani untuk membidik sang ilmu dengan kecerdasan. Banyak sekali manfaat yang diperoleh baik bagi individu, keluarga, masyarakat tempat ia tinggal, dan lebih luas lagi yakni bagi bangsa dan Negara. Sehingga tak heran Menteri Keuangan Republik Indonesia yakni Sri Mulyani Indriati, S.E., M.Sc., P.hD dalam pidatonya di LPDP Edu Fair 2017 Februari lalu menyebutkan bahwa seorang yang cerdas ialah The Different Class of Citizen.

Hal tersebut merupakan bukti tersirat bahwa orang dengan kecerdasan mumpuni yang menghasilkan karya nyata bagi bangsa dan Negara akan dihargai, dibanggakan dan selalu diingat oleh khalayak masyarakat. Bayangkan saja bila kitalah yang memanfaatkan potensi kecerdasan yang dimiliki dengan memberikan suatu karya nyata bagi bangsa dan Negara maka kitalah The Different Class of Citizen. Cukupkah sampai disitu? Tentu tidak, Multfier Effect sang cerdas tak hanya tuk dirinya sendiri saja namun orang terdekat kita akan merasakan dampaknya.

Pernahkah membayangkan bahwa sosok orang tua yang dengan jerih payahnya melawan perih dan sembiluh tuk membesarkan kita, keluarga kita, tetangga kita suatu hari melihat kita disebut sebagai The Different Class of Citizen? Bagaimana perasaannya? Tentu merekalah orang pertama yang kan bersyukur bahwa jerih payah yang ia lalui bermuara pada suksesnya kita dalam memaksimalkan potensi yang dianugerahkan pada kita.

Maka dari itu, kecerdasan tak hanya diukur dengan seberapa bagus nilainya selama ia mengenyam pendidikan. Namun sejatinya kecerdasan ialah tatkala kita dapat memahami posisi dan memaksimalkan potensi yang kita miliki. Mengetahui bagaimana menjadi Hamba yang beriman dalam menjalankan kehidupan beragama ialah cerdas (Spiritual Quotient). Mengetahui bagaimana memiliki sikap terbaik dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat ialah cerdas (Social Quotients). Mengetahui bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki ialah cerdas (Intelligence). Mengetahui bagaimana cara memiliki tubuh yang sehat guna menunjang segala aktivitas ialah cerdas (Kinestetis). Mengetahui bagaimana menyalurkan hobi yang positif ialah cerdas. Maka, kecerdasan secara komprehensif kan bermuara pada menjadi The Different Class of Citizen.

IMWI-UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK
www.imwi.ac.id

07/06/2017

Selamat pagi...
Semoga apa yg kita rencanakan hari ini berjalan dengan baik.

IMWI-Untuk Indonesia Yang Lebih Baik.
www.imwi.ac.id

Like Fanpage  Manajemen Wiyata IndonesiaFollow Instagram
28/05/2017

Like Fanpage Manajemen Wiyata Indonesia
Follow Instagram

Kuliah yuk... BBM : D2DF9868WA : 0822 9854 7371
20/04/2017

Kuliah yuk...
BBM : D2DF9868
WA : 0822 9854 7371

RAIHLAH BEASISWA SARJANA IMWI!BEASISWA PRESTASI dari Yayasan Wiyata Indonesia terbuka bagi seluruh PELAJAR BERPRESTASI S...
28/11/2016

RAIHLAH BEASISWA SARJANA IMWI!

BEASISWA PRESTASI dari Yayasan Wiyata Indonesia terbuka bagi seluruh PELAJAR BERPRESTASI SMA/SMK/MA di Indonesia untuk Tahun Ajaran 2017/2018.

KIRIMKAN DOKUMEN BERIKUT :
1. FC Rapor kelas 1 dan 2
2. FC Kartu Pelajar
3. FC Kartu Keluarga
4. FC Sertifikat Prestasi Olahraga atau Seni
5. Pas Foto 2 X 3 sebanyak 3 lembar.

Batas penyerahan dokumen :
Tanggal 12 Desember 2016.

Ujian seleksi :
Tanggal 15,16 dan 17 Desember 2016

ALASAN UNTUK MENGAMBIL PELUANG BEASISWA PRESTASI IMWI ADALAH :
1. GRATIS Biaya Pendidikan sampai memperoleh GELAR SARJANA (S1)
2. LANGSUNG BEKERJA setelah lulus S1 dalam Ikatan Dinas
3. Peluang untuk mendapat BEASISWA S2 dan didaftarkan menjadi dosen negara. 4. Peluang menjadi PNS dari kemenristekdikti.

JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI !

AYO DAFTARKAN SEGERA!!
KETIK: INFO BEASISWA PRESTASI IMWI
082298547371/085722309699
BBM :D2DF9868 (SMS,Line,Whataps)
PETUGAS KAMI AKAN MENGHUBUNGI SAUDARA.

Address

Jalan Gudang No. 07-09 Sukabumi
Sukabumi

Telephone

082298547371

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kemahasiswaan Institut Manajemen Wiyata Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share