04/07/2017
Pada zaman dulu kala, ada seorang Raja Ɣyg
sangat kaya, tapi ia merasa ada Ɣyg kurang
dalam hidupnya. Repotnya, dia sendiri tidak
tau apa penyebabnya.
Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja
mendengar suara pelayan Ɣyg sedang bernyanyi,
Dia pun langsung bertanya: “Wahai Pelayan,
apa rahasia engkau, sehingga kamu bisa
begitu bahagia?”
“Tuanku Raja, hamba tidak memiliki apa²,
selain dari keluarga Ɣyg BAHAGIA & PENUH
SYUKUR.”
Karena merasa penasaran dengan penuturan
si Pelayan, sang Raja pun memanggil
penasihat kerajaan Ɣyg bijaksana untuk dimintai
saran.
“Yang Mulia, mohon beri hamba koin emas
sejumlah 99, nanti koin emas akan hamba
letakkan di depan pintu rumah si pelayan.”
Singkat cerita, 99 Koin emas itupun diletakkan
di depan rumah si pelayan. Pada saat si
pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut &
kegirangan.
Si Pelayan pun menghitungnya, ternyata hanya
ada 99 keping uang emas, Ɣyg berarti tidak
genap 100 keping.
Pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru
istana agar keping emas'nya bisa genap 100,
tapi sia² karena ia tetap tidak menemukannya.
Karena begitu FOKUS akan AMBISInya,
berbeda dengan hari² sebelumnya,
si pelayan tidak lagi bernyanyi & gembira.
Wajahnya terlihat begitu serius & murung.
Si Penasihat pun menjelaskan,
“Tuanku, itu artinya pelayan itu telah
bergabung dengan Koin 99, yaitu mereka Ɣyg
MEMILIKI BANYAK HAL, tapi MERASA tidak
BAHAGIA.
Mereka fokus bekerja untuk mengejar 1 koin
lagi & mereka lupa pada hal² lainnya, demi
koinnya bisa genap 100.
Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan
waktu untuk keluarga, serta kekurangan waktu
untuk kebahagiaan mereka sendiri. Itulah Ɣyg
hamba maksud dengan Koin 99, Yang Mulia.”
Kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ Ɣyg
tidak ada, tanpa pernah BERSYUKUR pada ‘99
koin’ Ɣyg sudah kita miliki.
Semoga bermanfaat.