AKU SAYANG IBU the power of Emak

AKU SAYANG IBU the power of Emak وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا

(QS AN NISA' : 36)

22/12/2021

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami hidup dalam kemiskinan selama 4 tahun.
Beliau tak pernah makan daging karena tak punya uang untuk membelinya.

Isteri beliau sejak lama ingin mandi di pemandian air panas, akan tetapi Imam Ibnu Hajar tidak punya uang masuknya.

Imam Ibnu Hajar berkata kepada isterinya :
Bersabarlah wahai isteriku, aku kumpulkan uang dulu untuk uang masuk kesana.

Setiap kali Allah membukakan rezeki pada beliau, maka beliau sisakan sedikit sampai terkumpul setengah riyal, lalu diberikan kepada isteri beliau.

Setelah uangnya terkumpul, isteri beliau pergi ke pemandian air panas, ketika sampai disana dia meminta penjaganya untuk membukakan pintu untuknya tapi ditolak.

Penjaga berkata : Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini untuk siapapun, karena isteri Syaikh Al 'Alim Al- Faqih Muhammad Ar-Ramli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya.

Beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapapun pada hari ini dan beliau telah membayar 25 riyal dan tidak mengizinkan seorangpun untuk masuk kesana.

Lalu mana ilmumu?
Sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatupun dari ilmumu.
Ambillah uangmu yang engkaukan kumpulkan berhari-hari ini, kata isterinya.

Ketika Imam Ibnu Hajar mendengar ucapan isterinya, beliau berkata :
Aku ini tidak menghendaki dunia dan aku ridha atas apa yang Allah tetapkan kepadaku di dalamnya, sedangkan jika engkau menginginkan dunia mari kita ke sumur zamzam.

Keduanya pergi ke sumur zamzam, ketika sampai disana, Imam Ibnu Hajar menimba sekali, ternyata satu timba isinya penuh dengan uang dinar, Beliau berkata : Apakah segini cukup?
Isterinya berkata : Kurang.
Ibnu Hajar menimba kali untuk kedua kalinya, ternyata isinya penuh dengan uang dinar lagi.
Beliau berkata : Apakah segini cukup?
Isterinya berkata : Aku ingin tiga timba.
Kemudian beliau menimba untuk yang ketiga kalinya dan isinya juga sama dengan sebelumnya.

Imam Ibnu Hajar berkata kepada isterinya : Aku s**a keadaan fakir, berdasarkan pilihanku sendiri, aku pilih untuk diriku sendiri apa yang ada di sisi Allah. Adapun dunia maka semuanya sama bagiku, dunia fana, usianya pendek dan kehidupan hina, dan sekarang ini aku berikan dua pilihan untukmu :
Kembalika semua uang emas ini kedalam sumur zamzam dan dan engkau masih bersamaku, atau kau bawa semua uang emas ini, dan kau pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu, karena aku tidak menginginkan dunia.

Isteri beliau berkata : Bagaimana kalau kita nikmati saja uang ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang.
Beliau berkata : Tidak, kembalikan semua emasnya ke dalam sumur atau engkau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu.

Isterinya berkata : Bagaimana kalau kita kembalikan dua timba, dan satu timba kita simpan.
Imam Ibnu Hajar kembali menjawab dengan jawaban yang sama.

Isterinya berkata : Bagaimana kalau kita ambil satu dinar saja untuk bersenang-senang hari ini.
Imam Ibnu Hajar tetap menjawabnya dengan jawaban yang sama.

Kemudian isteri beliau berkata :
Kita kembalikan semuanya ke dalam sumur, aku tidak ingin berpisah denganmu karena kita sudah bersama selama bertahun-tahun.
Engkau telah memperlihatkan karamah ini dan kita berpisah hari ini? Aku tidak mau.
Aku memilih untuk bersabar saja bersamamu. Aku semakin yakin hidup bersamamu, walau kita hidup dalam keadaan miskin. Demi Allah, aku akan bersabar dengan segala kesulitan hidup ini.

MasyaAllah...
Untuk para isteri yang hari ini hidup serba kekurangan, mari kita renungkan kisah ini..
Untuk para isteri yang hidup serba kecukupan apalagi diberi nafkah dan fasilitas yang istimewa oleh suaminya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Mari perbanyak bersyukur pada Allah, dan banyak berterima kasih pada suami.

أللهم.. لاتجعل الدنيا اكبر همنا..

Dinukil dari kitab Tuhfatul Asyraf.

Bu Nyai Wilda Wahab

Dipenghujung nyawanya, Ibu tetaplah Ibu....Naluri ibu tatap akan tatap melindungi anaknya. ● Kepada Ibu kita: Lahumal Fa...
22/09/2021

Dipenghujung nyawanya, Ibu tetaplah Ibu....
Naluri ibu tatap akan tatap melindungi anaknya.
● Kepada Ibu kita: Lahumal Faatihah.

Sebelum meninggal, ibu yang dibunuh anak kandungnya meminta anaknya tak mengaku ke polisi. Korban minta sebut orang gila yang membunuhnya.

Beruntungnya Orang tuamu Nak...●Semoga Putra Putri kita senantiasa ingat mengaji & mengkaji.Sehingga bisa menjadi penyej...
27/07/2021

Beruntungnya Orang tuamu Nak...

●Semoga Putra Putri kita senantiasa ingat mengaji & mengkaji.
Sehingga bisa menjadi penyejuk bagi Orang tua, aamiin....

21/07/2021
20/07/2021

---- self reminder ----

*GERAKAN MENENGOK TETANGGA*
"Mas, bisa telpon balik? Aku gak ada pulsa.."
Begitu bunyi sms yang terkirim kemarin dan baru terbaca hari ini, terlihat ada pesan masuk dari temenku sebut aja namanya mas "Agus"

Aku Memang jarang banget liat SMS, karena semua orang sudah beralih ke WA
Kecuali klo ada SMS Banking aja baru aku lihat.

Tanpa berpikir panjang aku telpon mas Agus.
"Ok... mas Agus mau ke rumahku katanya sore ini".

Mas Agus ini teman kecilku dikampung, kita gak temenan di Sosial Media tapi kita sesekali ngobrol di WA....

Terakhir kontak hampir 4 bulan lalu ketemu di acara Kerja Bakti di kampung.

Dan akhirnya mas Agus datang ke rumahku pake motor ditemani anaknya yg berumur 7th.

Singkat cerita mas Agus mau jual piring keramik satu Lusin komplit dengan gelasnya.

"Mas, kalau boleh tau kenapa jual piring dan gelas ini". tanyaku agak heran.

Dia diam, tersenyum sesekali menghela nafasnya.
Terlihat dari raut wajahnya terasa berat mau jawab pertanyaanku.

"Mas.. gak usah dijawab gak apa-apa...
Maaf kalau pertanyaanku salah, gak ada maksud apapun".

Suasana mulai hening,
Mas Agus sejenak tak berbicara.
Dia Mulai menunduk
Anaknya ikut diam sambil meluk ayahnya.

"Aku butuh uang".
Begitu jawabnya sambil berkaca kaca.

"semenjak pandemi Corona aku diberhentikan dari tempat kerjaku 4 bulan yang lalu, usaha warung istri-ku juga tutup jarang ada pelanggan".

"Setelah aku diberhentikan kerja, kita makan dari tabungan tapi sekarang tabungan sudah habis.
2 minggu lalu sempat gadai BPKB motor ini 1 jt, kemarin aku jual kain Jarik dan Kebaya istriku laku 400 ribu aku bingung mau jual apalagi lalu aku liat di lemari ada gelas dan piring keramik ini aku inget kalau kamu s**a sama beginian jadi aku beranikan diri buat ngejual ke kamu.."

"Aku mau jual 150ribu semuanya (gelas 1 lusin lengkap dengan teapot-nya plus piring 1 lusin)
Sekarang aku cuma pegang uang 225 ribu lagi buat pegangan seminggu kedepan, dan kalau gelas piring ini laku aku mau berusaha mempertahankan sampai lebaran, karena setelah lebaran insyaAllah aku ikut kerja bangunan diproyek".

Dada ini mulai sesak rasanya pengen numpahin tangis... 😓

Mas Agus jual piring sama gelasnya buat nyambung hidup??!

Ya Tuhan... aku ngerasa gagal jadi temen.

Rasanya mau meluk temenku ini, mau minta maaf atas kegagalanku menjadi temen yang baik.

Ada yang tertawa karna bahagia,
Ada yang tertawa biar dikira bahagia.
Bahagia itu misteri yang perlu di selidiki secara seksama dan di diskusikan secara mendalam.

Sungguh malang jiwa yang mencari-cari alasan untuk berbahagia padahal Tuhan mencurahkan kasih sayangnya setiap saat tanpa jeda.

Bagaimana aku menjalani kebahagaian yang semu ini kalau masih ada teman tertekan tak bahagia...

Aku gagal, merasa gagal menjadi teman yang baik.

Kusodorkan uang 500ribu bersama beras yang kuambil di dapur 5 kilogram.
Mas Agus terlihat bingung dan kaget tapi langsung aku tepis Expresinya dengan tanganku.

"Mas Agus sekarang boleh pulang lalu beli keperluan untuk makan hari ini...
Salam untuk keluarga". begitu kataku.

Seketika mas Agus pecah dalam tangisnya...

□Teruntuk siapapun yang membaca tulisan ini, mungkin sudah saatnya membuat
GERAKAN MENENGOK TETANGGA

Ini adalah gerakan bersama untuk menengok tetangga kita di samping kanan, kiri, depan, belakang Rumah Kita.

Untuk apa gerakan ini?!

Untuk melihat adakah Tetangga kita yang sedang kesulitan tapi tak memiliki keberanian untuk meminta dan bicara... 🙏

Cobaan Pandemi ini masih berlanjut. banyak diantara kita yang tumbang ekonominya.
Yuk saling mengulurkan tangan, saling menolong, saling menopang demi berlangsungnya rasa kemanusiaan.

●Silahkan bagikan sebanyak banyaknya.

😭😭😭😭😭

20/07/2021

KENAPA BANYAK LAKI-LAKI TERLIHAT CEPAT TUA?

Alkisah, Imam Syafi'i itu generasi tabi'it tabi'in atau generasi kedua sesudah generasi sahabat Rasulullah SAW.

Imam Syafi'i dikenal ulama mujtahid fiqh. Saat ijtihad beliau kesulitan untuk menentukan ukuran 1 sho' = 4 mud, karena saat itu ukuran 1 mud sama dengan 1 cakupan kedua telapak tangan. Ini dirasa tidak adil karena cakupan tangan orang yang besar ukuran mud menjadi banyak, sedangkan orang yang cakupan tangannya kecil maka ukuran mud menjadi sedikit.

Kemudian Imam Syafi'i berinisiasi pergi ke kota Madinah untuk bertemu dengan orang yang paling tua, barangkali orang yang paling tua itu menangi/ngabareungi (semasa hidupnya) dengan Rasulullah SAW, beliaupun menemukan orang yang dikehendaki. Kemudian Imam Syafi'i bertanya, "Bapak berumur berapa tahun?

Si tua itu menjawab, "umurku 75 tahun."
Imam Syafi'i melanjutkan pertanyaannya, "Apakah bapak pernah bertemu dg Rasulullah?" Bapak tua itu menjawab,
"Ooo... tidak, coba kamu menemui bapakku saja!"

Imam Syafi'i pun menemui bapaknya si tua itu kmdian bertanya,
"Umur Bapak berapa tahun? Bapaknya si tua itu menjawab,
"Umurku 100 tahun."
Lalu Imam Syafi'i bertanya lagi,
"Apakah Bapak pernah bertemu Rasulullah?" Bapaknya si tua itu menjawab,
"Ooo... tidak, coba kamu bertanya pada bapakku saja!"

Lalu Imam Syafi'i pun menjumpai si kakek tua itu dan beliau bertanya : "Umur kakek berapa tahun?"

Si kakek tua itu menjawab, "Umurku 125 tahun." Imam Syafi'i terus bertanya, "Apakah kakek menangi (semasa hidupnya) dengan Rasulullah?"
Kakek tua itu menjawab, "Iya, aku menangi Rasulullah SAW."

Singkat cerita, akhirnya Imam Syafi'i bisa mendapatkan ukuran 1 mud sesuai ukuran Rasulullah lewat penjelasan si kakek tua itu sebagaimana yang kita pahami sekarang ini.

Dari pengembaraan menemui 3 orang tua itu (anak, bapak dan kakek) itu ada sesuatu yang mengagumkan, akhirnya Imam Syafi'i memberanikan diri bertanya pada si kakek tua itu, "Maaf kek, kenapa kakek tampak lebih muda dan gesit dari putra kakek, dan kenapa putra kakek malah kelihatan lebih muda dan gesit dari cucu kakek?"

Kakek tua itu dengan tersenyum menjawab : "Cucuku itu terlalu sering dimarahi oleh istrinya, anakku terkadang dimarahi istrinya, sedangkan aku tidak pernah dimarahi oleh istriku."

Ternyata, istri yang galak bisa mempercepat penuaan suami, atau bahkan bisa mempercepat kematian suami. Sebaliknya istri yang lembut itu bisa membuat awet muda dan memperpanjang usia suami.

WAHAI PARA ISTRI, JANGAN GALAK-GALAK KEPADA SUAMI..!

17/07/2021

ALLAH TIDAK PERNAH ISENG

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan teori Jeruk Nipis

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.

Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah...
Sampai air tetesan nya mengucurr...

Apa yang anda rasakan..? Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.
Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada...
Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.
Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh
Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop...
Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi...

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.
Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.
Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.
Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.
Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….
Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa...
Secara fisik mereka sehat.
Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.
Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.
Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”
Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.
Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.
Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun ...

Allah tidak iseng memberi kita masalah.
Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda...
Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

*Semoga kita semua dapat melewati ujian ujian hidup.... aamiin.

17/07/2021


Address

Semarang
Tangerang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AKU SAYANG IBU the power of Emak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share